Trinity Akan Akhiri Seri Buku The Naked Traveler Trinity (Foto: Instagram/trinitytraveler)

BAGI yang hobi bertraveling pastinya akrab dengan buku The Naked Traveler. Sebuah catatan perjalanan sederhana dari Trinity telah membantu banyak traveler pemula selama 11 tahun untuk berani keluar rumah dan mengunjungi berbagai tempat.

Kini, seri buku yang pernah diangkat menjadi sebuah film berjudul Trinity, The Nekad Traveler akan berakhir. Bulan Januari 2019 mendatang, trinity akan merilis seri penutup berjudul The Naked Traveler 8 Farewell.

Menurut Trinity, The Naked Traveler sudah waktunya berakhir. Ia juga ingin berhibernasi untuk membuat sesuatu yang lebih segar. Blog yang ia kelola juga rencananya akan diubah secara penampilan.

Trinity saat berada di Lima (Foto: Instagram/trinitytraveler)
Trinity saat berada di Lima (Foto: Instagram/trinitytraveler)

"Karena sebenarnya banyak faktor. Dari aku sendiri pengin berkembang nulis yang lain. Belum dipikirin tapi mungkin genre lain. Pengin hibernasi, blog juga akan ada perubahan, tampilan baru," ujar Trinity kepada Antara di Jakarta, Kamis (20/12).

Perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat merasa sudah tidak muda lagi dan sudah tidak bisa melakukan perjalanan jauh seperti dulu. Sementara kini pembaca kebanyakan generasi milenial.

"Aku udah enggak muda, enggak bisa jalan kayak dulu lagi. Mungkin kalau mau bikin sesuatu tidak dengan nama itu," lanjutnya.

Trinity saat di Raghupur Fort (Foto: Instagram/trinitytraveler's profile picture trinitytraveler)
Trinity saat di Raghupur Fort (Foto: Instagram/trinitytraveler)

Sebagai seri terakhir, Trinity akan memberikan sesuatu yang spesial. Salah satunya melibatkan pembaca loyalnya untuk menulis. Kemudian membaginya dalam dua cerita menarik.

Sebelum ini Triniti sempat mengadakan semacam lomba untuk para pembaca loyalnya. Ia ingin mengetahui bagaimana buku The Naked Traveler ini bisa mengubah hidup mereka. Setelah diseleksi, terpilihlah dua orang.

"Karena ini terakhir banyak throwback. Dari 1-8 yang bikin beda itu negaranya. Di sini aku akan masukin negara-negara yang An, Kazakshtan, Uzbekistan, Kirgizstan, Iran, Oman, Jordan," katanya.

Trinity saat berada di Bolivia (Foto: Instagram/trinitytraveler)
Trinity saat berada di Bolivia (Foto: Instagram/trinitytraveler)

"Kebanyakan pembaca buku ini adalah pembaca yang loyal. Jadi kemarin kita kayak bikin lomba, coba ceritakan gimana buku ini bisa mengubah hidup kalian. Nah, dua diantaranya masuk sini," lanjut Trinity.

11 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi Trinity. Namun, ia harus tetap memutuskan untuk menyudahi karyanya itu. Meskipun hingga kini ia masih belum berpikir akan melalukan apa di kemudian hari.

"Mix feeling sih, agak lega karena selesai. Sedih juga karena ini brand sendiri dan sudah didaftarkan di HKI banyak ditiru tapi memang harus diakhiri. Sama kayak pembaca excited tapi sad. Karena itu lah aku bisa jadi sampai sekarang ini," katanya.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani