TNI Waspadai Orang yang Mengaku Jadi Korban Penyerangan Polsek Ciracas Markas Kepolisian Sektor Ciracas diserang oleh sekelompok orang oknut TNI, Sabtu. (Antara)

Merahputih.com - TNI AD akan melakukan pembuktian terhadap laporan warga yang mengaku korban tindakan anarkis sekelompok oknum prajurit di malam penyerangan Polsek Ciracas.

Pembuktian dilakukan untuk mencegah adanya warga yang mengaku-ngaku korban penyerangan, padahal tidak, demi mendapat uang ganti rugi.

"Jadi tadi saya sampaikan, kita buka pengaduan itu sampai besok (Jumat, 4 September 2020). tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada korban-korban susulan," kata Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman di Markas Puspom AD, Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Baca Juga:

Begini Nasib Kru ANTV dan Dua Anggota Polri Korban Penyerangan Polsek Ciracas

Dudung menuturkan warga yang mengaku terkena imbas tindakan anarkis sekelompok oknum prajurit itu tak serta merta diproses ganti ruginya.

Dudung menjelaskan sesaat setelah penyerangan Polsek Ciracas, personel Kodam Jaya telah menyisir lokasi yang menjadi rute perjalanan kelompok oknum tersebut mulai dari Arundina Cibubur hingga Polsek Ciracas dan sekitarnya.

"Jadi tidak serta merta melaporkan begitu saja. karena setelah kejadian, kami dari Kodam Jaya itu langsung menyisir siapa korban-korbannya, terutama korban-korban materiil yang kacanya pecah dan sebagainya," jelas Dudung.

Dia mengatakan pihaknya memahami siapa saja yang menjadi korban perusakan oknum prajurit TNI sedari awal usai penyerangan. Dudung tak menutup kemungkinan adanya korban lain yang meninggalkan lokasi kejadian.

"Sehingga kami ketahui dari awal siapa yang menjadi korban. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga yang di jalan kemudian kena pukul dan sebagainya, kemudian mereka pergi," ucap dia.

Suasana setelah penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Suasana setelah penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.

Pangdam juga memastikan tak ada peristiwa bentrokan antara prajurit TNI dengan personel kepolisian di malam penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Polisi yang terluka akibat insiden itu disebut terkena imbas tindakan anarkis oknum TNI.

"Sebetulnya saat kerusuhan itu tidak ada bentrok TNI dengan Polri," kata Dudung.

Dudung memastikan TNI-Polri di wilayah Ibu Kota masih solid. Dudung kemudian menjelaskan kerusakan pos polisi di malam penyerangan Polsek Ciracas adalah dampak dari kerusuhan yang dilakukan prajuritnya.

"Jadi TNI dan Polri di wilayah Jakarta ini masih solid. Tidak ada bentrok. Pos polisi yang kemarin dirusak itu sebagai dampak dari kerusuhan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mendapatkan informasi yang salah," jelas Dudung.

Baca Juga:

DPR Apresiasi Ketegasan Jenderal Andika Perkasa Soal Perusakan Mapolsek Ciracas

Dia memberi contoh lain, yaitu rusaknya gerobak pedagang nasi goreng dan bakso saat penyerangan berlangsung. Para pedagang, sebut Dudung, juga terkena imbas tindak anarkis para oknum prajurit.

"Salah satu contohnya juga pedagang, pedagang jual nasi goreng, penjual bakso. Dia kan tidak bentrok dengan TNI, tapi jadi kena dampaknya," ucap Dudung. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Bikin Bingung Warga
Indonesia
PPKM Bikin Bingung Warga

Sesuai dengan masukan dari sejumlah epidemiolog dan masyarakat, diperlukan upaya perbaikan strategi disertai penerapan yang benar dan tegas di lapangan.

Resepsi Pernikahan di Solo Berkonsep Standing Party dan Makanan Dibawa Pulang
Indonesia
Resepsi Pernikahan di Solo Berkonsep Standing Party dan Makanan Dibawa Pulang

acara hajatan pernikahan di Solo hanya boleh digelar dengan konsep standing party dan hidangan pun harus dikemas dan wajib dibawa pulang.

KPK Belum Terima Salinan Putusan Korting Hukuman Koruptor dari MA
Indonesia
KPK Belum Terima Salinan Putusan Korting Hukuman Koruptor dari MA

KPK mengaku belum menerima salinan putusan 22 koruptor yang hukumannya dikorting oleh Mahkamah Agung (MA) lewat putusan Peninjaun Kembali (PK)

Alasan Pemerintah Tidak Ajukan Revisi UU ITE di Prolegnas 2021
Indonesia
Alasan Pemerintah Tidak Ajukan Revisi UU ITE di Prolegnas 2021

"Kebijakan adalah prolegnas dievaluasi per semester maka lihat perkembangan selanjutnya (rencana memasukkan RUU ITE dalam Prolegnas 2021)," ujar Yasonna.

Isu 'Taliban' Diembuskan, Novel Sebut Ada Kepentingan Mereka yang Terganggu di KPK
Indonesia
Isu 'Taliban' Diembuskan, Novel Sebut Ada Kepentingan Mereka yang Terganggu di KPK

“Kawan-kawan sudah bisa menandai bahwa bila isu itu diembuskan, biasanya ada kepentingan mereka yang terganggu di KPK,” ujarnya.

Update Kasus Corona DKI Per Jumat (24/7) Bertambah 279 Kasus
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Per Jumat (24/7) Bertambah 279 Kasus

Jumlah kumulatif kasus Konfirmasi di wilayah DKI Jakarta pada hari ini sebanyak 18.230 kasus.

Hari Pertama PSBB Transisi, KCI Catat 70 Ribu Penumpang Naik KRL
Indonesia
Hari Pertama PSBB Transisi, KCI Catat 70 Ribu Penumpang Naik KRL

"Pada hari pertama masa PSBB transisi ini, jumlah pengguna KRL hingga pukul 07.00 WIB tercatat 70.634 orang. Jumlah ini meningkat 7% dibandingkan waktu yang sama pada Senin pekan lalu," kata Anne

Terduga Teroris di Sukabumi Berperan Bikin Bom untuk Ledakkan Objek Vital
Indonesia
Terduga Teroris di Sukabumi Berperan Bikin Bom untuk Ledakkan Objek Vital

Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris Yusuf Iskandar (YI) alias Jerry di Sukabumi.

Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona
Indonesia
Kapolda Metro Bakal Berkantor di Polsek Zona Merah Corona

Kapolda Metro Jaya berencana bakal berkantor di polsek-polsek titik zona merah.

Merapi Muntahkan Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Adi Soemarmo Normal
Indonesia
Merapi Muntahkan Abu Vulkanik, Penerbangan di Bandara Adi Soemarmo Normal

Hujan abu vulkanik hanya terjadi di kawasan lereng Gunung Merapi saja tidak sampai ke kawasan bandara