Tolak Politik Dinasti, Milton Crosby Jadi Calon Alternatif Masyarakat Kalbar Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

MerahPutih.com - Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi salah satu provinsi yang akan menyelenggarakan Pemilihun Gubernur 2018. Namun, masyarakat setempat menegaskan menolak adanya 'Politik Dinasti' dalam ajang lima tahunan itu.

Penolakan ini terkait pencalonan Karolin Natasya menjadi Calon Gubernur Kalbar. Adapun Karolin merupakan ‎putri dari Gubernur Kalbar petahana Cornelis.

Berdasarkan ‎survei yang dilakukan Pusat Kajian Opini Publik Indonesia (PUSKOPI), Karolin mendapat penolakan sekitar 90,6 persen.

"Alasan responden, majunya Karolin tersebut merupakan bentuk politik dinasti yang dipaksakan agar kegagalan-kegagalan pemerintahan Cornelis bisa tertutupi,"ujar Direktur Eksekutive PUSKOPI, Andri Gunawan kepada wartawan, Selasa (1411/2017).

Selain persoalan politik dinasti, PUKOPI ‎juga meneliti tentang "Opini Masyarakat" terhadap prestasi kerja pembangunan oleh Gubernur Kornelis yang akan berakhir pada tahun depan.

"Hasilnya, sebanyak 78,4 persen masyarakat beropini terkait kinerja pembangunan di Kalimantan Barat, sangat tidak puas," kata dia.

Selain itu, survei juga dilakukan terhadap elektabilitas dari 8 tokoh Kalbar, yakni H Sutarmidji, Karolin Margret Natasya, Kartius, Lasarus, Michael Jeno, Milton Crosby, Ria Norsan dan Suryadman Gidot.

Andri menuturkan, masyarakat menilai tokoh yang punya Kredibilitas sebagai Gubernur yang bisa memimpin Kalimantan Barat dari keterpurukan yaitu Milton Crosby yang dipilih sekitar 89,4 persen responden. Sedangkan, diposisi kedua, ada nama Sutarmidji, yang dipilih 88,7 persen responden.

‎"Kemudian, Hildi Hamid 86,7 persen, kemudian Lasarus 84,7 persen, Kartius 83,9 persen, Ria Norsan 83,8 persen, Suryadman Gidot 83,6 persen, dan Karolin hanya 67,8 persen," ujarnya.

‎Sedangkan pada penelitian opini masyarakat terhadap tokoh yang akan dipilih jika pemilihan Gubernur diadakan hari ini, maka pilihan masyarakat dari segi elektabilitas, memilih Milton Crosby 25,9 persen kemudian Sutarmidji 21,7 persen dan disusul Hildi Hamid 11,6 persen.

‎Andri menjelaskan, setelah dikerucutkan kembali menjadi 3 orang tokoh. Puskopi mendapatkan hasil penilaian masyarakat, bahwa elektabilitas Milton Crosby dipilih 32,8 persen, Sutarmidji 30,2 persen, Hildi Hamid 15,7 persen dan tidak memilih 21,3 persen.

"Dan dari survei Jajak Pendapat ini bisa disimpulkan, bahwa masyarakat Kalimantan Barat menolak program Dinasti kekuasaan yang sedang dilakukan keluarga Cornelis, dan menginginkan sosok atau tokoh baru seperti Milton Crosby," ungkapnya.

Untuk diketahui, penelitian ini mengunakan cara survei Jajak Pendapat yang melibatkan masyarakat Kalimantan Barat sebanyak1.815 orang dengan metode Multitage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 % dan Margin of Error sekedar -/+ 2,3 persen.‎‎ Survei dilakukan sejak 26 Oktober sampai 5 November 2017. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH