Tolak Jadi Wamen, Abdul Mu'ti Merasa Bukan Figur yang Tepat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Foto: @Abe_Mukti

MerahPutih.com - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti buka suara terkait penolakannya menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju.

Dalam akun Twitternya, @Abe_Mukti, ia mengaku dihubungi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Baca Juga

Presiden Jokowi Lantik Enam Menteri dan Lima Wakil Menteri

Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 2 September 1968 ini, sempat menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah. Namun, setelah dipertimbangkan, ia memilih untuk menolak jabatan tersebut.

"Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri," katanya di Jakarta, Rabu (23/12).

Abdu
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Abdul Mu'ti merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat. Dia merasa bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut.

"Setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik," ujarnya.

Sebelumnya, nama Abdul Mu'ti sudah terdaftar sebagai wakil menteri yang akan dilantik Presiden Jokowi hari ini. Namun, menjelang pelantikan, beliau menolak jadi pendamping Menteri Nadiem.

Berikut susunan wakil menteri yang dilantik Jokowi hari ini:

- Letnan Jenderal Muhammad Herindra, sebagai Wakil Menteri Pertahanan

- Edward Omar Sharif Hiariej, sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia

- Dante Saksono Harbuwo sebagai Wakil Menteri Kesehatan

- Harvick Hasnul Qolby, sebagai Wakil Menteri Pertanian

- Pahala Nugraha Mansyuri, sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Knu)

Baca Juga

Jokowi Tunjuk 5 Wakil Menteri Baru, Dilantik Hari Ini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update Corona DKI Sabtu (23/5): 6.443 Positif, 1.587 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Sabtu (23/5): 6.443 Positif, 1.587 Orang Sembuh

Ani melanjutkan, sampai dengan hari ini ada 2.006 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit

Pulihkan Ekonomi, BI Beli Surat Berharga Negara Rp147 Triliun
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BI Beli Surat Berharga Negara Rp147 Triliun

Pembelian SBN secara langsung tersebut sebagai bagian pendanaan dan pembagian beban untuk pendanaan public goods dalam APBN oleh BI.

Wisatawan ke Yogyakarta Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen
Indonesia
Wisatawan ke Yogyakarta Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mewajibkan seluruh pelaku perjalanan dan wisatawan yang memasuki wilayahnya mengantongi hasil rapid antigen atau tes usap PCR.

Warga Jakarta Terdampak Banjir, Pengamat: Kecerobohan Ini Bisa Dipersoalkan
Indonesia
Warga Jakarta Terdampak Banjir, Pengamat: Kecerobohan Ini Bisa Dipersoalkan

Ketika terjadi hujan besar, air tidak bisa mengalir dan membanjiri area sekitar drainase yang mampet

[HOAKS atau FAKTA] The Simpson Sudah Ramalkan Kerusuhan di Amerika Serikat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] The Simpson Sudah Ramalkan Kerusuhan di Amerika Serikat

Gambar yang diunggah adalah gabungan dua gambar

Biden Diyakini Pilih Jalan Untungkan Banyak Negara Dalam Kebijakan Ekonomi
Indonesia
Biden Diyakini Pilih Jalan Untungkan Banyak Negara Dalam Kebijakan Ekonomi

Biden akan mengedepankan pendekatan multilateral (menguntungkan banyak negara), berbeda dengan Trump yang lebih mengedepankan unilateral (menguntungkan sepihak).

[HOAKS atau FAKTA]: Ada Film Animasi "Mengerikan" Penyebaran COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Film Animasi "Mengerikan" Penyebaran COVID-19

Akun Facebook bernama Test Psikologi mengunggah sebuah video yang diklaim merupakan animasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

1 Mal di Jakarta Dijaga 30 Personel TNI-Polri
Indonesia
 Anies Ngaku ke Ma'ruf Amin Makamkan 38 Orang Meninggal Dengan Protap WHO
Indonesia
Anies Ngaku ke Ma'ruf Amin Makamkan 38 Orang Meninggal Dengan Protap WHO

"Pagi ini saja itu ada 38 jenazah yang diamkaamkan dengan protap covid-19. Baru setengah hari itu pak," ujar Anies.