TNI-Polri Sidak ke Kantor Perusahaan Perdagangan Indonesia Tim gabungan Polri dan TNI melakukan sidak ke kantor pusat Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Tim gabungan Polri dan TNI melakukan sidak ke kantor pusat Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Beberapa lokasi yang ditangani antara lain jarak kerja antar karyawan, tersedianya sarana kebersihan, pemakaian masker dan akses keluar masuknya udara

Kapolres Metro Jakarta, Pusat Kombes Heru Novianto menuturkan, sidak yang diikuti Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara ini untuk melihat langsung protokol kesehatan di tempat kerja.

Baca Juga

Anak Buah Anies Diminta Sulap GOR Jadi Tempat Karantina Pasien COVID-19

"Memang di bulan lalu, ada yang terdampak COVID di sini," kata Heru kepada wartawan di lokasi, Jumat (25/9).

Heru menambahkan, dari kunjungannya kantor BUMN tersebut sudah memenuhi aturan kerja yakni 25 persen pekerja yang masuk ke kantor.

"Mereka sudah melakukan protokol kesehatan yang baik. Mudah mudahan bisa diikuti perkantoran lain," ungkap Heru.

Tim gabungan Polri dan TNI melakukan sidak ke kantor pusat Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Tim gabungan Polri dan TNI melakukan sidak ke kantor pusat Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

Ia menilai, dengan adanya pembatasan ini, tingkat penularan dan penyebaran menurun. "Dengan diperpanjangnya PSBB ini semoga bisa menurunkan angka penularan," terang Heru yang mengenakan masker ini.

Sementara itu, Dandim 0501/JPBS Kolonel (Inf) Luqman Arief menambahkan pihaknya akan melakukan pemantauan protokol kesehatan di tempat lainnya untuk memastikan klaster perkantoran dan tempat umum dapat ditekan.

"Targetnya memang jumlah yang terpapar menurun," ungkap Luqman.

Sebelumnya, Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, ada tiga klaster tertinggi penyebaran di DKI Jakarta yakni rumah sakit, komunitas, dan perkantoran.

Klaster rumah sakit berasal dari pasien fasilitas pelayanan kesehatan. Artinya, pasien merupakan warga yang secara sukarela memeriksakan diri atau berobat ke klinik dan rumah sakit serta hasil contact tracing puskesmas.

"Pasien yang datang ke rumah sakit termasuk klinik, sukarela datang ke laboratorium untuk periksa juga masuk atau masyarakat yang secara sukarela memeriksakan diri ke klinik atau fasilitas pelayanan kesehatan yaitu sebanyak 24.400 kasus atau 63,4 persen," kata Dewi dalam diskusi yang disiarkan Youtube BNPB Indonesia, Rabu (23/9).

Tim gabungan Polri dan TNI melakukan sidak ke kantor pusat Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu
Tim gabungan Polri dan TNI melakukan sidak ke kantor pusat Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

Kemudian, klaster komunitas termasuk di dalamnya klaster keluarga. Menurut Dewi, tercatat 15.133 kasus atau 39,36 persen kasus positif COVID-19 di Ibu Kota berasal dari klaster komunitas.

Sedangkan, klaster perkantoran menyumbang 3.194 kasus atau 8,31 persen dari total kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta. Meskipun demikian, belum diketahui lokasi detail penularan para pasien yang berasal dari klaster perkantoran.

"Kita belum bisa membedakan orang yang terluar di jalan, rumah, atau kantor. Meskipun hasil temuannya berasal dari hasil screening kantor tersebut," ujar Dewi.

Baca Juga

Anies dan Anak Buahnya Diminta 'Cross Check' Klaim Tempat Hiburan Jadi Klaster COVID-19

Tak hanya itu, Dewi juga menyebut adanya klaster baru penularan COVID-19 di DKI Jakarta yakni kegiatan pernikahan, hotel, pesantren, hingga hiburan malam.

Berdasarkan data klaster penyebaran COVID-19 per 18 September 2020 di situs corona.jakarta.go.id, klaster hotel memang ada di Ibu Kota. Tercatat 3 kasus positif COVID-19. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH