Transfer Rp 18,9 Triliun Standard Chartered Libatkan Sejumlah Pengusaha Indonesia Ilustrasi. (Facebook/Standard Chartered)

MerahPutih.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menyatakan terdapat dugaan transfer janggal nasabah Indonesia di Standard Chartered Plc sebesar US$ Rp 1,5 miliar atau Rp 18,9 triliun dari wilayah Guernsey, Inggris, ke Singapura untuk menggelapkan dan menghindari kewajiban pajak (tax evasion).

"Hasil analisis kami sudah dikirim ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu karena memang dugaan sementara itu adalah tax evasion (tax fraud)," kata Wakil Ketua PPATK Dian Ediana Rae seperti dikutip Antara News di Jakarta, Senin (9/10).

Dian menegaskan pelanggaran hukum dengan menghindari kewajiban pajak masih bersifat dugaan sementara. Motif pasti nasabah tersebut harus menunggu penyelidikan yang dilakukan DJP.

Dian mengatakan PPATK sudah mengendus transfer dana yang janggal ini sejak beberapa bulan lalu. Dia mengatakan transfer dana besar ini melibatkan sejumlah perusahaan dan pengusaha WNI.

Dia enggan menjelaskan lebih lanjut, dengan alasan masih berkoordinasi dengan DJP dan menunggu hasil penyelidikan DJP.

PPATK juga, kata Dian, masih mendalami apakah transfer dana tersebut terindikasi sebagai modus pencucian uang atau tidak.

"Agar tidak menimbulkan simpang siur, dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu, lebih baik kita tunggu dulu hasil investigasi DJP, dan keterangan yang akan disampaikan mereka," ujar dia.

Merujuk pada laporan Bloomberg dan South China Morning Post, regulator di Eropa dan Asia sedang melakukan investigasi terhadap Standard Chartered Plc atas transfer dana milik nasabah khusus sebesar USD 1,4 miliar dari Guernsey, yang merupakan daerah kekuasaan Inggris, ke Singapura pada akhir 2015.

Dalam laporan itu disebutkan, aset yang ditransfer tersebut sebagian besar milik nasabah Indonesia. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH