TNI Terlibat Pembangunan Trans Papua, Menkopolhukam: Taruhannya Nyawa Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.(DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR)

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto minta semua pihak terus memberikan dukungan pada sejumlah prajurit TNI yang bertugas dalam pengamanan Pembangunan jalan Trans Papua.

Mengingat mereka kembali mendapatkan serangan dari Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Nduga, Papua. Wiranto menyebut tugas di sana tidaklah mudah. Maka dari itu, dia mengajak seluruh masyarakat mendoakan mereka selalu dalam tugasnya.

Baca Juga: Satu Personel TNI Gugur Ditembak Kelompok Bersenjata di Nduga Papua

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto

"Kita beri support ke teman-teman yang bertugas di sana tidak mudah. Taruhannya nyawa, kita doakan semoga mereka selamat dalam rangka pembelaan persatuan negeri," kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/7).

Wiranto mengaku pemerintah terus mencari cara menyelasikan masalah di sana. Dia minta tak usah terlalu menanggapi pihak kelompok Egianus Kogoya terlalu jauh yang merupakan pelaku penyerangan.

"Enggak usah ditanggapi. Dalam rangka operasi di sana memang risikonya seperi itu. Sekarang kita terus menyelesaikan masalah itu dengan segala cara agar tidak berkepanjangan," katanya lagi.

Baca Juga: Papua Harusnya Di-Tinombala-kan

Sejumlah prajurit TNI yang bertugas dalam pengamanan Pembangunan Trans Papua kembali mendapatkan serangan dari Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Nduga, Papua. Serangan tersebut telah menewaskan seorang prajurit TNI, Prada Usman Hambela.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyatakan, penyerangan terhadap prajurit TNI yang dilakukan oleh KSB itu terjadi pada hari Sabtu, 20 Juli 2019. Penyerangan terjadi di sekitar lokasi pembangunan jembatan Sungai Yuguru sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional Trans Papua Wamena-Mumugu, di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua.

Foto udara pengerjaan Jalur Trans Papua di Wamena, Papua, Senin (8/5). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Foto udara pengerjaan Jalur Trans Papua di Wamena, Papua, Senin (8/5). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)Caption

Baca Juga: Soal KKB di Papua, Eks Dan Korps Marinir: Hancurkan, Lumat Habi Baru Laporkan

Pelaku diduga adalah kelompok Egianus Kogoya. Menurut Aidi, penyerangan terjadi pada pukul 12.45 WIT, ketika sejumlah prajurit TNI yang sedang bertugas melakukan pengamanan Pembangunan Trans Papua itu sedang melaksanakan istirahat, salat, dan makan (Isoma).

"Secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang isoma," kata Muhammad Aidi dalam keterangan persnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Antisipasi Kejahatan terhadap Rumah Warga Korban Banjir
Indonesia
Polisi Antisipasi Kejahatan terhadap Rumah Warga Korban Banjir

Sekitar seribu keluarga tekena dampak banjir di kawasan Bendungan Hilir.

Wapres Minta MUI Persiapkan Fatwa Vaksin COVID-19 Halal
Indonesia
Wapres Minta MUI Persiapkan Fatwa Vaksin COVID-19 Halal

Berbagai hal baru memerlukan kepastian hukum Islam, sehingga fatwa dari para ulama menjadi solusi untuk persoalan ketidakpastian dalam menjalankan ibadah.

Libur Panjang, Penumpang Sejumlah Terminal di Jabodetabek Melonjak
Indonesia
Libur Panjang, Penumpang Sejumlah Terminal di Jabodetabek Melonjak

Terjadi lonjakan penumpang bus di sejumlah terminal tipe A hingga mencapai 62 persen.

 Polda Metro Jaya Targetkan Ibu Kota Jakarta Bersih dari Narkoba
Indonesia
Polda Metro Jaya Targetkan Ibu Kota Jakarta Bersih dari Narkoba

Kegiatan pencegahan ini 70 banding 30 pemberantasan. Jadi kami maksimalkan pencegahan," kata Herry di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/2).

Fadli Zon Minta BPIP Dibubarkan karena Sebut Agama Musuh Pancasila
Indonesia
Fadli Zon Minta BPIP Dibubarkan karena Sebut Agama Musuh Pancasila

Pernyataan demikian menunjukkan bahwa Yudian yang baru dilantik pekan lalu itu tuna sejarah dan tak mengerti soal Pancasila.

 Eks Dirut Garuda Didakwa Lakukan Pencucian Uang dari Pembelian Pesawat
Indonesia
Eks Dirut Garuda Didakwa Lakukan Pencucian Uang dari Pembelian Pesawat

Wawan menyebut Emirsyah diduga telah mentransfer, menitipkan, menempatkan, membayarkan, serta menyamarkan hasil korupsinya tersebut ke sejumlah tempat ataupun barang.

Teriakan 'Dasar Nasi Bungkus' Menggema di Balaikota, Massa Kontra Anies Dilempar Botol
Indonesia
Teriakan 'Dasar Nasi Bungkus' Menggema di Balaikota, Massa Kontra Anies Dilempar Botol

Polisi mengiimbau antara massa yang berada di luar dengan di dalam tak saling ketemu

Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19

Ada sekitar 2.000-an karyawan RSUD dr Moewardi Solo yang dilakukan tracing selama dua pekan.

Gagal Bayar Dinilai Jadi Penyebab Anjloknya Saham Jiwasraya
Indonesia
Gagal Bayar Dinilai Jadi Penyebab Anjloknya Saham Jiwasraya

Dia dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan lanjutan

Pemerintah Diminta Investigasi Meninggalnya ABK WNI di Kapal Tiongkok
Indonesia
Pemerintah Diminta Investigasi Meninggalnya ABK WNI di Kapal Tiongkok

Cuplikan adegan-adegan pelarungan ketiga WNI itu ramai dibahas di dunia maya