Transaksi Pakai QRIS Telah Capai Rp 24,97 Triliun

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 November 2023
Transaksi Pakai QRIS Telah Capai Rp 24,97 Triliun
Ilustrasi transaksi digital. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Transaksi perbankan digital terus mengalami lonjakan signifikan. Transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sudah mulai menjadi kebiasaan terutama di kota besar.

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Arya Rangga Yogasati mengatakan volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 1,596 miliar transaksi per Oktober 2023.

Baca Juga:

Satgas BLBI Sita Gedung Tamara Center Sudirman Milik Obligor Bank Indonesia Raya

"Pertumbuhan dan perkembangan QRIS sendiri menggembirakan," kata Arya dalam acara Bulan Fintech Nasional 2023: Fintech Talk bersama GoTo Financial di Jakarta, Selasa (29/11).

Sementara per Oktober 2023 nominal transaksi QRIS tumbuh melesat hingga 186,08 persen secara year on year (yoy) mencapai Rp 24,97 triliun.

Arya mengatakan, jumlah pengguna QRIS mencapai 43,44 juta dan jumlah merchant QRIS menjadi 29,63 juta yang sebagian besar merupakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). BI menargetkan pengguna QRIS sebanyak 45 juta hingga Desember 2023.

"Jumlah merchant QRIS ini mencapai 29,63 juta di mana 92 persen itu adalah UMKM, dan kalau kita urai 55 persennya itu adalah pelaku usaha mikro," ujarnya.

Ia menuturkan, kebijakan dan inovasi QRIS diarahkan sebagai entry point ke ekosistem digital bagi UMKM untuk mendukung inklusi ekonomi dan keuangan serta konektivitasnya.

BI terus mendorong UMKM untuk bisa on boarding memiliki akses ke pembayaran digital sehingga mereka bisa masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital seperti e-commerce.

"Sebagai sebuah kanal pembayaran, QRIS memiliki keunggulan cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CEMUMUAH) dalam memfasilitasi kebutuhan transaksi masyarakat di era digital, baik bagi masyarakat maupun pedagang atau merchant," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen

#Ekonomi Indonesia #Inflasi
Bagikan
Bagikan