Tolak RUU Ciptaker, Ratusan Buruh Kepung Istana Ratusan buruh mengepung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7) dengan tuntutan menolak pengesahan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) atau Omnibus Law. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Ratusan buruh mengepung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7) dengan tuntutan menolak pengesahan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) atau Omnibus Law.

Organisasi buruh tetap bersikukuh bahwa RUU Ciptaker adalah bencana bagi tenaga kerja Indonesia. Massa membawa spanduk bertuliskan penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

Baca Juga

Bahas RUU Ciptaker Saat Reses, DPR Diduga Sengaja Lindungi Djoko Tjandra

"Kami tolak RUU Ciptaker agar generasi bangsa tidak jadi budak di negeri sendiri", kata salah seorang peserta aksi.

Melalui pengeras suara, terdengar teriakan dari koordinator lapangan bahwa mereka ke Istana karena RUU Ciptaker inisiatornya adalah Presiden.

Ratusan buruh mengepung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7) dengan tuntutan menolak pengesahan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) atau Omnibus Law.
Ratusan buruh mengepung Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7) dengan tuntutan menolak pengesahan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) atau Omnibus Law. Foto: MP/Kanu

Untuk menjaga aksi demo buruh, polisi menerjunkan 700 personel yang terdiri dari 2 SSK (satuan setingkat kompi) Brimob, 3 SSK Samapta, 60 personel dari Jakarta Pusat dan 1 tim negosiasi.

Kapolsek Metro Gambir Kompol Kade Budiyarta mengatakan massa buruh berjumlah ratusan orang.

"Estimasi massa ada 250 orang ya," jelas Budi.

Baca Juga

7 Perusahaan Taiwan Bakal Relokasi Pabrik dari Tiongkok ke Indonesia

Polisi pun tak melakukan penutupan arus mengingat massa melakukan aksi terpusat di Taman Pandang depan Istana. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Persilakan Reuni 212, Wamenag: Tidak Dilaksanakan Tidak Berdosa
Indonesia
Persilakan Reuni 212, Wamenag: Tidak Dilaksanakan Tidak Berdosa

Saat ini bangsa Indonesia membutuhkan suasana yang aman, sejuk, damai dan kondusif

Pria Keturunan Bugis-Jawa Ditunjuk Jadi PM Malaysia
Dunia
Pria Keturunan Bugis-Jawa Ditunjuk Jadi PM Malaysia

Pria keturunan Bugis-Jawa ini terpilih sebagai PM selanjutnya setelah mendapatkan dukungan mayoritas anggota parlemen.

Nyaris 1.700 Kendaraan Disuruh Putar Balik Dalam Sehari
Indonesia
Nyaris 1.700 Kendaraan Disuruh Putar Balik Dalam Sehari

Polda Metro Jaya secara resmi memulai Operasi Ketupat Jaya 2020 pada Jumat (24/4), pukul 00.00 WIB

Tolak RUU HIP, FPI Cs bakal Geruduk DPR Besok
Indonesia
Tolak RUU HIP, FPI Cs bakal Geruduk DPR Besok

"Menyatakan bahwa delapan poin ini yang akan kami perjuangkan ke DPR pada hari Rabu," kata dia.

PSI Kembali Temukan Anggaran Fantastis yang Diajukan Anak Buah Anies
Indonesia
Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi
Indonesia
Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Cipularang dan Padaleunyi

Penundaan penyesuaian tarif tol berlaku untuk semua golongan pada ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi.

Puluhan Ribu Warga Jakarta Langgar PSBB
Indonesia
Puluhan Ribu Warga Jakarta Langgar PSBB

“Ini upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang merupakan kebijakan pemerintah, sesuai dengan surat keputusan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020,” sambungnya.

Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-Emak Digelandang Polisi
Indonesia
Tiktokan di Jembatan Suramadu, Tiga Emak-Emak Digelandang Polisi

Ketiga wanita i tudigelandang polisi lalu lintas menuju Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kuasa Hukum Nilai Persidangan Kasus Penyiraman Novel Baswedan Penuh Sandiwara
Indonesia
Kuasa Hukum Nilai Persidangan Kasus Penyiraman Novel Baswedan Penuh Sandiwara

Tim Advokasi Novel Baswedan meminta Majelis Hakim tidak larut dalam sandiwara hukum ini dan harus melihat fakta sebenarnya yang menimpa Novel Baswedan