Kesehatan
Tren Sleep Tourism Meningkat, Liburan untuk Perbaiki Pola Tidur Minat terhadap jenis pariwisata ini telah meroket sejak pandemi. (Foto: Pexels/Ron Lach)

PERGI berlibur untuk memperbaiki kebiasaan tidur mungkin bukan cara yang konvensional. Namun, sleep tourism semakin populer selama beberapa tahun belakangan dengan peningkatan jumlah paket bermalam yang fokus untuk tidur bermunculan di hotel dan resort di seluruh dunia.

Minat terhadap jenis pariwisata ini telah meroket sejak pandemi, dengan sejumlah perusahaan terkenal memusatkan perhatian mereka kepada orang-orang yang kurang tidur. Selama 12 bulan terakhir, Park Hyatt New York di AS telah membuka Bryte Restorative Sleep Suite, suite seluas 83 meter persegi yang diisi dengan fasilitas peningkat tidur.

Sementara, Rosewood Hotels & Resorts di Dallas, Texas baru-baru ini meluncurkan koleksi tempat peristirahatan yang disebut Alchemy of Sleep, yang dirancang untuk mempromosikan hal serupa.

Zedwell, hotel pusat tidur pertama di London yang memiliki kamar-kamar yang dilengkapi dengan peredam suara inovatif telah dibuka pada awal 2020.

Bukan hanya hotel, produsen tempat tidur Swedia, Hastens juga tidak mau ketinggalan dengan mendirikan Hästens Sleep Spa Hotel pertama di dunia, sebuah hotel butik dengan 15 kamar, di kota Coimbra.

Baca juga:

Metode Bernapas 4-7-8 Dapat Bantu Kamu untuk Tertidur

Fokus pada tidur

Tren Sleep Tourism Meningkat, Liburan untuk Perbaiki Pola Tidur
Pada akhirnya, wisatawan memesan hotel benar-benar untuk tidur. (Foto: Pexels/Vlada Karpovich)

Jadi mengapa tidur tiba-tiba menjadi fokus besar bagi industri pariwisata? Rebecca Robbins, seorang peneliti tidur dan rekan penulis buku Sleep for Success! percaya, bahwa perubahan ini sudah lama terjadi, terutama yang berkaitan dengan hotel.

"Orang sering mengasosiasikan perjalanan dengan makanan mewah, memperpanjang waktu tidur, tapi atraksi dan hal-hal yang dilakukan saat bepergian malah akan mengorbankan tidur," jelas Robbins. "Sekarang, saya pikir baru saja terjadi pergeseran seismik besar dalam kesadaran dan prioritas kolektif kita pada kesehatan dan kebahagiaan," tambahnya.

Pandemi global tampaknya telah memainkan peran besar dalam hal ini. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan, bahwa 40 persen dari lebih dari 2.500 orang dewasa yang ambil bagian melaporkan penurunan kualitas tidur mereka sejak awal pandemi.

"Telah ada perhatian yang meningkat untuk tidur di era COVID-19, dan kemungkinan besar, karena begitu banyak orang yang 'berjuang' dengan tidurnya," kata Robbins.

Baca juga:

Tidur Siang Baik untuk Kesehatan, Asal...

Tidur demi kesehatan

Tren Sleep Tourism Meningkat, Liburan untuk Perbaiki Pola Tidur
Jenis paket sleep tourism dari hotel dan resort sangat bervariasi. (Foto: Pexels/Jaime Rivera)

Ahli hipnoterapi, meditasi, dan pelatih holistik Malminder Gill juga memperhatikan perubahan sikap terhadap tidur.

“Karena tidak mengherankan jika tidur merupakan aspek penting dalam hidup kita. Kurang tidur dapat menyebabkan banyak masalah berbeda dalam tubuh, dan kesehatan mentalmu. Jadi, kecemasan, depresi, suasana hati yang buruk, perubahan suasana hati -- segala macam hal, di atas rasa lelah," jelas Gill.

Gill telah bermitra dengan Cadogan Belmond Hotel di London, untuk menciptakan layanan khusus yang melayani tamu dengan masalah tidur yang disebut Sleep Concierge.

Layanan sleep tourism biasanya mencakup rekaman meditasi yang merangsang tidur, menu bantal pilihan, weighted blanket, teh sebelum tidur yang dikembangkan khusus untuk layanan ini, hingga bantal beraroma.

"Kami telah mencoba menyusun peluang yang menguntungkan kami. Jika kita menggabungkan semua hal itu, saya akan mengatakan ada peluang lebih tinggi untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Namun, menurut saya tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua," sambungnya.

Jenis paket sleep tourism yang fokus pada tidur dari hotel dan resort juga sangat bervariasi, dengan konsep yang berbeda dan dengan pendekatan masing-masing. (aru)

Baca juga:

Tidur Lima Jam Tiap Hari Berbahaya untuk Kesehatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemilihan Umum Legislatif 2009 dan 2014 Digelar
Hiburan & Gaya Hidup
Pemilihan Umum Legislatif 2009 dan 2014 Digelar

Pemungutan suara digelar secara serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia.

5 Negara Ini Pernah Menjuarai SEA Games
Fun
5 Negara Ini Pernah Menjuarai SEA Games

SEA Games digelar dua tahun sekali.

Seribu Nama Odading
Kuliner
Seribu Nama Odading

Urusan beda nama odading ini bahkan juga ada di Belanda sana.

Stoffel Vandoorne Raih Gelar Juara Dunia Formula E 2021-2022
Fun
Stoffel Vandoorne Raih Gelar Juara Dunia Formula E 2021-2022

Unggul 33 poin atas Mitch Evans di klasemen akhir Formula E 2021-2022.

Tulus Kisahkan Hati yang Patah di Video Musik 'Nala'
ShowBiz
Tulus Kisahkan Hati yang Patah di Video Musik 'Nala'

Lagu 'Nala' berkisah tentang seseorang bernama Nala dan hatinya yang patah

Sains: Perempuan Bisa Ketahui Pria Lajang dari Aroma Tubuhnya
Fun
Sains: Perempuan Bisa Ketahui Pria Lajang dari Aroma Tubuhnya

Pria lajang punya bau badan yang khas.

3 Latihan untuk Membentuk Otot Perut
Fun
3 Latihan untuk Membentuk Otot Perut

Beberapa orang merasa percaya diri dengan memliki otot perut.

Inspirasi Kuliner untuk Sambut Hari Kasih Sayang
Fun
Inspirasi Kuliner untuk Sambut Hari Kasih Sayang

Sambut Hari Kasih Sayang dengan memasak beragam makanan.

Bahan Makanan yang Harus Ada dalam Menu Buka dan Sahur
Fun
Bahan Makanan yang Harus Ada dalam Menu Buka dan Sahur

Seberapa besar gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Nidji Recharge Lagu-Lagu Lama Jadi Lebih Fresh di Album Kompilasi Terbaru
ShowBiz
Nidji Recharge Lagu-Lagu Lama Jadi Lebih Fresh di Album Kompilasi Terbaru

Nidji hadirkan aransemen baru untuk berbagai lagu lama.