Tolak Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte, Hakim Minta Sidang Lanjut Terus Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

MerahPutih.com - Majelis Hakim menolak nota keberatan (eksepsi) terdakwa kasus suap Irjen Napoleon Bonaparte. Ia memerintahkan agar perkara penghapusan nama buronan Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO) dilanjutkan.

"Menyatakan eksepsi penasihat hukum Terdakwa Napoleon Bonaparte tidak dapat diterima," ujar Hakim Ketua Muhammad Damis saat membacakan amar putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (23/11).

Baca Juga

JPU Tanggapi Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Pekan Depan

Dalam pertimbangannya, hakim menilai surat dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum sah menurut hukum. Atas dasar itu pula, hakim memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara tersebut.

Sementara itu, penasihat hukum Napoleon mengatakan menerima putusan sela tersebut dan meminta agar sidang segera dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara. Sedangkan, jaksa penuntut umum meminta waktu 7 hari untuk dapat menghadirkan sejumlah saksi.

Sebelumnya tim penasihat hukum Napoleon menyinggung sejumlah catatan kuitansi tanda terima uang yang tidak secara jelas menyebutkan maksud dari pemberian uang sebesar SGD200 ribu dan 270 ribu dollar dari Djoko Tjandra.

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)

Dengan tidak adanya penjelasan mengenai maksud pemberian uang, maka penyidik Bareskrim Polri dan Jaksa Penuntut Umum tidak bisa menafsirkan seolah-olah uang diberikan agar Napoleon selaku Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Mabes Polri menghapus daftar buronan Djoko Tjandra.

Ia berpendapat bahwa DPO bukan merupakan kewenangannya selaku mantan Kadivhubinter Mabes Polri. Menurut Napoleon, status red notice atas nama Djoko Tjandra nomor: A-1897/7-2009 telah terhapus dari sistem basis data Interpol sejak 2014 karena tidak ada perpanjangan dari Kejaksaan RI sebagai lembaga peminta.

Napoleon didakwa menerima suap sebesar Sin$200 ribu dan US$270 ribu atau sekitar Rp6 miliar dari terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra, melalui pengusaha Tommy Sumardi.

Suap itu dimaksudkan agar Napoleon menghapus nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang tercatat di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. (Knu)

Baca Juga

Irjen Napoleon Didakwa Terima Suap SGD200 Ribu dan USD270 Ribu dari Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sembilan Restoran di Jaksel Tunggak Pajak Belasan Miliar
Indonesia
Sembilan Restoran di Jaksel Tunggak Pajak Belasan Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan memasang stiker di sembilan bangunan yang menunggak pajak.

Uji Praklinis Vaksin Merah Putih ke Hewan Dilakukan Desember
Indonesia
Uji Praklinis Vaksin Merah Putih ke Hewan Dilakukan Desember

Vaksin COVID-19 Merah Putih hasil riset Universitas Airlangga (Unair) akan diujicobakan ke hewan pada Desember 2020, melalui uji validasi dan uji praklinis.

Polisi Masih Selidiki Motif Kasus Penembakan Rutan Cipinang
Indonesia
Polisi Masih Selidiki Motif Kasus Penembakan Rutan Cipinang

Tidak dilaporkan ada korban jiwa atau luka dalam kejadian itu

Sosok Didi Kempot di Mata Ahok
Indonesia
Sosok Didi Kempot di Mata Ahok

Ahok menyebut dunia musik Indonesia amat kehilangan sosok yang fenomenal hingga mancanegara itu.

Demi Kebaikan Bersama, Khofifah Minta Warganya di Jakarta Enggak Mudik
Indonesia
 ICW Desak KPK Tangkap Buronan Kasus BLBI Sjamsul Nursalim
Indonesia
ICW Desak KPK Tangkap Buronan Kasus BLBI Sjamsul Nursalim

KPK bisa cepat bertindak menghubungi otoritas penegak hukum di Singapura untuk melakukan berbagai tindakan, misalnya upaya paksa berupa penangkapan karena kerugian keuangan negaranya Rp 4,58 triliun

Gegara Sakit, Pemeriksaan Brigjen Prasetijo Terancam Tertunda
Indonesia
Gegara Sakit, Pemeriksaan Brigjen Prasetijo Terancam Tertunda

Penyidik masih menunggu kondisi kesehatan Prasetijo membaik untuk melanjutkan pemeriksaan.

India Catat Angka Tertinggi, 49.000 Kasus COVID-19 dalam Sehari
Dunia
India Catat Angka Tertinggi, 49.000 Kasus COVID-19 dalam Sehari

Dilaporkan juga situasi kekurangan obat-obatan di rumah sakit sejumlah negara bagian.

Puluhan Murid Terinfeksi Wabah Baru, Sekolah di Fujian Ditutup
Dunia
Puluhan Murid Terinfeksi Wabah Baru, Sekolah di Fujian Ditutup

Aktivitas belajar dan mengajar di salah satu sekolah menengah di Provinsi Fujian diliburkan setelah 30 muridnya terkena norovirus.

Polisi Pastikan Narasi 'Jalan Tol Purbaleunyi Terancam Putus' Hoaks
Indonesia
Polisi Pastikan Narasi 'Jalan Tol Purbaleunyi Terancam Putus' Hoaks

Perbaikan jalan longsor di Tol Cipularang KM 118+600 akan selesai sebelum dimulainya arus mudik Lebaran 2020