Trump Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Begini Reaksi Menlu Retno Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. ( ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.Com - Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel mendapat reaksi dan protes keras dari sejumlah negara di dunia. Pengakuan Trump terhadap Yerusalem diwujudkan melalui pemindahkan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Meski telah menuai kecaman dan keberatan sejumlah lembaga dunia seperti PBB dan negara-negara jazirah Arab, Donald Trump tetap akan memindahkan kedutaan AS.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai wilayah Israel telah membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel.

"Kita sangat 'concern' dengan rencana itu, dan kalau jadi dilakukan kita khawatir akan membahayakan proses perdamaian itu sendiri," kata Retno Marsudi di Gedung Indonesia Conference and Exhibition (ICE) Serpong, Banten, Kamis (7/12).

Pemerintah Indonesia menilai bahwa pengumuman Trump yang dilakukan di Gedung Putih Washington DC, Rabu (6/12), pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB itu, akan merusak stabilitas kawasan Timur Tengah yang sebagian besar penyebabnya adalah konflik Palestina dan Israel.

"Kita juga khawatir pengumuman itu akan menciptakan instabilitas di kawasan Timur tengah, jadi posisi kita sangat jelas," kata Retno Marsudi sebagaimana dilansir Antara.

Pada Rabu (6/12) pukul 13.00 waktu setempat, Trump telah mengumumkan secara resmi pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai wilayah Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya.

Padahal, Palestina akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota saat benar-benar merdeka karena wilayah tersebut masih dicaplok Israel.

Selain Indonesia yang terus mendukung kemerdekaan Palestina, kecaman atas rencana AS itu disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres, Paus Fransiskus, China, Uni Eropa, dan bahkan dari negara-negara sekutu AS.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH