Tradisi Ramadan Unik di Aceh, Berburu Daging di Hari Meugang Tradisi meugang ajang bersilaturahmi bersama keluarga. (Foto: instagram/nandarizaldilubis)

INDONESIA memiliki banyak tradisi unik ketika menjelang atau saat Ramadan. Masyarakt biasanya melakukan tradisi secara turun menurun sebagai bentuk rasa syukur atau silaturahmi bersama keluarga, kerabat, atau handai tolan.

Salah satunya tradisi unik meugang di Aceh. Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat, dan yatim piatu. Tradisi ini biasanya dilakukan sehari atau dua hari sebelum Ramadan atau juga pada hari raya.

1. Harga daging yang melambung tinggi tak menurutkan tradisi meugang

Harga daging sapi dan kerbau melambung ketika meugang. (Foto: instagram.com/ig_aceh)
Harga daging sapi dan kerbau melambung ketika meugang. (Foto: instagram.com/ig_aceh)

Dikutip Antara, biasanya harga daging sapi setiap menjelang puasa Ramadan di seluruh Provinsi Aceh mencapai klimaksnya yakni di atas Rp 150.000 per kilogram, bahkan terkadang bisa mencapai Rp 200.000 per kilogram.

Sedangkan pada hari-hari biasa, harga daging sapi/kerbau paling tinggi di kisaran Rp 130.000 per kilogram, dan penjualannya terbatas di pasar-pasar resmi di ibu kota kabupaten.

Mahalnya harga daging sapi dan kerbau menjelang dua hari atau sehari bulan Suci Ramadan, setiap tahunnya bukan dikarenakan menipisnya pasokan hewan tapi karena tingginya permintaan konsumen di Aceh itu.

Permintaan tersebut di antaranya untuk tradisi meugang. Namun demikian, tradisi tak pernah berhenti meski harga daing melambung tinggi.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Karena Sudah Terbiasa, 5 Cara Cuci Tangan yang Kita Lakukan Ternyata Salah


2. Tradisi bersuka ria bersama orang tua dan keluarga

Meugang menjadi ajang berkumpul bersama keluarga. (Foto: instagram.com/cutfharaa)
Meugang menjadi ajang berkumpul bersama keluarga. (Foto: instagram.com/cutfharaa)

Bagi masyarakat muslim di Serambi Mekah, menyantap ragam masakan dengan bahan utama daging sapi/kerbau pada hari meugang itu sudah menjadi salah satu tradisi turun temurun, dan hingga kini masih dipertahankan.

Tradisi uroe meugang atau hari kebersamaan dengan keluarga dekat juga bersukaria bersama orang tua, istri, anak, dan tetangga dalam menyambut tibanya bulan puasa Ramadan, sehari menjelang Idulfitri dan Iduladha

Meski santapan daging sudah sering dilakukan pada hari-hari biasa, namun berbeda kebanggaan jika pada hari meugang.

Seorang ayah, sangat bangga jika pada hari meugang bisa membawa pulang setumpuk daging sapi atau kerbau ke rumahnya.


2. Pasar-pasar hewan dadakan bermunculan di Aceh

Pasar hewan bermunculan saat meugang. (Foto:
Pasar hewan bermunculan saat meugang. (Foto: .instagram.com/clvrcherry)

Di Aceh Besar, misalnya kuliner favorit masyarakat pada hari meugang dengan bahan utama daging sapi/kerbau adalah kuah beulangong gulai nangka atau sie reuboh (daging rebus).

Maka tidak heran, diburunya daging sapi/kerbau dua atau sehari menjelang puasa Ramadhan itu berdampak munculnya para pedagang atau pasar dadakan yang menjajakan daging sapi/kerbau di sejumlah tempat di Aceh.

Ruas-ruas jalan menuju pasar dadakan penjual daging sapi/kerbau itu pun macet, tumpah ruahnya masyarakat membeli daging pada hari meugang menjadi salah satu fenomena unik yang dijumpai seluruh daerah di provinsi ujung paling barat Indonesia.

Di kawasan Peunayong Kota Banda Aceh, misalnya ribuan warga memadati pasar sejak pukul 7.00 WIB. Daging sapi/kerbau segar diletakkan di atas bangku, dan ada juga yang digantung di tiang-tiang, terutama bagian paha dari binatang peliharaann tersebut.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Bersiaplah Festival Keren dari Berbagai Negara akan Berlangsung di Bulan Mei


4. Meuripee saat hari meugang

Meuripee berarti patungan untuk pembelian kerbau atau sapi. (Foto: Pixabay/instagram.com/192.168.1.16)
Meuripee berarti patungan untuk pembelian kerbau atau sapi. (Foto: Pixabay/instagram.com/192.168.1.16)

Meugang atau dengan kata lain hari penyembelihan hewan sapi/kerbau di Aceh menjelang Ramadan, ada yang melakukannya dengan cara patungan atau meuripee itu untuk pembelian hewan sapi/kerbau.

Pembelian daging dengan cara meuripee itu biasanya dilakukan oleh komunitas atau kelompok masyarakat. Hasil meuripee tersebut, masyarakat membeli sapi/kerbau berdasarkan jumlah uang yang terkumpul.

Kemudian, daging-daging hasil meuripee yang telah dibersihkan dan dipotong-potong tersebut dibagikan sesuai catatan jumlah peserta patungan.

Masing-masing peserta patungan itu mendapatkan satu tumpuk, yang isinya daging khas, tulang, dan daging bagian dalam dari hewan yang disembelih.


5. Meugang juga dilakukan ketika jelang hari raya

Meugang juga dilakukan ketika jelang hari raya. (Foto: instagram.com/amyrafae)
Meugang juga dilakukan ketika jelang hari raya. (Foto: instagram.com/amyrafae)

Tradisi meugang yang dilaksanakan setiap menyambut bulan suci Ramadhan itu sudah digelar di Aceh sejak ratusan tahun silam, dan memiliki makna sakral di tengah-tengah masyarakat religius di provinsi ini.

Bahkan, pelaksanaan meugang ini tidak hanya di lakukan menjelang puasa, tapi juga pada sehari menjelang Hari Raya Idulfitri serta sehari menyambut pelaksanaannya Hari Raya Iduadha. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ragam Tradisi Unik Menyambut Bulan Suci Ramadan



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH