Tsunami COVID-19 di Kudus Diduga Akibat Kegiatan Religi Pasca Lebaran Ilustrasi. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah, diduga adanya tradisi ziarah dan kupatan yang dilakukan warga usai Idul Fitri 2021. Kedua tradisi tersebut memicu kerumunan dan meningkatkan penularan di tengah masyarakat.

"Pada hari Rabu (1/6), kemarin saya mendampingi ketua Satgas beserta jajaran pimpinan BNPB dan TNI mengunjungi Kudus untuk melihat situasi terkini di sana," ujar Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/6).

Baca Juga

Kasus COVID-19 di Kudus Naik 30 Kali Lipat

Dari kunjungan tersebut didapatkan keadaan ini terjadi sebagai dampak dari adanya kegiatan wisata religi berupa ziarah serta tradisi kupatan yang dilakukan oleh warga Kudus pada tujuh hari pasca Lebaran.

"Hal ini memicu kerumunan dan meningkatkan penularan di tengah masyarakat," jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya tenaga kesehatan di daerah itu yang saat ini positif menderita COVID-19 yaitu sebanyak 189 orang.

Wiku mengungkapkan, jumlah kasus positif di Kudus melonjak secara signifikan dalam waktu sepekan. Kenaikannya disebut mencapai 30 kali lipat, yakni dari 26 kasus menjadi 929 kasus.

Ilustrasi - Ruang isolasi di RS Mardi Rahayu Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ilustrasi - Ruang isolasi di RS Mardi Rahayu Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Hal ini menjadikan kasus aktif di Kudus menjadi sebanyak 1.280 kasus atau 21,48 persen dari total kasus positifnya.

"Ini adalah angka yang cukup besar bila dibandingkan dengan kasus aktif nasional yang hanya 5,47 persen," papar Wiku.

Adanya kenaikan kasus positif ini menyebabkan keterisian tempat tidur ruang isolasi dan ruang ICU rujukan COVID-19 mengalami kenaikan tajam di Kudus. Bahkan, per tanggal 1 Juni lebih dari 90 persen dari seluruh tempat tidur terisi.

"Ini adalah kondisi yang sangat memprihatinkan," tegas Wiku.

Dia pun menuturkan, sebelum angka kasus COVID-19 mengalami kenaikan, Kudus berstatus zona oranye atau berisiko sedang terhadap penularan selama tiga pekan.

"Karena tidak ditangani dengan baik daerahnya berpindah ke zona merah," tambah Wiku.

Untuk membantu penanganan kenaikan kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan dana siap pakai dan beberapa bantuan lain meliputi tenda isolasi, masker kain, dan hand sanitizer.

Menurut Wiku, berdasarkan zonasi kabupaten/ kota pun, Jateng memiliki satu kabupaten berzona merah yaitu Kudus. Kemudian, 10 kabupaten/kota berzona oranye yaitu Temanggung, Pemalang, Purworejo, Salatiga, Surakarta, Cilacap, Jepara, Kebumen, dan Sragen.

Sementara yang berzona kuning ada dua, yaitu, ada 2 kabupaten/kota yaitu, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang. (Knu)

Baca Juga

Muncul Klaster COVID-19 di Lapas Kendal, ICJR Sayangkan Warga Binaan Tak Divaksin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hambatan Budi Daya Sorgum di Indonesia
Indonesia
Hambatan Budi Daya Sorgum di Indonesia

Pemerintah juga bisa menggalakkan kebijakan untuk mencampur tepung gandum dengan tepung sorgum untuk membuat makanan.

Foto Puan di Bungkusan Sembako Fraksi PDIP DPR Diklaim Bentuk Apresiasi
Indonesia
Foto Puan di Bungkusan Sembako Fraksi PDIP DPR Diklaim Bentuk Apresiasi

"Kami sebagai kader mewujudkan apresiasi kepada beliau sebagai Ketua DPR RI wanita pertama dan figur pemimpin yang kami banggakan," kata Junimart Girsang.

Jokowi Jadikan Survei Rendahnya Kepuasan Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi
Indonesia
Jokowi Jadikan Survei Rendahnya Kepuasan Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi

Fadjroel mengetahui dari beberapa survei ada sejumlah kelebihan-kelebihan yang telah dicapai dalam pemerintahan era kepimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin selama 2 tahun.

Kapolres Nduga Pastikan Aktivitas Masyarakat di Kenyam Berlangsung Normal
Indonesia
Kapolres Nduga Pastikan Aktivitas Masyarakat di Kenyam Berlangsung Normal

Kapolres Nduga AKBP Komang Budhiarta menyatakan, aktivitas masyarakat di Kenyam, Selasa (29/3), berlangsung normal, termasuk di pasar.

HET Minyak Goreng Dicabut, PKS: Rakyat Semakin Sengsara di Tengah Pandemi
Indonesia
HET Minyak Goreng Dicabut, PKS: Rakyat Semakin Sengsara di Tengah Pandemi

“Kebijakan ini sangat menyengsarakan rakyat menengah ke bawah. Ibu-ibu menjerit, terutama saat banyak keluarga di Indonesia terkena PHK dan dirumahkan akibat Pandemi COVID-19,” kata Netty kepada wartawan, Selasa (22/3).

Resmi Dipenjara, Pembanting Mahasiswa Ditahan di Ruangan Khusus
Indonesia
Resmi Dipenjara, Pembanting Mahasiswa Ditahan di Ruangan Khusus

Kondisi Faris (MFA) sampai dengan siang ini dalam keadaan stabil dan baik

KSAD Dudung Dituding Atur Pengadaan Alutsista, TNI AD Buka Suara
Indonesia
KSAD Dudung Dituding Atur Pengadaan Alutsista, TNI AD Buka Suara

TNI AD buka suara soal tudingan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan pengaturan pengadaan proyek alutsista atau alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia.

PDIP Berharap Jadwal Pemilu Sesuai UU
Indonesia
PDIP Berharap Jadwal Pemilu Sesuai UU

Fraksi PDIP DPR RI berharap agar jadwal pencoblosan Pemilu serentak 2024 berjalan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengamanatkan hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara Pemilu ditetapkan oleh KPU.

Harga Minyak Melonjak, Korsel Potong Pajak Produk Minyak 30 Persen
Dunia
Harga Minyak Melonjak, Korsel Potong Pajak Produk Minyak 30 Persen

Sejak invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, sanksi dan penghindaran pembeli terhadap minyak Rusia telah mengurangi produksi dan meningkatkan kekhawatiran pasokan yang lebih ketat.

[HOAKS atau FAKTA] : Tidak Mampu Bayar Utang, Indonesia Bisa Kehilangan Kalimantan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Tidak Mampu Bayar Utang, Indonesia Bisa Kehilangan Kalimantan

Akun Facebook Partai Deception Indonesia Perjuangan ini mengklaim bahwa itu merupakan peringatan kepada Indonesia untuk segera membayar utang.