Trump Serang Facebook, Twitter, dan Google, Ini Alasannya Donald Trump saat Melakukan Pekerjaan Sebagai Presiden. (Foto: history-in-hd-05QvOWAzN3I/unsplash)

MANTAN Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, mulai bergerak mengajukan keberatannya kepada tiga perusahaan teknologi, yaitu Facebook, Twitter, dan Google. Keberatan tersebut diungkapkannya dalam bentuk gugatan ataupun tuntutan.

Dilansir dari ANTARA, satu penyebab utama keberatan Trump adalah ketiganya dituduh membungkam suara golongan konservatif. Ketiga perusahaan itu dirincikan sebagai Facebook Inc., Twitter Inc., dan Google, yang berdasarkan kasus tersebut, anak perusahaannya, Alphabet Inc. yang terkena tuntutan.

Baca juga:

Mengenal Proses 'Centang Biru' Twitter

Trump akan mewakili pengguna Facebook, Twitter, dan YouTube yang merasa dibungkam oleh ketiga perusahaan itu. Oleh karena itu, status gugatan atau tuntutan dari Trump berbentuk Class Action.

“Kita akan mendapatkan kemenangan bersejarah untuk kebebasan Amerika dan saat bersamaan, kebebasan untuk berekspresi,” ungkap Trump saat temu pers di New Jersey seperti dilansir dari Reuters, pada 8 Juli.

Pernyataan 'Perang' Donald Trump Melawan Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: YouTube Reuters)
Pernyataan 'Perang' Donald Trump Melawan Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: YouTube Reuters)

Reuters menuliskan bahwa Trump mengajukan tiga tuntutan dengan satu tuduhan sama terhadap CEO masing-masing perusahaan yang dimaksud. Yaitu Mark Zuckerberg sebagai pencipta Facebook, Jack Dorsey sebagai penggagas Twitter, dan Sundar Pichai sebagai CEO veteran Google.

Keberatan yang dilakukan Trump melalui tuntutan atau gugatan ini, diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika yang berdomisili di Miami. Isinya adalah pernyataan bahwa ketiga media sosial (medsos) itu melanggar hak kebebasan berbicara yang dicatatkan Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat.

Baca juga:

Cara Mengetahui Titik Penyekatan PPKM Darurat dengan Google Maps

Hak kebebasan berbicara yang dibungkam disebut sensor, sehingga sensor pada kelompok konservatif menjadi faktor pendorong Trump mengajukan keberatannya kepada ketiga perusahaan itu. Trump mewakili kelompok konservatif ataupun yang dibungkam, tapi ada juga yang tidak setuju dengan perbuatan Trump.

Dilansir dari Reuters, Profesor Hukum Universitas Northwestern, Paul Gowder, mengatakan bahwa tuntutan atau gugatan dari Trump merupakan hal yang sulit dan tidak masuk diakal. Ia menggambarkan kepada Reuters bahwa Trump merencanakan ketiga perusahaan untuk tunduk pada persyaratan Amandemen Pertama dalam urusan sensor, seperti halnya pemerintah pusat.

Cuitan Paul Gowder Mengenai Tuntutan Trump kepada Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: Twitter/@PaulGowder)
Cuitan Paul Gowder Mengenai Tuntutan Trump kepada Tiga Perusahaan Teknologi. (Foto: Twitter/@PaulGowder)

Namun, Gowder tidak menceritakan tuntutan hukum lebih detail mengenai perubahan pendekatan perusahaan medsos melalui pemerintah. Di sisi lain, ketiga perusahaan memiliki tanggapan berbeda. Twitter menolak menjawab, sedangkan Facebook dan Google belum menyampaikan jawabannya kepada publik. Video keberatan Trump kepada ketiga perusahaan, dapat dilihat dari YouTube Reuters berjudul Trump Sues Facebook, Twitter, and Google, claiming censorship. Video berdurasi dua menit 34 detik itu disukai 716 dan ditonton lebih dari 20 rb kali pengguna YouTube. (Bed)

Baca juga:

Rekomendasi Vinyl Player Terbaik untuk Kolektor Pemula

  • LAINNYA DARI MERAH PUTIH
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Yuk, Usir Rasa Bosan Liburan di Rumah dengan 5 Cara ini
Fun
Yuk, Usir Rasa Bosan Liburan di Rumah dengan 5 Cara ini

Selalu ada cara agar liburan akhir tahunmu tetap terasa seru.

Bukti Kepopuleran BTS Lewati Batas Persaingan
ShowBiz
Bukti Kepopuleran BTS Lewati Batas Persaingan

Siapa sangka kemasyhuran BTS bahkan melewati batas-batas persaingan sengit antar agensi besar di Korea Selatan.

Jangan Langsung Marah saat Anak Berkata Kasar
Fun
Jangan Langsung Marah saat Anak Berkata Kasar

Belum tentu si kecil mengerti kata kasar yang diucapkan.

Daftar Pemenang Golden Globe 2021
ShowBiz
Daftar Pemenang Golden Globe 2021

Selamat untuk para pemenang.

Bisa Waras Bermain Game Online Semasa Pandemi?
Fun
Bisa Waras Bermain Game Online Semasa Pandemi?

Lebih baik terlihat waras aja deh jadi gamer, daripada di ejek no life oleh teman.

Buaya Purba Berjalan dengan Dua Kaki
Fun
Buaya Purba Berjalan dengan Dua Kaki

diperkirakan hidup lebih dari 100 juta tahun yang lalu di awal periode Cretaceous.

Disney Fantasy Kembali Beroperasi
Fun
Disney Fantasy Kembali Beroperasi

Disney Fantasy menjadi kapal Disney Cruise Line kedua yang melanjutkan layanan di Amerika Utara, setelah berlayar pada hari Sabtu (11/9).

Final Fantasy XIV Hadir di PlayStation 5 pada April 2021
Fun
Final Fantasy XIV Hadir di PlayStation 5 pada April 2021

Dengan penambahan tekstur, dan juga untuk optimisasi frame rate.

Sebelum Nonton Musim Kelima ‘Money Heist’, Flashback Dulu Yuk
ShowBiz
Sebelum Nonton Musim Kelima ‘Money Heist’, Flashback Dulu Yuk

Musim kelima menjadi akhir dari Money Heist.

 Gampang Dimasak, 4 Makanan Buat Ganjal Perut di Sore Hari
Fun
Gampang Dimasak, 4 Makanan Buat Ganjal Perut di Sore Hari

Makanan ini akan membuat sore harimu terasa lebih asyik.