Tolak Kedatangan Habib Rizieq, Warga Surabaya Demo di Kantor Polisi Demo menolak kedatangan Habib RIzieq di Surabaya. (MP/Budi Lentera)

Sekitar 25 warga Surabaya yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan Arek Suroboyo (AKAS) melakukan aksi di depan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (8/4).

Dalam aksinya, mereka membawa poster-poster meminta agar pihak polres setempat tidak mengizinkan rencana datangnya Imam Besar Front Pembela Islam Habib M Rizieq Shihab di Majid Ampel Surabaya, pada Selasa (11/4) mendatang.

Korlap aksi Rusdi Kuswandi mengatakan, alasan penolakan ini dikarenakan tidak ingin konflik agama yang terjadi di Jakarta merembet di Surabaya.

"Biarkan Jawa timur, khususnya Surabaya tetap kondusif. Kami tidak ingin adanya isu SARA terjadi di sini. Biarkan di sini damai," kata Rusdi saat melakukan orasi.

Rusdi dan kawan-kawan pendemo menilai bahwa sosok Habib Rizieq adalah warga yang intoleran. Dikhawatirkan, datangnya habib Rizieq bisa menimbulkan perpecahan.

Apalagi, lanjut Rusdi, Masjid Ampel Surabaya merupakan tempat sakral dan religius yang banyak dikunjungi umat Islam dari berbagai daerah.

"Makanya, kami minta agar polisi tidak memberikan izin. Sebab, yang berhak mengeluarkan izin adalah polisi," terang Rusdi.

Sementara aksi yang berlangsung 15 menit tersebut, selain berorasi, massa juga membawa poster-poster yang menyudutkan Habib Rizieq. Di antaranya, "Rizieq Bukan Ulama", "Arek Suroboyo Menolak Rizieq" dan sebagainya.

Sekedar diketahui, Habib Rizieq berencana hadir di kegiatan pengajian Masjid Ampel Surabaya yang bertemakan "Merajut Ukhuwah Menegakkan Syariah dalam Bingkai NKRI" pada Selasa (11/4) malam mendatang.

Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Polisi Akui Kesulitan Usut Kasus Habib Rizieq

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19
Indonesia
Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19

Pertama, memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat dari penularan dan penyebaran COVID-19.

Lebih dari 450 Faskes di DKI Jakarta Jadi Lokasi Vaksinasi
Indonesia
Lebih dari 450 Faskes di DKI Jakarta Jadi Lokasi Vaksinasi

Faskes juga wajib Memiliki izin operasional fasilitas pelayanan kesehatan atau penetapan oleh Menteri

Respons KPK soal Gibran dan Sritex di Kasus Suap Bansos Mensos Juliari
Indonesia
Respons KPK soal Gibran dan Sritex di Kasus Suap Bansos Mensos Juliari

Salah satunya mengenai keterkaitan antara anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dalam kasus ini.

Pengamat Intelijen Minta Pemerintah Waspadai Dua Reaksi Buntut Pembubaran FPI
Indonesia
Pengamat Intelijen Minta Pemerintah Waspadai Dua Reaksi Buntut Pembubaran FPI

Dialog harus dikedepankan sebelum adanya tindakan hukum atau aksi lainnya

 Mobilitas Masyarakat di Bandung Turun 10 Persen Selama PPKM Darurat
Indonesia
414.774 Kendaraan Curi Star Mudik dari Jakarta
Indonesia
414.774 Kendaraan Curi Star Mudik dari Jakarta

Sementara bagi kendaraan yang menuju arah Selatan via Tol Jagorawi ke GT Ciawi turun 0,4 persen

Jenazah Protap COVID-19 Terus Bertambah, TPU Pondok Ranggon Diperluas
Indonesia
Jenazah Protap COVID-19 Terus Bertambah, TPU Pondok Ranggon Diperluas

Kurang lebih 13.291 meter persegi dari TPU Pondok Ranggon

MPR: Presidential Threshold Jangan Sampai Kebiri Kedaulatan Rakyat
Indonesia
MPR: Presidential Threshold Jangan Sampai Kebiri Kedaulatan Rakyat

DPR diharapkan benar-benar menghayati ketentuan UUD 1945, soal besaran pengaturan ambang batas pencalonan presiden atau presidenstial threshold (PT) dalam UU Pemilu.

[HOAKS atau FAKTA]: Infrastruktur Era Jokowi, Jalan Tol Trans Papua Belah Laut dan Bukit
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Infrastruktur Era Jokowi, Jalan Tol Trans Papua Belah Laut dan Bukit

kun Facebook Pemimpin Indonesia membagikan narasi dan video yang diklaim merupakan penampakan jalan tol Trans Papua yang dibangun di era Presiden Jokowi.