Tren Kenaikan COVID-19 Empat Libur Panjang Jadi Pertimbangan Larangan Mudik Dokumentasi - Pemudik saat berada di terminal WA Gara Palangka Raya, Minggu (2/6/2019). (ANTARA/Rendhik Andika)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah diambil setelah melalui berbagai macam pertimbangan.

Salah satunya adalah pengalaman kenaikan kasus empat kali libur panjang.

Kebijakan larangan mudik ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 tidak lebih meluas lagi.

Baca Juga:

Besok Bansos COVID-19 Pempus Cair, Turun Dobel Rp600 Ribu

“Kita harus tetap mencegah penyebaran wabah COVID-19 untuk tidak lebih luas lagi,” kata Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4).

Karena itu, lanjut Jokowi, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada Lebaran tahun ini.

“Keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan karena pada tahun lalu terjadi tren kenaikan kasus setelah empat kali libur panjang,” ujar Jokowi.

Pertama, pada saat libur Idulfitri tahun 2020. Terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen.

Kenaikan COVID-19 kedua, terjadi saat libur panjang pada 20-23 Agustus 2020.

"Di mana mengakibatkan terjadi kenaikan sampai 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat hingga 57 persen,” ungkap Jokowi.

Presiden Joko Widod. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Lukas/aa.
Presiden Joko Widod. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Lukas/aa.

Ketiga, terjadi saat libur panjang 28 Oktober sampai 1 November 2020 yang menyebabkan terjadi kenaikan kasus COVID-19 sampai 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan sampai 75 persen.

Dan keempat, terjadi kenaikan saat libur akhir tahun pada 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021, yang mengakibatkan kenaikan jumlah kasus mencapai harian 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan sampai 46 persen.

Jokowi mengatakan, kasus aktif COVID-19 di Indonesia telah mengalami perbaikan dalam dua bulan terakhir.

Pada 5 Februari 2021 kasus aktif mencapai 176.672. Angka ini melandai hingga 108.032 kasus pada 15 April 2021.

Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun.

Pada Januari 2021, kasus harian mencapai 14.000- 15.000 kasus per hari, tapi kini berada di kisaran 4.000-6.000 kasus.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 DKI Bertambah 979 Orang Per Jumat (16/4)

Tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan.

Pada 1 Maret 2021 ada 1.151.915 orang yang dinyatakan sembuh, sementara pada 15 April 2021 meningkat menjadi 1.438.254 orang.

Jokowi pun meminta seluruh pihak menjaga momentum baik ini. Ia mengajak masyarakat patuh pada aturan pemerintah mengenai larangan mudik.

"Mari kita isi Ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita, dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat," tuturnya. (Knu)

Baca Juga:

Waspada, Kasus COVID-19 DKI Mulai Naik Lagi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas COVID-19 Akui Kesulitan Tracing Massa di Petamburan dan Megamendung
Indonesia
Satgas COVID-19 Akui Kesulitan Tracing Massa di Petamburan dan Megamendung

Petugas kesehatan mengaku kesulitan untuk melakukan tracing atau pelacakan COVID-19 kepada massa di Petamburan, Jakarta dan Megamendung, Bogor.

SBMPTN 2021 Solusi Gagal Masuk Kampus Negeri Jalur Undangan, Intip Caranya
Indonesia
SBMPTN 2021 Solusi Gagal Masuk Kampus Negeri Jalur Undangan, Intip Caranya

Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ditutup 1 April 2021.

Imleknas 2021 Digelar Virtual, PKB: Bisa Jadi Contoh yang Baik
Indonesia
Imleknas 2021 Digelar Virtual, PKB: Bisa Jadi Contoh yang Baik

PKB mengucapkan selamat Imlek, gong ci fa chai

Kampung Halamannya Diguncang Bom Bunuh Diri, Ini Reaksi Jusuf Kalla
Indonesia
Kampung Halamannya Diguncang Bom Bunuh Diri, Ini Reaksi Jusuf Kalla

Jusuf Kalla yang juga Ketua PMI ini meminta agar aparat keamanan dapat segera mengungkap motif dan menangkap jaringan pelakunya.

Berlibur di Zona Orange dan Merah Berisiko Tertular COVID-19 Lebih Tinggi
Indonesia
Berlibur di Zona Orange dan Merah Berisiko Tertular COVID-19 Lebih Tinggi

Ia menegaskan masyarakat yang tetap melakukan wisata atau berlibur ke zona oranye atau merah, maka risiko tertular COVID-19 jauh lebih tinggi

Jabar Siapkan Kapasitas Limbah COVID-19 hingga 24 Ton Per Hari
Indonesia
Jabar Siapkan Kapasitas Limbah COVID-19 hingga 24 Ton Per Hari

Limbah medis merupakan segala jenis sampah yang mengandung bahan infeksius atau bahan yang berpotensi infeksius.

Kejagung Tetapkan Komut Pelangi Putera Property Tersangka Korupsi BTN
Indonesia
Kejagung Tetapkan Komut Pelangi Putera Property Tersangka Korupsi BTN

Kejagung menetapkan Komisaris Utama PT Pelangi Putera Property, Ghofir Effendy sebagai tersangka baru dalam kasus BTN

Prabowo Tegaskan Siap Bangun Kerja Sama Pertahanan Lebih Kuat dengan Korsel
Indonesia
Prabowo Tegaskan Siap Bangun Kerja Sama Pertahanan Lebih Kuat dengan Korsel

Pada 27 April 2020, Korea Selatan memberikan bantuan 10.000 perangkat uji usap PCR kepada Kementerian Pertahanan

Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 6,5
Indonesia
Enggano Bengkulu Diguncang Gempa Magnitudo 6,5

Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Bengkulu tepatnya berpusat di laut 80 km barat daya Enggano, Bengkulu, Rabu pukul 19.52 WIB.