Trik Cerdik Ridwan Kamil Lolos Jerat Pidana Gestur Salam 1 Jari Ridwan Kamil. (Foto: Instagram/@ridwankamil)

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait salam satu jari yang ia lakukan saat menghadiri PKB Jabar Festival di GOR Pajajaran, Kota Bandung, 2 Desember 2018 lalu. Namun, orang nomor satu di Jabar itu punya trik cerdik untuk lolos dari kasus itu.

Pelaporan itu dilakukan berdasarkan rekaman video viral di media sosial yang memperlihatkan Ridwan Kamil mengacungkan salam satu jari dalam acara PKB itu. Aliansi Anak Bangsa (AAB) adalah pihak yang resmi melaporkan Gubernur Jabar yang akrab disapa RK itu, kemarin.

AAB beralasan melaporkan RK atas dasar adanya pelaporan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal kasus serupa, yakni kepala daerah diduga menunjukkan gestur dukungan ke salah satu paslon Pilpres 2019. Anies dilaporkan ke Bawaslu soal pose dua jari di acara Gerindra dan telah menjalani pemeriksaan beberapa hari lalu. Kubu AAB berharap Bawaslu juga memperlakukan hal yang sama kepada RK.

Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (MP/Asropih)

Atas laporan itu, RK pun langsung bereaksi memberikan klarifikasi lewat unggahan status di akun resmi media sosial instagram miliknya. Gubernur Jabar itu optimistis akan lolos dari jerat pidana pelaporan pelanggaran kampanye. Alasannya, dia berkampanye menunjukkan gestur salam 1 jari itu saat akhir pekan, bukan di hari kerja.

"KENAPA PAK RIDWAN KAMIL TIDAK DIPERIKSA BAWASLU? kan mengacungkan jari ini itu segala rupa. JAWAB: Saya melakukan aktivitas terkait kampanye/politik pilpres 2019 dll itu di akhir pekan sesuai aturan atau ambil cuti jika terpaksa di hari kerja. PEJABAT NEGARA itu jika mau kampanye atau mengacungkan jari kampanye, aturannya: TIDAK BOLEH DI HARI/JAM KERJA. Pilihannya adalah CUTI di hari kerja dgn ijin kemendagri atau tidak perlu cuti jika berkegiatan di akhir pekan. COBA pahami berita itu dengan ilmu dan aturan, Insya Allah akan aman. Silakan dibaca slide nya. Hatur Nuhun," dikutip dari @ridwankamil, akun resmi pribadi Gubernur Jabar itu.

Klarifikasi dibubuhi Emil dengan gambar tangkapan layar terkait aturan berkampanye bagi kepala daerah merujuk sejumlah pasal aturan PKPU Nomor 23 Tahun 2018, berikut ini:

RK
Klarifikasi Ridwan Kamil di Instragram.

(*)
.



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH