Tokoh Agama di Papua Diminta Kampanyekan Jauhi Tindakan Separatis

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 17 Juli 2023
Tokoh Agama di Papua Diminta Kampanyekan Jauhi Tindakan Separatis

Wapres RI Ma'aruf Amin (kedua kanan) berbincang dengan sejumlah tokoh masyarakat adat di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (16/7/2023). (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin melakukan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (16/7).

Ia mengajak semua masyarakat di Papua bersama-sama membangun Tanah Papua yang dikenal dengan julukan Bumi Cenderawasih.

Baca Juga:

Wapres Ungkap Kerusuhan di Dogiyai Hambat Pembangunan Papua

"Saya mengajak semua pihak di Papua bersama-sama kita membangun keutuhan sebagai warga masyarakat, bangsa. Maka, saya terus mengajak teman-teman yang masih belum berintegrasi itu di daerah-daerah sana. Masih ada teman-teman, yang maksud saya, segeralah kembali kita bersama bangun Papua," kata Wapres.

Wapres menegaskan, pembangunan di Papua semata-mata adalah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua, dan pemerintah tidak mengambil keuntungan atas pembangunan tersebut.

"Tidak ada kepentingan pemerintah pusat (pemerintah tidak mengambil keuntungan atas pembangunan Papua). Semua ditaruh (dibangun) di Papua untuk orang Papua semuanya dan tidak akan dibawa ke Jakarta, itu komitmen pemerintah," jelasnya.

Wapres juga meminta persatuan gereja di Papua untuk terus mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi tindakan separatis atau hal-hal yang menimbulkan konflik dan mengorbankan nyawa.

"Kepada Gereja, saya mohon supaya tidak ada lagi yang, apa ya, yang mau mengorbankan jiwanya saya kira. Agama mana pun saya kira melarang itu 'kan, tidak boleh menghilangkan nyawa seseorang," ujar Wapres.

Wapres mengatakan, di dalam Islam disebutkan menghilangkan nyawa satu orang sama halnya dengan menghilangkan nyawa seluruh manusia di Bumi.

"Jadi, itu berat sekali. Saya kira agama Kristen pun begitu, nyawa itu nilainya tinggi sekali. Alangkah baiknya kalau Papua ini damai, sejahtera, aman, dan itu yang kami (pemerintah) harapkan," ujarnya.

Baca Juga:

Kerusuhan di Dogiyai Papua Tengah, 3 Personel TNI-Polri Terluka

#Papua #Wapres Ma'ruf Amin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan