Tren Minuman Boba Makin Menjamur, Apakah Itu Aman untuk Kesehatan? Minuman boba masih jadi tren di 2020 (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

TREN minuman boba nampaknya belum selesai sejak booming pada 2019, dan semakin menjamur. Prediksi tahun ini minuman boba akan berbeda dari tahun sebelumnya, kita telah melihat banyak merek yang menjual minuman boba dengan beragam varian rasa. Karena bahan minuman ini berbahan dasar tapioka, boba juga dikatakan lebih sehat, minuman ini juga mengandung kalori yang rendah.

Melansir laman Dream, minuman boba dibuat menggunakan bahan-bahan makanan sehat, seperti yogurt, buah dingin ataupun makanan yang kalorinya rendah. selain itu, banyak kalangan millenial yang mengkonsumsi boba dengan mengurangi gula. Supaya tidak merasa bersalah, rumornya kalori yang ada pada boba sangat tinggi.

Baca juga:

Ancaman Gangguan Kesehatan di Balik Bubble Tea

Menurut foodies dan content creator, Windy, "tahun depan orang akan peka dengan makanan sehat, akan ada inovasi karena boba akan dibuat dari tepung tapioka dan kandungan gula yang besar," ujarnya. Penggemar boba tentu sering atau paling tidak seminggu dua kali mengkonsumsi minuman tersebut.

Racikan sirup, gula, dan topping yang menggugah selera. Tetapi, disarankan untuk mengkonsumsi secara bijak. Ada beberapa kasus mengenai masalah pencernaan dan disebabkan oleh minuman boba, dan untuk mereka yang memiliki masalah pencernaan tidak disarankan untuk mengonsumsinya. Teksturnya yang kenyal bisa menyebabkan masalah pencernaan. Ada sebagian orang yang minum boba langsung sedot dan telan, padahal seharusnya dikunyah terlebih dahulu.

Minuman Boba Makin Menjamur, Apakah Itu Aman untuk Kesehatan?
Meracik minuman boba (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Menurut Marketing Director VAV, Andrew Mailuhu, "bukan berarti punya brand boba gue bilang bagus. Enggak, boba tetap berbahaya jika diminum terlalu banyak. juga orang yang punya pencernaan berbeda-beda," ujarnya.

Menurut Penelitian yang dirilis Food Science and Nutrition pada Januari 2017, jika bubble drink atau yang disebut dengan boba yang ukurannya 473 ml, biasanya memiliki 60 gram tapioca pearl yang setara dengan 170-200 kalori. Jadi, kira-kira jumlah kalori segelas pada boba drink sebanyak 310-340 kalori.

Baca juga:

Intip Nih Cara Pembuatan Menu Andalan Xing Fu Tang

Adapun penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa program diploma Applied Food Science and Nutrition di Termasek Polytechnic, Singapura. Mereka menguji enam merek bubble tea dan memeriksa kandungan gulanya, lalu menguji dengan refraktometer serta melihat berapa jumlah gula di dalam minuman itu. tetapi, tidak menguji berapa banyak kandungan gulanya yang ada dalam boba dan gulanya.

Dari hasil yang di publikasi, tiga dari lima merek bubble tea atau boba menunjukkan bahwa kandungan gulanya sangat tinggi. Salah satunya adalah Winter Melon Tea mengandung 80 gram gula (16 sdt), Brown Sugar Milk Tea 92,5 gram gula (18,5 sdt), terakhir Bubble Milk Tea dengan 100 persen mengandung 102,5 gram (20,5 sdt).

Minuman Boba Makin Menjamur, Apakah Itu Aman untuk Kesehatan?
Minuman boba didandani biar lebih menggugah selera (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Sedangkan, menurut Pelatih Kesehatan Bersertifikat Fungsional Kedokteran di The Nutrition Clinic, Bonnie Rogers, "Jika kita melihat sifat adiktif gula bahwa minuman ini populer dan banyak orang tua melihat ini sebagai pilihan yang sehat dibandingkan dengan minuman ringan," ujarnya.

Jadi apakah kalian para penggemar minuman bubble atau Boba ini masih mengkonsumsi secara berlebihan tanpa memperdulikan kesehatan tubuh? (Bfm)

Baca juga:

Tips Mencari Gerai Boba Terbaik Ala Michelle Ziudith



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH