Total Pemeriksaan Capai 21.233 Spesimen, Angka Kasus Sembuh 417 Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (24/6/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

MerahPutih.com - Total pemeriksaan spesimen hingga hari Rabu (24/6) mencapai 689.492. Sedangkan per hari ini sejumlah 21.233 spesimen. Dari hasil pemeriksaan, penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan, kasus konfirmasi positif mengalami penambahan sebanyak 1.113 orang. Total kasus positif COVID-19 per Rabu (24/6) mencapai 49.009 orang, sedangkan total kasus sembuh 19.658 orang.

Baca Juga:

Jabar Segera Miliki Mobile Combat COVID-19

Penambahan tertinggi kasus positif harian teridentifikasi di Provinsi Jawa Timur dengan 183 kasus, disusul DKI Jakarta 157, Sulawesi Selatan 132, Maluku Utara 95 dan Kalimantan Selatan 90.

Yurianto mengatakan bahwa 18 provinsi hari ini (24/6) melaporkan kasus baru di bawah 10, dan 5 provinsi melaporkan tidak ada kasus sama sekali. Beberapa provinsi yang kasus sembuh lebih banyak dari kasus yang konfirmasi positif adalah Kalimantan Timur 9 kasus baru, 10 sembuh.Gorontalo 7 kasus baru dan 31 sembuh. Sumatera Barat 3 kasus baru dengan 14 sembuh. Lampung 2 kasus baru, 4 sembuh. Yogyakarta 1 kasus baru dan 4 sembuh. Papua Barat, 1 kasus baru dan 16 sembuh.

“Kemudian Bangka Belitung tidak ada kasus baru dilaporkan, 9 sembuh. Bengkulu, tidak ada kasus baru, satu sembuh. Kalimantan Barat, tidak ada kasus baru, 5 sembuh,” kata Yurianto saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Rabu (24/6).

Ia mengatakan bahwa total kasus sembuh hari ini sebanyak 417 orang. Kasus meninggal 38 orang, sehingga total menjadi 2.573 orang. Kabupaten dan kota terdampak sebanyak 443 wilayah yang tersebar di 34 provinsi.

“Kami masih melakukan pemantauan terhadap ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 36.648 orang dan pengawasan terhadap PDP (pasien dalam pengawasan) sebanyak 13.069 orang,” ujarnya.

Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)
Ilustrasi - Sampel darah yang terindikasi positif virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Sementara itu, ia berpesan bahwa bahwa proses penularan yang terjadi hari ke hari di beberapa provinsi ini menggambarkan masih ada sumber penularan di tengah masyarakat. Kasus yang positif, dan kemudian tidak memiliki gejala yang signifikan, membuat merasa lebih aman atau merasa sehat, ini yang tidak disadari.

Yurianto juga mengingatkan bahwa masih adanya kelompok rentan yang tidak mematuhi protokol kesehatan, tidak menjaga jarak, tidak menggunakan masker, dan kemudian tidak rajin mencuci tangan.

“Inilah yang kemudian menjadi kelompok rentan untuk tertular, dan ini memberikan gambaran kasus baru yang muncul,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, ia menekankan potensi bahaya tinggi pada seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang lain yang rentan tidak menggunakan masker.

“Kemungkinan terjadi penularan 100%. Namun, apabila orang yang sakit membawa virus tidak menggunakan masker, sementara orang lain yang rentan pada kontak dekatnya menggunakan masker, penularan akan turun menjadi sekitar 70%,” jelasnya.

Baca Juga:

Indonesia Punya Lebih dari 76 Ribu Data Epidemiologi COVID-19

Namun, apabila orang yang membawa virus ini menggunakan masker dan orang lain di sekitarnya tidak menggunakan masker, penularan akan turun menjadi sekitar 5%.

“Namun, apabila dua-duanya menggunakan masker, kemungkinan penularan turun drastis menjadi 1,5%. Inilah yang meyakinkan kita, bahwa menggunakan masker adalah cara yang paling tepat,” tegas Yurianto.

Ia juga mengingatkan untuk penggunaan masker yang benar, seperti menutup hidung dan mulut dengan baik. Di samping itu, perilaku cuci tangan dan jaga jarak juga harus dilakukan.

“Saudara-saudara, mari kita lakukan ini. Mari kita jadikan ini sebagai sebuah kebiasaan baru dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan baru kita, kebiasaan baru keluarga kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita, bahkan orang tua kita karena kita bisa menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan kebiasaan baru ini di keluarga,” tutupnya. (Pon)

Baca Juga:

Dari Target 2 Juta, Pemerintah Baru Produksi Rapid Test 100 Ribu Unit

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gempa Sumbar Akibat Penyesaran di Batas Tumbukan Lempeng
Indonesia
Gempa Sumbar Akibat Penyesaran di Batas Tumbukan Lempeng

Gempa bumi tersebut dirasakan oleh warga di Kota Padang, Painan, Sipora, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Kerinci, Pasaman, hingga Kota Payakumbuh.

Ahok Klaim Saran dan Kritiknya Diterima Erick Thohir
Indonesia
Ahok Klaim Saran dan Kritiknya Diterima Erick Thohir

“Tadi habis bertemu Menteri BUMN. Kritik dan saran yang saya sampaikan, diterima dengan baik oleh Pak Erick,” ujar Ahok

 Dua Mahasiswa Tewas Terseret Ombak Pantai Parangtritis
Indonesia
Dua Mahasiswa Tewas Terseret Ombak Pantai Parangtritis

"Mereka datang Sabtu 8 Februari malam sekitar jam 22.00 wib. Lalu mandi di laut. Ga sadar kalau posisi mereka di sekitar palung laut. Ga beberapa lama kemudian semuanya terseret ombak," jelas Pipit

Polisi Ancam Tangkap Pelaku Pengambil Paksa Jenazah PDP Virus Corona
Indonesia
Polisi Ancam Tangkap Pelaku Pengambil Paksa Jenazah PDP Virus Corona

Polisi masih menindaklanjuti apa yang telah terjadi di beberapa titik daerah Makassar.

Curhat Selvi Tidak Bisa Dampingi Gibran Blusukan
Indonesia
Curhat Selvi Tidak Bisa Dampingi Gibran Blusukan

Mengenakan face shield dengan baju kebaya putih dan jarik, Selvi tampak terlihat cantik.

Dikabarkan Sakit, Rizieq Bakal Tes Swab Mandiri
Indonesia
Dikabarkan Sakit, Rizieq Bakal Tes Swab Mandiri

Rizieq saat ini tengah istirahat

Hendak Temui Ma'ruf Amin, Bus Pembawa Kiai PWNU Jatim Kecelakaan di Cipali
Indonesia
Hendak Temui Ma'ruf Amin, Bus Pembawa Kiai PWNU Jatim Kecelakaan di Cipali

Kejadian sendiri terjadi pada Jumat (31/1) sekitar pukul 04.00 WIB

2 'Kekompakan' SBY dan Megawati di Sidang Tahunan MPR Saat Pandemi
Indonesia
2 'Kekompakan' SBY dan Megawati di Sidang Tahunan MPR Saat Pandemi

SBY dan Mega hadir secara virtual, tetapi kedua anak mereka ikut sidang tahunan secara fisik.

Bareskrim Polri Turun Tangan Periksa Direksi RS UMMI
Indonesia
Bareskrim Polri Turun Tangan Periksa Direksi RS UMMI

Pemeriksaan telah dilakuan terhadap dr Johan yang merupakan Satgas COVID-19 Kota Bogor.

Tak Menyerah Lawan COVID-19, Budi Karya: Tuhan Sudah Memberi Jalan
Indonesia
Tak Menyerah Lawan COVID-19, Budi Karya: Tuhan Sudah Memberi Jalan

Budi Karya mengaku sudah tidak sabar ingin kembali beraktivitas seperti biasa