Tragedi di Waduk Kedung Ombo, Bapas Upayakan Hukuman Diversi pada Nahkoda Kapal Kasi Bimbingan Klien Anak Bapas Surakarta, Saptiroch Mahanani, Selasa (25/5). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Kota Surakarta, Jawa Tengah telah menyelesaikan Proses Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) terhadap nahkoda kapal maut GTH (13).

Diketahui, GTH ditetapkan Polres Boyolali sebagai tersangka tergulingnya kapal wisata yang di Waduk Kedung Ombo (WKO) di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali pada Sabtu (15/5). Akibat kejadian itu 11 orang selamat dan 9 orang meninggal dunia.

Baca Juga

Kecelakaan Kapal Waduk Kedung Ombo, Nahkoda dan Pemilik Warung Jadi Tersangka

"Proses diversi baru bisa kami dilaksanakan setelah ada uang duka dari pihak GTH kepada pihak keluarga sembilan korban," ujar Kasi Bimbingan Klien Anak Bapas Surakarta, Saptiroch Mahanani, Selasa (25/5).

Dikatakannya, uang tersebut istilahnya sebagai pengganti pihak keluarga untuk melakukan selamatan mulai dari peringatan tujuh hari sampai 1000 hari. Untuk besaran uang duka Rp 2 Juta sampai Rp 5 Juta

"Dia (GTH) memiliki waktu tiga pekan guna memberikan hak para korban tersebut," kata dia.

 Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal wisata terguling di Waduk Kedung Ombo (WKO), Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (16/5). (MP/Ismail)
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal wisata terguling di Waduk Kedung Ombo (WKO), Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (16/5). (MP/Ismail)

Setelah uang duka diberikan pada para korban, kata dia, penyelesaian kasus secara diversi bisa dilakukan. Namun, jika tidak terlaksana, kasus ini akan naik ke jenjang berikutnya atau ditangani Kejaksaan Negeri setempat.

"Apapun nanti hasilnya, tetap kita lakukan pendampingan terhadap anak tersebut," ucap dia.

Ia mengatakan dalam kasus melibatkan anak imi biasanya lebih ke sanksi sosial, yakni membersihkan lingkungan, atau masjid, dan sebagainya dengan batas waktu yang ditentukan. Dengan sanksi itu tujuannya untuk membentuk anak agar lebih bertanggung jawab.

"Dari keluarga korban sudah menerima hal ini dan menganggap kejadian ini sebagai musibah yang tak disengaja," tegasnya

Ia menambahkan pihak keluarga sendiri juga bersedia agar kasus ini diselesaikan secara diversi bersyarat, karena baru mengetahui kalau nahkoda perahu masih anak di bawah umur. Bapas berharap kasus serupa tidak terulang.

Diberitakan sebelumnya, Kecelakaan air terjadi di Waduk Kedung Ombo (WKO) di Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5) pukul 11.30 WIB.

Kapal wisata WKO yang ditumpangi 20 orang terguling. Sebanyak tujuh dari 9 orang ditemukan meninggal dunia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

9 Korban Tewas Kapal Terguling di Waduk Kedung Ombo Boyolali Ditemukan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak
Indonesia
Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak

Peningkatan volume juga disumbang oleh para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah

Desainer Indonesia Diduga Pesan Organ Ilegal dari Brazil, Polri Konfirmasi ke Interpol
Indonesia
Desainer Indonesia Diduga Pesan Organ Ilegal dari Brazil, Polri Konfirmasi ke Interpol

Dugaan keterlibatan perancang busana Indonesia itu berawal dari penggerebekan di Amazonas State University di Kota Manaus, Brasil.

Kasus COVID-19 Nasional Bertambah 382, Jakarta Paling Banyak
Indonesia
Kasus COVID-19 Nasional Bertambah 382, Jakarta Paling Banyak

Penambahan kasus harian COVID-19 terus terjadi. Namun, angkanya kini berhasil ditekan dibawah 400an. Indonesia mencatat sebanyak 382 kasus baru COVID-19, Minggu (24/4) menjadi 6.044.150. Lalu, pasien sembuh bertambah 2.168 menjadi 5.870.419. Kemudian, pasien meninggal bertambah 33 menjadi 156.100.

1,1 Ton Sabu Gagal Beredar di Indonesia, Kapolri Ingin Ada 'Kampung Tangguh Narkoba'
Indonesia
1,1 Ton Sabu Gagal Beredar di Indonesia, Kapolri Ingin Ada 'Kampung Tangguh Narkoba'

Sigit menyerukan kepada anggota untuk perang melawan narkoba

Vaksinasi COVID-19 Warga Badui Dilakukan dengan Sistem Jemput Bola
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Warga Badui Dilakukan dengan Sistem Jemput Bola

Pelaksanaan vaksinasi massal yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak secara serentak.

Revisi UU Otsus Papua Sasar Pengawasan Tata Kelola Keuangan
Indonesia
Revisi UU Otsus Papua Sasar Pengawasan Tata Kelola Keuangan

Demi kepentingan efektivitas, efisiensi, dan kebermanfaatan, memandang perlu perbaikan tata kelolanya sehingga skema besaran dana otsus diatur

Call Center Layanan Isi Ulang Oksigen Jatim Layani 1.600 Penelepon Per Hari
Indonesia
Call Center Layanan Isi Ulang Oksigen Jatim Layani 1.600 Penelepon Per Hari

Layanan isi ulang gratis oksigen dari Pemprov Jatim tersebut diresmikan pada 17 Juli 2021 lalu itu dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jatim.

Direktur KPK Sebut Debat dengan Firli Soal TWK untuk Mencerdaskan Publik
Indonesia
Direktur KPK Sebut Debat dengan Firli Soal TWK untuk Mencerdaskan Publik

"Tetapi yang penting bukan menang kalah, ini sarana kita untuk mencerdaskan pada publik, karena tes wawasan kebangsaan ini tertutup sekali," kata Giri

Presiden Jokowi Serahkan Nama Calon Panglima TNI ke DPR Awal November
Indonesia
Presiden Jokowi Serahkan Nama Calon Panglima TNI ke DPR Awal November

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih memberikan waktu kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait calon pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun pada November 2021.

Usut Kasus Edy Mulyadi, Bareskrim Polri Sampai Periksa 38 Saksi
Indonesia
Usut Kasus Edy Mulyadi, Bareskrim Polri Sampai Periksa 38 Saksi

"Sehingga total keseluruhan sampai hari ini telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 30 orang saksi dan delapan saksi ahli," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan