Trik Gubernur Kaltim Bikin 'Tuan Thakur' Gigit Jari di Proyek Pemindahan Ibu Kota Gubernur Kaltim Isran Noor (Antaranews)

Merahputih.com - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengaku punya trik mencegah oknum-oknum yang mengatasnamakan spekulan tanah atau lain-lain mengambil keuntungan secara tidak sah dan secara berlebihan dari proyek pemindahan Ibu Kota Negara yang biasa disebut 'Tuan Thakur' memainkan harga tanah.

Ia akan membuat Pergub atau Peraturan Gubernur yang diikuti penyusunan Perda atau Peraturan Daerah tentang penataan kawasan khusus nonkomersial. Pergub atau Perda itu akan mengatur secara rinci hal-hal berkenaan dengan pengadaan tanah dan lain-lain yang diperlukan.

Baca Juga: Batal Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru, Jokowi Ingin Jaga Suasana Hati Warga Kalimantan

Isran percaya diri, para spekulan tidak akan berkutik dengan aturan tersebut. Sehingga tidak akan ada orang memanfaatkan keadaan dengan membeli banyak tanah dan kemudian menjualnya dengan harga mahal di wilayah yang akan jadi ibu kota negara.

"Kalau ada Tuan Thakur maka tidak akan hidup dia. Semua akan diatur dalam regulasi itu secara rinci," kata Isran sambil berseloroh di Balikpapan, Rabu (21/8).

Tuan Thakur adalah tokoh antagonis atau tokoh jahat di banyak film Bollywood atau film-film India. Tuan Thakur selalu digambarkan sebagai orang kaya yang tamak dan punya tanah atau lahan luas yang cara mendapatkannya kadang dengan merampas tanah si miskin.

Presiden Jokowi saat di Gunung Mas, Kalimantan Tengah
Presiden Jokowi meninjau lokasi di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah sebagai calon lokasi ibu kota negara (Foto: Biro Pers Setpres)

Karena itu, kata Gubernur, dari tiga provinsi Kalimantan yang dijadikan calon lokasi pemindahan Ibu Kota Negara, Kaltim adalah yang paling siap.

"Rugi negara bila tidak memanfaatkan kontribusi dan kesiapan masyarakat Kaltim,” tandas Gubernur.

Di luar hal ibu kota negara, selama ini rakyat Kaltim sudah berkontribusi hingga Rp400 triliun pendapatan negara setiap tahun melalui berbagai komoditas ekspor dari Bumi Etam.

Sejak dulu sebelum merdeka Kaltim sangat terbuka terhadap pendatang dan tercatat tidak pernah terjadi gesekan serius antarmasyarakat asli dan pendatang.

Dalam kajian yang dibuat oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebagaimana dikutip Antara, Kaltim juga memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dengan lebih baik. Seperti dekat dengan kota yang sudah ada untuk menghemat biaya investasi, dekat dengan fasilitas pelabuhan dan bandar udara, dan seperti tersebut di atas, dengan masyarakat yang berjiwa terbuka dan penuh semangat.

Baca Juga: Prabowo Klaim Rencana Pemindahan Ibu Kota Perjuangan Gerindra Sejak 2014

"Sekali lagi rugi jika ibukota negara tidak ditempatkan di Kaltim. Kontribusi masyarakat Kaltim terhadap bangsa dan negara sangat besar," katanya. Isran juga menambahkan bahwa ia akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan tim Bappenas agar sinkron antara program pusat dan program daerah yang mendukung itu.

Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara menghadirkan pembicara utama dari Bappenas, serta pakar lintas sektor dari akademisi Universitas Mulawarman Samarinda. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH