Tokoh Pers Pendiri Kompas Jakob Oetama Meninggal Dunia Jakob Oetama. Foto: Arsip Kompas Gramedia

MerahPutih.com - Tokoh pers nasional dan Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (JO) meninggal dunia pada Rabu (9/9) di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Pak JO berpulang. Tapi Dia tidak pernah meninggalkan nilai-nilainya sebagai wartawan. Pers kehilangan tokohnya yang dengan idealismenya terhadap nilai-nilai kemanusiaan," kata Corporate Communication Director Kompas Gramedia Rusdi Amral, dikutip dari siaran langsung Kompas TV, Rabu (9/9).

Menurut Rusdi, pendiri Kompas itu berpulang tepat pukul 13.05. Sebelumnya JO sempat masuk Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara dan sempat koma. "Pak JO meninggal pukul 13.05, kritis sejak hari Minggu (7/9) sore," tutur dia.

Jakob Oetama. Foto: Kompas

Rusdi menambahkan setelah dari rumah sakit, jasad Jakob Oetama akan disemayamkan di kantor Kompas Gramedia Palmerah, Jakarta. "Hari ini akan Disemayamkan di gedung KOMPAS Palmerah Selatan. Agar semua karyawan bisa memberikan penghormatan terakhir," ungkap dia.

Untuk diketahui, Jakob Oetama lahir di sebuah desa bernama Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 27 September 1931, Jakob Oetama wafat pada usia 88 tahun.

JO merupakan putra pertama dari 13 bersaudara. Ayahnya bernama Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat di Sleman, Yogyakarta dan ibunya bernama Margaretha Kartonah. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Terima Vaksin Pertama COVID-19
Indonesia
Jokowi Terima Vaksin Pertama COVID-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja selesai menjalani vaksinasi COVID-19 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1) pagi WIB.

Besok Seknas Jokpro Didirikan, Usung Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024
Indonesia
Besok Seknas Jokpro Didirikan, Usung Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024

Sejumlah relawan yang tergabung dalam Jokpro bakal mengusung pasangan Joko Widodo-Prabowo Subianto sebagai capres dan cawapres pada Pilpres 2024.

Swedia Bisa Jadi Pasar Potensial Buat Sepeda Asal Indonesia
Indonesia
Swedia Bisa Jadi Pasar Potensial Buat Sepeda Asal Indonesia

Inovasi dan teknologi yang dimiliki Swedia digabung dengan kapasitas teknis Indonesia berpotensi untuk produksi peralatan olah raga dan sepeda.

Gelontoran Stimulus Demi Investasi Migas
Indonesia
Gelontoran Stimulus Demi Investasi Migas

paket stimulus yang sedang dalam proses terdiri atas tax holiday untuk pajak penghasilan di semua wilayah kerja migas dan penundaan atau pengurangan hingga 100 persen pajak tidak langsung.

Sejumlah Tanah Milik KAI Daop 6 di Sukoharjo Dijual Ratusan Juta Lewat Medsos
Indonesia
Sejumlah Tanah Milik KAI Daop 6 di Sukoharjo Dijual Ratusan Juta Lewat Medsos

Sejumlah tanah milik PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, ditawarkan untuk dijual melalui iklan di media sosial (medos) hingga viral.

Meninggal Sejak Januari, Alasan Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Baru Diumumkan
Indonesia
Meninggal Sejak Januari, Alasan Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Baru Diumumkan

Rusdi tidak menjelaskan secara detail penyebab kecelakaan tunggal yang dialami anggota Polda Metro Jaya

Agresif Bangun Swab Center Baru, Diagnos Lab Cetak Laba Rp21,7 Miliar
Indonesia
Agresif Bangun Swab Center Baru, Diagnos Lab Cetak Laba Rp21,7 Miliar

Pertumbuhan yang signifikan ini diperoleh Diagnos Lab dari laba bersih sebesar Rp21,7 miliar pada kuartal pertama tahun 2021 jauh di atas laba bersih pada kuartal yang sama di tahun 2020 yakni sebesar Rp1,5 miliar.

Mendagri Larang Kerumunan Massa Saat Pegumuman Penetapan Paslon
Indonesia
Mendagri Larang Kerumunan Massa Saat Pegumuman Penetapan Paslon

Mantan Kapolri itu menjelaskan kerumunan orang bisa menjadi penularan virus corona dan itu membuat hal tidak baik untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Pansus Banjir Beri Lima Rekomendasi Atasi Banjir ke Pemprov DKI
Indonesia
Pansus Banjir Beri Lima Rekomendasi Atasi Banjir ke Pemprov DKI

"Mau digunakan atau tidak, yang jelas kami sudah bekerja dengan serius agar DKI bebas banjir," terangnya

Eks Penyidik KPK Robin Akui Terima Uang Rp500 Juta dari Walkot Cimahi
Indonesia
Eks Penyidik KPK Robin Akui Terima Uang Rp500 Juta dari Walkot Cimahi

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju mengakui menerima uang dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sebesar Rp500 juta.