TNI Rampungkan Ganti Rugi Pada Korban Penyerangan Polsek Ciracas Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) berbincang warga sipil korban perusakan Mapolsek Ciracas. (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)

MerahPutih.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah rampung melakukan pendataan terhadap korban yang terdampak perusakan di sekitar Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (5/9).

Kini, tinggal tinggal dua orang yang belum dibayarkan ganti ruginya. TNI terus upaya menghubungi korban. Diharapkan pada Senin (7/9) ini, pembayaran senilai Rp2,250 juta selesai.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyebut, hanya tinggal dua warga sipil yang belum menerima ganti rugi tersebut, pertama atas nama Karyanto senilai Rp1 juta. Saat ini, Kayanto yang saat ini pulang kampung ke Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga:

Bentrokan Dua Kelompok Ormas di Ciledug Diklaim Hanya Salah Paham

"Kedua, atas nama Aldi Gunawan. Uang ganti rugi dan santunan sebesar Rp 1,25 juta. Uang tersebut akan diserahkan rencananya 7 September 2020," kata Dudung.

TNI AD, kata Dudung, berupaya agar penyaluran ganti rugi bisa cepat selesai. Dengan begitu masyarakat bisa beraktivitas kembali untuk mencari rezeki.

Polsek Ciracas
Polsek Ciracas. (Foto: Antara).

Ganti rugi itu diberikan kepada ratusan warga sipil yang terdampak aksi perusakan oknum prajurit TNI di kawasan Ciracas pada Sabtu 29 Agustus dini hari lalu. Total ada 118 orang melapor ke pokso yang ditutup kemarin.

Nilai ganti rugi yang dikeluarkan mencapai Rp594.026.000. Dari total tersebut, telah dibayarkan kepada 114 warga sipil senilai Rp591.776.000.

Polsek Ciracas menjadi sasaran utama dalam penyerangan oleh sejumlah oknum prajurit TNI pada Sabtu, 29 Agustus 2020. Bukan kali ini saja Polsek Ciracas diserang. Penyerangan juga pernah terjadi di Polsek ini pada tahun 2018 lalu. (Knu)

Baca Juga:

Penyerangan Polsek Ciracas Gegara Hoaks, BPIP: Bukti Budaya Kritis Terkikis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Enam Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Kembali Berhasil Diidentifikasi
Indonesia
Enam Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Kembali Berhasil Diidentifikasi

Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur kembali mengidentifikasi enam penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ1 82 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Wisatawan di Puncak Bogor Jalani Tes COVID-19
Indonesia
Wisatawan di Puncak Bogor Jalani Tes COVID-19

Sampai Kamis pukul 10.30 WIB, ada 17 wisatawan dari luar Bogor yang menurut hasil pemeriksaan reaktif virus corona.

Pemerintah Beri Subsidi ke Maskapai Penerbangan yang Tekor Akibat Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dielu-elukan Warga Amerika saat Unjuk Rasa George Floyd
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dielu-elukan Warga Amerika saat Unjuk Rasa George Floyd

Akun Facebook Bayu Rotinsulu mengunggah sebuah video yang menggambarkan warga Amerika Serikat mendukung Jokowi.

Eks Bos KPK Anggap Sindiran Bintang Emon Wakili Suara Publik di Kasus Novel
Indonesia
Eks Bos KPK Anggap Sindiran Bintang Emon Wakili Suara Publik di Kasus Novel

Sindiran Bintang Emon yang mewakili suara hati banyak orang.

Kemendagri: Istana Pertimbangkan Protokol Pelantikan Wagub DKI
Indonesia
Kemendagri: Istana Pertimbangkan Protokol Pelantikan Wagub DKI

Pihak Istana Negara tengah mempertimbangkan protokol pelantikan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Ketua DPRD Minta Calon Wali Kota Jakpus Rajin ke Lapangan
Indonesia
Ketua DPRD Minta Calon Wali Kota Jakpus Rajin ke Lapangan

DPRD DKI Jakarta baru saja menggelar uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon wali kota (cawalkot) Jakarta Pusat Dhany Sukma.

Dua Hari Jelang Libur Natal, 356 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Indonesia
Dua Hari Jelang Libur Natal, 356 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Lalu lintas meninggalkan Jakarta mayoritas sebanyak 180.345 kendaraan menuju arah Timur, 105.110 kendaraan menuju arah Barat dan 70.555 kendaraan.

Kasus COVID-19 di Secapa AD Jadi Teguran Keras Pemerintah
Indonesia
Kasus COVID-19 di Secapa AD Jadi Teguran Keras Pemerintah

Dia meminta, pemerintah kembali mempertimbangkan opsi pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

  Alat Rapid Test Corona Mulai Digunakan, Pemerintah Klaim Hasilnya Banyak yang Negatif
Indonesia
Alat Rapid Test Corona Mulai Digunakan, Pemerintah Klaim Hasilnya Banyak yang Negatif

"Beberapa hari yang lalu sudah dilaksanakan kegiatan serupa dengan metode yang sama. Kita mendapatkan beberapa hasil yang positif, meskipun lebih banyak yang negatif," terang Yurianto