Tradisi-Tradisi Minta Berkah di Indonesia Tiap tradisi bersangkutan pula dengan aktivitas keseharian masyarakat. (Foto: Pexels/Tom Fisk)

INDONESIA negeri kaya tradisi. Tiap hal punya tradisi. Dan tiap tradisi bersangkutan pula dengan aktivitas keseharian masyarakat. Bahkan bila itu sebatas ungkapan syukur.

Tiap masyarakat punya ungkapan syukur dalam bentuk berbeda yang terwujud dalam ritual tertentu. Meski begitu, maknanya hampir serupa: agar keberkahan dari hasil pangan dan lahan yang didapatkan dapat bertambah. Artinya, ritual tersebut bertujuan meminta banjir berkah.

Inilah beberapa tradisi yang dilakukan masyarakat lokal atas berkah yang didapatkannya sekaligus pula sebagai pengharapan banjir berkah.

Baca juga:

Pasca Pandemi, Promotor Banjir Berkah

1. Tradisi Maccera Manurung

maccera manurung
Ayunan ektrem bernama Maddoa dalam tradisi Tradisi Maccera Manurung. (Foto: YouTube/Zona Gado Gado)

Dilansir dari warisanbudaya.kemendikbud, Maccera Manurung dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Enrekang, Kaluppini, Sulawesi Selatan. Tradisi ini hanya dilakukan 8 tahun sekali.

Tradisi ini digelar sebagai ritual untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah. Waktunya empat hari berturut-turut yang dimulai hari Jum'at dan terbagi dalam beberapa tahapan.

Maccera Manurung dipimpin oleh tetua adat setempat. Salah satu tahapan unik adalah berayun di ayunan raksasa bernama Maddoa.

Ritual ini boleh diikuti oleh warga setempat dan warga dari luar wilayah Kaluppini. Ada sejumlah larangan selama ritual berlangsung. Antara lain dilarang memakai busana berwarna kuning, merokok, memakai emas, memakan ubi jalar, menyalakan lampu, dan membawa senjata tajam.

2. Tradisi Gunungan

gunungan
Tradisi Gunungan jadi simbol kemakmuran Keraton Yogyakarta yang akan dibagikan kepada masyarakat. (Foto: YouTube/KratonJogja)

Tradisi Gunungan berkaitan dengan upacara Grebeg. Melansir dari Indonesiakaya, Gunungan adalah sebuah tradisi berbagi makanan hasil bumi yang disusun secara bertingkat menyerupai gunung.

Tradisi ini tersua di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Biasanya dilakukan tiga kali dalam setahun yang terdiri dari Grebeg Maulud, Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar. Tradisi ini berkembang jadi tontonan yang memikat wisatawan asing dan domestik.

Tradisi Gunungan jadi simbol kemakmuran Keraton Yogyakarta yang akan dibagikan kepada masyarakat. Orang Keraton percaya dengan berbagi, berkah akan bertambah.

Sebaliknya, rakyat jelata meyakini semua bagian yang terdapat di Gunungan mampu memberikan berkah kepada kehidupannya. Tak mengherankan masyarakat berebut bagian dari gunungan tersebut.

Baca juga:

Hujan Deras Bikin Banjir, Jadi Berkah Bagi Bengkel Kendaraan

3. Tradisi Laliq Ugal

laliq ugal
Tradisi berbentuk ritual untuk meminta berkah dari dewi kesuburan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur. (Foto: YouTube/Novitharahayu Husun)

Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Dayak Bahau di Kalimantan Timur. Tradisi berbentuk ritual untuk meminta berkah dari dewi kesuburan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur. Dari tanaman yang subuh, masyarakat akan akan hidup sejahtera, bersih, dan alam juga jadi suci pada awal waktu menanam.

Tradisi ini terbagi beberapa tahap. Tahap pertama adalah membuka lahan. Kedua, melakukan upacara kecil dengan meletakkan delapan telur ayam kampung di atas bambu. Dilanjutkan dengan mengorbankan seekor anak ayam dan memotong anjing atau babi untuk dilihat hatinya.

Jika hatinya bersih, masyarakat meyakini hasil panennya akan berhasil. Kalau sebaliknya, hasil panen pun akan surut. Selanjutnya tradisi dilanjutkan dengan Tari Hudoq, tarian yang meyakini adanya roh leluhur. Tradisi Laliq Ugal ini akan kembali berlanjut ketika padi menguning dan saat musim panen. (nbl)

Baca juga:

Cara Menyiasati Banjir Cashback
Fun
Berkah Menjadi Seorang Introver
Fun
Cara Menyiasati Banjir Cashback
Fun
Berkah Menjadi Seorang Introver
Fun
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kesadaran Akan Kesehatan Mental Picu Hadirnya Tren Staycation
Travel
Kesadaran Akan Kesehatan Mental Picu Hadirnya Tren Staycation

Orang-orang membutuhkan staycation untuk menghilangkan stres.

Sensasi Menginap Serasa Baduy di Hotel Episode Gading Serpong
Travel
Sensasi Menginap Serasa Baduy di Hotel Episode Gading Serpong

Hotel yang kental dengan konsep Budaya Baduy namun berlokasi di tengah keramaian Gading Serpong.

Sambut Idul Adha, Simak Tips Mengolah Daging Kurban Biar Naik Kelas
Fun
Sambut Idul Adha, Simak Tips Mengolah Daging Kurban Biar Naik Kelas

Daging kurban bisa diolah lewat berbagai resep.

Larung Wujud Syukur atas Rahmat dari Yang Maha Kuasa
Tradisi
Larung Wujud Syukur atas Rahmat dari Yang Maha Kuasa

Tradisi Larung merupakan wujud syukur atas hasil laut yang diperoleh dalam mencari penghidupan.

Berwisata Alam di Sekitar Jakarta
Travel
Berwisata Alam di Sekitar Jakarta

Simak yuk 8 tempat rekomendasi yang telah MerahPutih rangkum!

Memanfaatkan Limbah Kayu Jati jadi Karya Seni
Travel
Memanfaatkan Limbah Kayu Jati jadi Karya Seni

Memanfaatkan limbah kayu menjadi kreasi seni.

Pentingnya Promosi Pariwisata Berbasis Teknologi
Travel
Pentingnya Promosi Pariwisata Berbasis Teknologi

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Herliani Tanoesoedibjo mendukung promosi pariwisata berbasis teknologi

Jalan 27,5 KM Tangerang-Jakarta Merawat Ingat Tragedi Lengkong
Tradisi
Jalan 27,5 KM Tangerang-Jakarta Merawat Ingat Tragedi Lengkong

Kini setiap 25 Januari diperingati sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer Magelang

Melihat Keseruan Festival Sekala Bekhak 2022 di Lampung Barat
Travel
Melihat Keseruan Festival Sekala Bekhak 2022 di Lampung Barat

Festival Sekala Bekhak ajang tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat yang bertujuan untuk menggali, melestarikan dan mempromosikan seni budaya tradisi dan adat istiadat yang asli di Bumi Sekala Bekhak Lampung Barat.

Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?
Tradisi
Thomas Matulessia, Mengapa Jadi Kontroversi?

Dia adalah pahlawan nasional dari kampung Haria, Saparua, yang sekarang masuk wilayah Maluku Tengah.