Tragis, Pulang Jenguk Istri, Mantan Pejabat Penting ini Langsung Ditangkap Mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif (Foto: ndtv.com)

MerahPutih.Com - Tensi politik menjelang pemilihan umum di Pakistan benar-benar mencekam. Selain bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya, ada tokoh politik yang juga mantan pejabat penting yang ditangkap.

Mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif termasuk salah satu korban persaingan politik di negaranya. Jumat (13/7) malam, saat baru kembali menjenguk istrinya yang sakit di London, Sharif langsung ditangkap.

Otoritas Pakistan menyatakan Nawaz Sharif ditangkap di Lahore untuk menjalani hukuman 10 tahun penjara terkait kasus korupsi.

Nawaz Sharif bersama Putrinya Maryam
Nawaz Sharif bersama putrinya memberikan pernyataan pers di Lahore (Foto: hindustantimes.com)

Sharif, yang didampingi putrinya, Maryam Nawaz, mendarat di Lahore sekitar pukul 20.45 waktu setempat. Maryam juga dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun.

Sebelum ditangkap Nawaz Sharif dan putrinya berada di London untuk merawat istrinya, yang sakit berat ketika pengadilan antikorupsi menjatuhkan hukuman penjara bagi mereka karena korupsi.

Petugas keamanan bandar udara mengelilingi Sharif dan Maryam dan mengarahkan mereka untuk memasuki pesawat lain, yang akan membawa keduanya ke lembaga pemasyarakatan di kota Rawalpindi di dekat ibu kota negara Pakistan, Islamabad.

Nawaz Sharif ketika tiba di Lahore dari London
Mantan PM Nawaz Sharif saat tiba di Lahore dari London (Foto: hindustantimes.com)

Pengadilan Akuntabilitas, yaitu pengadilan antikorupsi Pakistan, menetapkan pada 6 Juli bahwa Nawaz Sharif memiliki kekayaan jauh di luar pendapatannya serta menyembunyikan properti di luar negeri.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, pengadilan menjatuhkan denda sebesar 8 juta pound Inggris (sekitar Rp152,2 miliar) atas Nawaz Sharif dan 2 juta pound (sekitar Rp38 miliar) bagi Maryam Nawaz.

Menantu laki-laki Nawaz Sharif, Mohammad Safdar, dikenai hukuman penjara selama satu tahun.

Pada Juli 2017, Sharif harus mengundurkan diri sebagai perdana menteri setelah Mahkamah Agung menetapkan bahwa Sharif tidak dapat menjalankan jabatan pemerintahan apa pun karena menyembunyikan pendapatannya.

Pada April, pengadilan tertinggi Pakistan juga melarang Nawaz Sharif seumur hidupnya menjabat anggota parlemen dan memimpin partai politik.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Bom Bunuh Diri Guncang Kampanye di Pakistan, 70 Orang Tewas dan 120 Luka-Luka



Eddy Flo