True Brew Competition, Kompetisi Kopi Tubruk Pertama di Indonesia Siap Digelar Kompetisi Kopi Tubruk Pertama Indonesia akan segera digelar (Foto: pixabay/cocoperisienne)

UNTUK para pecinta kopi di Tanah Air, istilah kopi tubruk sudah tak asing lagi di telinga. Jenis minuman kopi ini merupakan minuman kopi hitam yang paling sederhana serta banyak digemari kalangan pecinta kopi.

Entah itu orang menikmatinya secara langsung usai diaduk, atau adapula yang menikmati setelah seluruh ampas mengendap. Demikian juga dengan cara membuat kopi tubruk yang memang terbilang sederhana. Namun rasa yang dihasilkan dapat menjadi sesuatu yang sangat berkelas.

Budaya kopi tubruk sendiri telah dikenal di Indonesia sejak jaman dahulu. Teknik menyeduh yang kerap dilabeli dengan kata 'tradisional' ini, sebenarnya justru cara menyeduh kopi yang sesuai dengan standar internasional.

Nah, jika teknik kopi tubruk dipakai untuk menyeduh berbagai jenis kopi Indonesia seperti Kopi Gayo, Kopi Sumatera, Kopi Kintamani, Kopi Sumbawa, Kopi Aceh dan banyak yang lainnya. Maka budaya membuat serta menyeruput kopi tubruk khas Indonesia dapat dikembangkan menjadi salah satu primadona promosi wisata kuliner di Indonesia.

Berangkat dari hal itu Coffee Culture yang bekerjasama dengan tim co-branding Kemenpar membuat sebuah kompetisi kopi tubruk pertama di Indonesia dengan tajuk True Brew Competition.

True Brew Competition akan segera digelar (Foto: ist)

1. Kualifikasi peserta dan syarat pendaftaran

Para Peserta harus memenuhi syarat yang ditentukan pihak penyelenggara (Foto: pixabay/rawpixel)

Untuk peserta yang diperbolehkan mengikuti kompetisi ini mininal telah memiliki pengalaman 2 tahun sebagai barista. Lalu untuk barista yang sudah pernah memenangkan kompetisi akan mendapat prioritas. Biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu. Mendownload form pendaftaran di www.coffeeculture.com. Jumlah pesertanya terbatas hanya 32 orang. Pendaftaran dimulai pukul 09.00 WIB dan ditutup ada tanggal 30 November 2018 pukul 17.00 WIB.

2. Kompetisi hanya untuk 32 orang saja

Para Peserta wajib mematuhi peraturan yang berlaku (Foto: Pixabay/geralt)

Pada kompetisi ini panitia menyediakan roasted bean, air panas, grinder, dan coffe scale. Sementara peserta membawa ketel, termometer dan diperbolehkan membawa coffee scale sendiri. Kompetisi ini menggunakan sistem gugur head to head. Panitia menyediakan 50 gram roasted bean dalam setiap babak. Para peserta dipersilakan menggunakan 15 gram yang akan diseduh pada gelas ukuran 18.

3. Penilaian akan bergantung presentasi peserta dan hasil seduhannya

Tata cara penilaian akan dilihat dari berbagai aspek (foto: pixabay/thedigitalartist)

Untuk penilaian adalah kemampuan barista dalam menjelaskan karakter bean yang akan diseduh, keunikannya, rencana citarasa yang akan ditampilkan dalam penyeduhan. Kemudian berlanjut pada rencana treatment yang akan dilakukan menyangkut suhu air atau grind size yang bernilai 40 poin. Lalu cita rasa kopi yang disajikan meliputi, body, sweetness, peasant acidity dan after taste bernilai 60 poin.

4. Ada hadiah uang untuk para juara

Hadiah menarik untuk para juara kompetisi (Foto: Pixabay/blockpixel)

Hadiah yang disediakan untuk juara 1 mendapatkan uang sebesar Rp5 juta, juara 2 Rp3 juta, juara 3 Rp2 juta dan juara harapan Rp1 juta. Nantinya setiap peserta juga akan medapat sertifikat keikutsertaan. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Harapan Djaya Gelar Roasting Throwdown Pertama di Indonesia

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala