Tren Liburan ala Mobilemoon, Apa Itu? Tren mobilemoon, liburan bersama gawai (Foto: Pexels/Bruno Cervera)

SEMPAT populer tren buddymoon dan babymoon. Kini, tren mobilemoon jadi gaya liburan yang dipopulerkan Expedia. Tren perjalanan bagi para petualang solo. Memilih liburan bersama gawai daripada teman. Keunikkan baru yang terjadi di generasi milenial.

Tren ini mencirikan generasi muda terbiasa berinteraksi di sosial media daripada dunia nyata. Menghabiskan waktu bersama gawai, menghiraukan orang sekitar. Untuk mengenal lebih dalam, berikut ini merahputih.com telah mengumpulkan 4 fakta terkait tren liburan ala mobilemoon.


Baca Juga:

Perempuan, Perhatikan Hal ini saat Melakukan Solo Traveling

1. Mayoritas generasi muda

Tren Liburan Mobilemoon
Tren mobilemoon dimunculkan generasi milenials. (Foto: Pexels/Artem Beliaikin)

Liburan ala mobilemoon seringkali terjadi pada kalangan remaja. Mobilemoon atau lebih dikenal berwisata bersama gawai banyak dipilih oleh solo pelancong. Sekitar 83 persen generasi Z dan 80 persen generasi milenial yang berwisata ala mobilemoon seperti yang dilansir dari laman rga.


2. Mengutamakan gawai

Tren Liburan Mobilemoon
Sangat mengandalkan gawai. (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

Gawai jadi navigasi utama saat melancong. Merasa percaya diri, liburan tak melulu membutuhkan dampingan orang lain. Berkeliling dipandu gawai dengan aplikasi pendukung jadi kebutuhan saat berwisata seorang diri. Gawai dijadikan sebagai pemandu atau peta ke destinasi, perantara pemesanan akomodasi, aplikasi penyedia promosi untuk berbelanja, alat komunikasi dan saku daring. Dilakukan bersama gawai. Memenuhi kebutuhan selama liburan.

Sekitar 33% orang Amerika memilih perjalanan solo bersama ponsel pribadi, demikian yang ditulis oleh laman rga yang diungkapkan oleh Expedia Solo Travel Report.

Baca Juga:

Generasi Milenial Lebih Memilih Melancong Ketimbang Bercinta


3. Mengenal diri sendiri

Tren Liburan Mobilemoon
Melatih diri untuk lebih mandiri. (Foto: Pexels/Clem Onojeghuo)

Melakukan perjalanan solo bisa mengasah kepercayaan dirimu. Selama menjalani liburan seorang diri, kamu akan lebih mengenal kelebihan dan kelemahan pribadi. Tak hanya itu, pelancong tunggal bisa leluasa memutuskan keinginan sendiri selama berpergian. Mulai dari pilihan transportasi, akomodasi, destinasi hingga kegiatan selama berpergian. Berwisata tunggal juga memaksamu untuk keluar dari zona nyaman. Melatih diri untuk lebih mandiri.


4. Bereksperimen

Tren Liburan Mobilemoon
Liburan sendirian memicu adrenalin. (Foto: Pexels/Oleg Magni)

Pelancong solo cenderung memilih destinasi yang menenangkan dan memicu ardenalin. Hal yang pertama kali ditemui akan memberikan rasa penasaran. Sehingga, sering melakukan ekperimen saat bepergian sendirian. Kondisi ini terus terjadi saat melakukan perjalanan perdana. Pelancong tersebut akan merasa terdorong untuk mencoba berbagai hal yang ditemukan di gawainya. (dys)


Baca Juga:

5 Alat Sederhana yang Berguna Saat Traveling


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH