Tolak Karantina Pemkot Solo, Pemudik dari Surabaya dan Cirebon Pilih Kembali ke Tempat Perantauan Pemudik yang baru saja tiba di Solo dicek kesehatanya sebelum dilakukan karantina, Kamis (9/4). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mencatat sedikitnya ada dua orang pemudik tujuan Solo yang menolak dilakukan karantina. Kedua pemudik tersebut datang dari Surabaya, Jawa Timur dan Cirebon, Jawa Barat dengan naik kereta api.

Informasi dihimpun merahputih.com, kedua pemudik tersebut menumpang kereta api turun di Stasiun Solo Balapan, Jawa Tengah. Pemudik dari Cirebon sendirian. Sedangkan pemudik dari Surabaya bersama satu orang temannya. Satu orang mau dikarantina di Gedung Graha Wisata milik Pemkot Solo. Sedangkan satu orang menolak dan memilih kembali ke tempat perantauan.

Baca Juga:

Jelang Penerapan PSBB di Jakarta, Wartawan Balkoters Beri Bantuan Alat Kesehatan

"Ya benar, tadi ada dua orang pemudik dari Cirebon dan Surabaya yang tidak mau dikarantina Pemkot Solo," ujar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyamo, Kamis (9/4).

Rudy menegaskan tidak lagi memberikan toleransi bagi pemudik untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. Hal itu dilakukan setelah ia menerima laporan dari RT/RW ada pemudik yang seharusnya menjalani karantina mandiri dirumah selama 14 hari dan berstatus orang dalam pemantauan (ODP) justru keluyuran.

"ODP yang keluyuran itu langsung dijemput paksa babinsa dibawa ke lokasi karantina (Gedung Graha Wisata) milik Pemkot Solo," kata dia.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyamo mengecek posko kesehatan pemudik sebelum dilakukan karantina, Kamis (9/4). (MP/Ismail)
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyamo mengecek posko kesehatan pemudik sebelum dilakukan karantina, Kamis (9/4). (MP/Ismail)

Rudy mengatakan kedua pemudik yang menolak dikarantina dan memilih kembali ke tempat perantauan dikawal petugas. Pemkot Solo memastikan mereka kembali ke tempat perantauan.

"Semua pemudik yang masuk karantina dicek kesehatannya terlebih dulu di antaranya diambil sampel darah. Kalau ODP tidak ada gejala kita karantina di Gedung Graha Wisata. Kalau ada gejala, ditempatkan di Dalem Joyokusuman," kata dia.

Baca Juga:

Kemenlu Rilis Jumlah WNI yang Positif COVID-19 di Luar Negeri

Rudy mengapresiasi kepedulian warga dalam mengawasi warganya yang berpergian ke luar kota untuk dilakukan karantina mandiri. Ia mencontohkan ada satu keluarga habis pulang menghadiri acara pernikahan di Sumatera langsung diantar warga ke tempat karantina.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Solo Ahyani mengatakan, total ada 70 orang yang masuk di tempat karantina milik Pemkot Solo khusus bagi pemudik. Dari jumpah tersebut, ada tiga ODP mempunyai gejala Covid-19.

"Semua pemudik yang dikarantina kami kategorikan ODP. Semua pemudik harus dikarantina sesuai aturan Wali Kota Solo dalam mencegah penularan virus corona," pungkasnya. (Ism)

Baca Juga:

WFH Bikin Sampah Ibu Kota Turun Ratusan Ton Per Hari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KAMI Dinilai Mirip Dengan Gerakan #2019GantiPresiden
Indonesia
KAMI Dinilai Mirip Dengan Gerakan #2019GantiPresiden

Jika tujuannya ingin mengadvokasi kepentingan bangsa demi perbaikan, maka tidak cukup hanya mengumpulkan tokoh-tokoh tua yang sudah tidak punya energi.

Polisi Bongkar Penyeludupan Narkoba dari Amerika Serikat
Indonesia
Polisi Bongkar Penyeludupan Narkoba dari Amerika Serikat

Polres Metro Jakarta Pusat menangkap pria paruh baya berinisial K di sekitar kawasan Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada 28 Agustus 2020 lalu.

Pertengahan Januari, Komisi III Bahas Uji Layak dan Kepatutan Kapolri
Indonesia
Pertengahan Januari, Komisi III Bahas Uji Layak dan Kepatutan Kapolri

Semua kandidat tersebut masih memiliki peluang yang sama besar karena punya prestasi baik dan nyaris tidak memiliki masalah signifikan.

Jubir Istana Pastikan Takkan Ada Larangan Mudik Lebaran
Indonesia
Jubir Istana Pastikan Takkan Ada Larangan Mudik Lebaran

pemerintah pusat akan menggencarkan kampanye secara besar-besaran untuk tidak mudik agar bisa menahan laju persebaran virus corona.

Tidak Bisa Kelola Internal, Demokrat Bisa Diambil Alih Moeldoko
Indonesia
Tidak Bisa Kelola Internal, Demokrat Bisa Diambil Alih Moeldoko

Upaya yang perlu dilakukan adalah kompromi politik oleh semua faksi yang ada di internal PD, yang dilakukan dalam bentuk kesetaraan dan demokratis.

Pandemi COVID-19, Bank Butuh Suntikan Modal
Indonesia
Pandemi COVID-19, Bank Butuh Suntikan Modal

Data OJK, di Indonesia terdapat 110 bank, terdiri dari empat bank BUMN, BPD (27), swasta nasional (39) dan bank kategori asing ada 40 terdiri dari 8 kantor cabang asing dan mayoritas kepemilikan asing 32 bank.

Hari ini, Pekerja dan Guru Honor Mulai Dapat Tambahan Rp600 Ribu Dari Negara
Indonesia
Hari ini, Pekerja dan Guru Honor Mulai Dapat Tambahan Rp600 Ribu Dari Negara

Insentif total senilai Rp2,4 juta diberikan sebanyak Rp600.000 per bulan untuk empat bulan dan akan dibayarkan dalam dua kali penyaluran.

Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif
Indonesia
Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif

Mabes Polri mengungkapkan bahwa penangkapan 23 terduga teroris yang tergabung dalam Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah kota di Sumatera mengungkap fakfa baru.

Ketidaktegasan Pemerintah Soal Kebijakan Lockdown Dikhawatirkan Picu Konflik Horizontal
Indonesia
Ketidaktegasan Pemerintah Soal Kebijakan Lockdown Dikhawatirkan Picu Konflik Horizontal

Pemerintah pusat terbukti gagal menerapkan kebijakannya bahwa keputusan lockdown adalah kewenangan pemerintah pusat.

Angka Kesembuhan Pasien COVID-19 di Indonesia Samai Rata-rata Dunia
Indonesia
Angka Kesembuhan Pasien COVID-19 di Indonesia Samai Rata-rata Dunia

Jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia juga berada di bawah rata-rata dunia