Tradisi Unik Bulan Ramadan Berbagai Negara Meriam Ramadhan di Arab Saudi. (Foto/Reuters)

SETIAP bulan Ramadan tiba, umat Islam di seluruh dunia selalu menyambutnya dengan gembira dan penuh suka cita. Bulan yang dianggap sebagai penghulu dari segala bulan ini memiliki keutamaan sendiri. Pada zama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, para sahabat selalu dimotivasinya untuk semangat mengerjakan amal saleh.

Kebiasaan ini terus berjalan hingga sepeninggalan Rasul. Para sahabat dan tabiin kala itu, selalu melakukan amal baik di bulan Ramadan. Hingga saat ini, kebiasaan baik tersebut terus berjalan bahkan telah menjadi tradisi di masing masing negara. Hal ini disebabkan karena rutin dilakukan setiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri ada kebiasaan berbuat baik yang telah menjadi tradisi, seperti 'Sahur on The Road'. Kali ini, merahputih.com akan memaparkan beberapa tradisi amalan baik di bulan Ramadan yang dilakukan di berbagai negara.

Tabuh Lodra di Albania

Tabuh Lodra di Albania. (Foto/YouTube.com)
Tabuh Lodra di Albania. (Foto/YouTube.com)

Jika di Indonesia penanda waktu berbuka puasa adalah bunyi sirine. Namun hal ini tidak akan kalian temui di Albania. Negara yang terletak di benua Eropa ini, juga memiliki penduduk yang banyak memeluk agama Islam. Di sana, saat bulan Ramadan ada tradisi unik untuk mengingatkan orang akan datangnya waktu Sahur dan Berbuka. Tradisi bernama menabuh Lodra.

Lodra merupakan alat musik sejenis gendang. Alat ini terdiri dari dua gendang dengan suara yang berbeda. Sebelum waktu berbuka tiba, sekelompok orang dari masyarakat Gibsi akan turun kejalan. Mereka akan menabuh benda tersebut jika waktu magrib tiba, begitu juga dengan waktu Sahur. Biasanya, para penabuh akan mendapatkan upah atas pekerjaan tersebut.

Festival Fanous di Mesir

Fanous di Mesir. (Foto/Amr Abdallah Dalsh/Reuters)
Fanous di Mesir. (Foto/Amr Abdallah Dalsh/Reuters)

Fanous merupakan tradisi lentera yang dilakukan oleh penuduk Mesir. Fanous dipakai untuk alat dekorasi pada saat bulan Ramadan datang. Lentera tersebut biasa dipasang di jalan-jalan, di depan rumah, atau di depan toko. Saat festival Fanous berlangsung, biasanya yang membawa lentera-lenteranya adalah anak-anak.

Tradisi ini terjadi karena kebiasaan orang dahulu yang memasang lentera di depan rumahnya sebagai penerang jalan menuju masjid. Karena dahulunya, alat penerang seperti lampu dan senter sangat susah.

Meriam Ramadhan di Arab Saudi

Tradisi Meriam Ramadan Mekah. (Foto/wajibbaca.com)
Tradisi Meriam Ramadan Mekah. (Foto/wajibbaca.com)

Di Saudi Arabia, atau tepatnya di Mekah tradisi unik menandakan waktu berbuka tergolong cukup ekstream. Jika di Indonesia kita biasa mendengar bunyi bedug, di Saudi justru kita akan mendengarkan ledakan meriam. Bila kamu berada di dekat Masjidil Haram saat bulan Ramadhan, bunyi meriam yang melepaskan peluru terdengar cukup jelas. Selama 50 tahun terakhir, bunyi meriam inilah yang menjadi tanda masuknya waktu berbuka.

Sama dengan di Mesir. Alasan di Mekah memakai meriam sebagai penanda sama-sama tak memiliki persediaan listrik yang kurang. Meski kini ketersediaan listrik sudah merata, budaya meriam ini tetap dipertahankan.

Pasar Shorja di Iraq

Pasar Shorja di Iraq. (Foto/kuatabuasmuni.wordpress.com)
Pasar Shorja di Iraq. (Foto/kuatabuasmuni.wordpress.com)

Pasar Shorja merupakan pasar yang sangat terkenal di Baghdad, Ibu Kota Iraq. Pasar yang sudah berusia 400 tahun ini akan kebanjiran pembeli setiap bulan Ramadhan tiba. Pasar ini buka dari sore hingga malam. Pasar Shorja menyediakan kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan. Dari bahan mentah untuk membuat makanan khas Iraq hingga kebutuhan pokok.

Pasar ini ramai karena banyak faktor pendukung lainnya. Bukan hanya bahan yang lengkap, ternyata di waktu siang hari di sana sudah ada permainan yang sangat digemari oleh kaum laki-laki Iraq. Permainan ini bernama mheibis, atau permainan cincin. Peserta harus menutupi seluruh tangan dengan selimut. Sebuah cincin diberikan kepada seorang peserta dan peserta lain harus menebak di tangan siapakah cincin tersebut dipasangkan. (*)

Kredit : zaimul

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib