TNI-Polri dan Satpol PP Gelar Patroli Tindak Usaha Hiburan yang Tak Taat Aturan Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur Muhammad Thariq (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polisi menemukan adanya sejumlah tempat hiburan yang bandel saat pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di Jakarta Pusat. Mereka nekat buka hingga batas jam operasional yang ditentukan.

Kodim 0501/JP BS dan Polres Metro Jakarta Pusat dibantu Satpol PP pun melakukan patroli pada Kamis (25/2) malam, untuk menyisir sejumlah lokasi disinyalir ada tempat hiburan yang buka.

Baca Juga:

Buntut Prajurit TNI Tewas Ditembak, Perwira Diminta Lakukan Pengawasan ke Anggota

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menuturkan, patroli gabungan melibatkan 105 personel tiga pilar ini untuk memastikan warga terutama pelaku usaha taat aturan.

"Ini patroli rutin gabungan demi menegkkan disiplin warga soal protokol kesehatan," kata Hengki kepada wartawan, Jumat (26/2).

Sementara itu, Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Guntur Muhammad Thariq menjelaskan, saat pertengahan pekan, tempat hiburan buka semakin malam.

"Harusnya dalam aturan PPKM jam 21.00 mereka tutup, saat weekdays mereka buka sampai jak 03.00 pagi," jelas Guntur.

Guntur menerangkan, patroli sengaja dilakukan saat pertengahan pekan agar mereka tak buka kembali. Mengingat potensi keramaian terjadi saat akhir pekan.

"Fokusnya terutama sekitaran Sawah Besar, Gambir, Tanah Abang dan Menteng. Kami pantau untuk dilakukan penindakan," jelas ayah tiga orang anak ini.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/2).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/2). Foto: MP/Kanu

Menurut Guntur, jika nantinya ada kedapatan yang melanggar, para pelaku usaha hiburan akan disanksi oleh Petugas Satpol PP. "Bisa dilakukan penyegelan," terang Guntur.

Lulusan AKPOL 2002 ini mengimbau kepada para pelaku usaha hiburan dan masyarakat untuk menuruti aturan pemerintah pusat hingga daerah.

"Saat ini PPKM mikro masih berjalan. Kami tiga pilar mengantisipasi kegiatan masyarakat lewat jam yang ditentukan," tutup pria yang akrab disapa bang Guntur ini.

Sekedar informasi, masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di DKI Jakarta akan diperpanjang oleh Pemprov DKI Jakarta.

Perpanjangan PPKM di DKI Jakarta dimulai pada, Selasa, (23/2) dan akan berjalan selama 14 hari ke depan hingga 8 Maret 2021.

Perpanjangan PPKM ini dilakukan untuk menekan laju penurunan kasus aktif di DKI Jakarta, sekaligus menjaga penurunan bed occupancy rate (tempat tidur isolasi). Keputusan dalam memperpanjang masa PPKM ini tercantum dalam Kepgub Nomor 172 Tahun 2021.

Baca Juga:

3 Warga dan Prajurit TNI Ditembak, Polisi Dilarang Masuk Tempat Hiburan

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, terlihat bahwa perpanjangan PPKM yang sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 7-22 Februari 2021, mampu menekan penyebaran kasus aktif di Jakarta.

Sementara itu, untuk perpanjangan PPKM skala mikro kali ini, kapasitas yang ditentukan oleh Pemprov DKI Jakarta sama seperti dua pekan yang lalu. "Jam operasional sama, semua sama tidak berubah," ujar Wagub DKI Ahmad Riza Patria. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Indonesia Dorong Tata Kelola Data dalam DEWG Presidensi G20
Indonesia
Pemerintah Indonesia Dorong Tata Kelola Data dalam DEWG Presidensi G20

Pemerintah Indonesia berupaya mendorong adopsi tata kelola data dalam Forum Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 tahun ini.

Anies Bolehkan Warga Jakarta Salat Tarawih di Masjid, Asal Taat Prokes
Indonesia
Anies Bolehkan Warga Jakarta Salat Tarawih di Masjid, Asal Taat Prokes

"Sekarang sudah bisa dilaksanakan di masjid, tetapi ikuti juga protokol kesehatan. Sehingga di satu sisi kegiatan ibadahnya bisa berjalan, di sisi lain keselamatannya terjaga. Itu yang paling penting," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (31/3).

 [HOAKS atau FAKTA]: Prabowo dan Megawati Sepakat Usung Ganjar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo dan Megawati Sepakat Usung Ganjar

Kumpulan arrtikel tersebut membahas mengenai deklarasi Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) di Sumatera Barat.

Keraton Yogyakarta Rayakan Maulid Nabi Tanpa Gunungan dan Gendhing Gamelan
Indonesia
Keraton Yogyakarta Rayakan Maulid Nabi Tanpa Gunungan dan Gendhing Gamelan

Keraton Yogyakarta merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan prosesi sederhana pada Selasa (19/10).

KPK Panggil 7 Saksi Dalami Kasus TPPU Rahmat Effendi
Indonesia
KPK Panggil 7 Saksi Dalami Kasus TPPU Rahmat Effendi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu memanggil sejumlah saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi (RE).

Anies Diminta Tambah Jumlah Penerima Kompensasi TPST Bantargebang
Indonesia
Anies Diminta Tambah Jumlah Penerima Kompensasi TPST Bantargebang

DKI Jakarta diminta menambahkan dana kompensasi dalam perpanjangan pemanfaatan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Wagub DKI Pastikan Ikan di Muara Angke Tak Terpapar Parasetamol
Indonesia
Wagub DKI Pastikan Ikan di Muara Angke Tak Terpapar Parasetamol

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan, ikan di laut Muara Angke tidak terkontaminasi kandungan parasetamol.

Kata Kepala BKN Usai Diperiksa Komnas HAM Terkait Polemik TWK
Indonesia
Kata Kepala BKN Usai Diperiksa Komnas HAM Terkait Polemik TWK

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengaku telah menjelaskan perihal peran BKN dalam proses pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai KPK.

Dugaan Korupsi Libatkan Dirjen Kemendag Dinilai Bentuk Kejahatan Korporasi
Indonesia
Dugaan Korupsi Libatkan Dirjen Kemendag Dinilai Bentuk Kejahatan Korporasi

Kejaksaan Agung (Kejakgung) jangan berhenti mengusut kasus ini hanya pada oknum-oknum petinggi perusahaan migor sebatas pribadi.

Prabowo Silaturahmi Idulfitri ke 3 Tokoh, Ada Khofifah di antara 2 Nama Presiden
Indonesia
Prabowo Silaturahmi Idulfitri ke 3 Tokoh, Ada Khofifah di antara 2 Nama Presiden

Jubir Prabowo enggan menjelaskan alasan Ketum Gerindra menemui Gubernur Jatim Khofifah