Transfer Teknologi Tuntas, Whoosh Kini Dikelola 100% Tenaga Lokal

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Transfer Teknologi Tuntas, Whoosh Kini Dikelola 100% Tenaga Lokal

Kereta Cepat Jakarta- Bandung. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Operasional Whoosh kini memasuki babak baru. Pengelolaan kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu resmi dijalankan sepenuhnya oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Sebanyak 574 personel telah menuntaskan proses handover atau perpindahan pengelolaan dari teknisi ahli asal China. Penguatan juga datang dari KAI Group untuk memastikan transisi berjalan mulus.

Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menyatakan bahwa tahun ini operasional Whoosh telah sepenuhnya ditangani tenaga lokal.

“Pada tahun ini operasional Whoosh dapat dijalankan 100 persen oleh tenaga lokal,” kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2).

Baca juga:

Libur Imlek Penumpang Whoosh Melonjak 25%, Tiap Hari 24-25 Ribu Orang

Dari total 574 personel tersebut:

  • 144 orang bertugas pada fungsi operasional
    • 66 masinis
    • 31 petugas pusat kendali operasi (mengatur perjalanan real time)
  • 80 personel menangani perawatan sarana dan memastikan keandalan rangkaian kereta setiap hari
  • 350 personel lainnya menjaga kesiapan prasarana seperti jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan, dan komunikasi

Seluruh elemen ini memastikan perjalanan berlangsung aman, stabil, dan tepat waktu.

Dalam fase pengalihan, KAI Group menugaskan 191 pegawai perbantuan yang terdiri atas:

  • 154 pegawai KAI Induk
  • 37 pegawai KAI Commuter

Penempatan ini bertujuan memperkuat alih kompetensi, menjaga disiplin keselamatan, serta memastikan standar operasional tetap konsisten selama masa transisi.

Anne menegaskan, momentum ini menunjukkan penguasaan teknologi dan tata kelola modern Indonesia terus berkembang.

“Momentum ini memperlihatkan bahwa penguasaan teknologi dan tata kelola modern terus berkembang seiring peningkatan kualitas SDM nasional serta penyerapan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Baca juga:

Waspadai Modus Baru Penipuan, Ngaku Pengelola Whoosh

Proses transfer knowledge untuk masinis Whoosh juga berjalan lebih cepat dari rencana awal.

Jika di China proses serupa bisa memakan waktu hingga tiga tahun, pengoperasian Whoosh berhasil menyelesaikan tahapan tersebut dalam waktu sekitar 1,5 tahun.

Percepatan ini dimungkinkan karena para masinis merupakan masinis KAI berpengalaman, dengan jam terbang minimal 3.000 jam atau setara 100 ribu kilometer perjalanan kereta konvensional.

Capaian ini menjadi bagian penting dalam sejarah transportasi Indonesia. Selain menandai kemandirian operasional, keberhasilan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang mengoperasikan kereta cepat secara mandiri.

“Keberhasilan ini memperkuat arah pengembangan KAI sebagai operator berstandar global,” tutup Anne. (Knu)

#Whoosh #KCIC #PT KAI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Indonesia
Perpres Pengalihan Saham dan Utang Whoosh ke Kemenkeu Tengah Disiapkan
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih kepemilikan 60 persen saham di KCIC atau Whoosh.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Perpres Pengalihan Saham dan Utang Whoosh ke Kemenkeu Tengah Disiapkan
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Indonesia
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Tiket dengan tarif diskon juga tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau promo lain, tetapi tetap bisa dibatalkan atau dijadwalkan ulang sesuai ketentuan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ulang Tahun, PT KAI Berikan Diskon 81 Persen
Indonesia
Penumpang Terus Membludak, Armada KRL Didesak Terus Ditambah
Rata-rata pengguna KRL Jabodetabek saat ini mencapai 1,1 juta penumpang per hari, bahkan dapat mencapai 1,3 juta penumpang pada kondisi tertentu.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Penumpang Terus Membludak, Armada KRL Didesak Terus Ditambah
Bagikan