Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
Trump Tetap Salahkan Rusia di Balik Rencana Ambil Greenland

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas situasi keamanan di Greenland dan kawasan Arktik dalam percakapan telepon.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan mengambil langkah tegas untuk menghilangkan apa yang disebutnya sebagai “ancaman Rusia” di Greenland.

“NATO telah memberi tahu Denmark selama 20 tahun bahwa ‘Anda harus menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland’. Sayangnya, Denmark tidak mampu berbuat apa pun terkait hal itu. Sekarang saatnya, dan itu akan dilakukan!!!” tulis Trump di platform media sosial Truth Social, Senin (19/1)

Greenland merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark yang telah lama menarik minat Amerika Serikat karena lokasinya yang strategis dan sumber daya mineralnya yang melimpah, serta kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas Rusia dan China.

Baca juga:

Tensi Panas Perang Tarif Dagang AS dengan Eropa Demi Rebut Greenland

Trump mengatakan Washington akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, mulai 1 Februari.

Trump juga menetapkan bahwa kenaikan tarif menjadi 25 persen akan diberlakukan pada Juni, sebagai respons atas penolakan negara-negara tersebut terhadap kendali AS atas Greenland.

Menyusul pengumuman tersebut, delapan negara Eropa itu mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ancaman AS dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keamanan kawasan Arktik.

Rusia mengakui status hukum Greenland sebagai bagian dari Denmark.

Sementara itu, Kanada dikabarkan berencana mengirimkan sejumlah kecil pasukan ke Greenland di tengah rencana Presiden AS Donald Trump untuk menguasai pulau milik Denmark itu.

Mengutip dua pejabat senior Kanada, The Globe dan Mail melaporkan bahwa pasukan tersebut akan mengikuti latihan bersama dengan anggota NATO lainnya.

Swedia, Belanda, Norwegia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Finlandia telah lebih dahulu mengumumkan rencana mengirim pasukan ke Greenland, sebut laporan harian Kanada itu, seperti dikutip RIA Novosti pada Senin (19/1).

#Donald Trump #Greenland #Rusia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Dunia
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Sebanyak 12,5 triliun ton es kutub mencair sejak 1970-an akibat pemanasan global. Simak data satelit terbaru dan dampak mengerikan kenaikan permukaan laut di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Bagikan