TNI Dikerahkan Cari Tokoh Penggerak Kerusuhan saat Aksi UU Cipta Kerja Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Markas Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2020). (ANTARA/HO-Humas Pangdam Jaya).

MerahPutih.com - Aksi unjuk rasa dalam rangka menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Jakarta pada Kamis (8/10) diduga ditunggangi oleh kelompok perusuh. Dalam hal ini, sebanyak 14 perusuh sudah ditahan pihak kepolisian.

Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkapkan, para perusuh tersebut sebenarnya hanya dijadikan alat oleh aktor untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Perusuh itu sebetulnya hanya orang-orang yang dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi karena kepentingan pribadinya maupun kelompoknya," kata Dudung saat apel kesiapan bersama Polri di Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/10).

Baca Juga

Tolak UU Ciptaker, Muhammadiyah Tidak Bakal Ikut Unjuk Rasa Kepung Istana

Dia meyakinkan para mahasiswa dan massa buruh yang benar-benar menyampaikan aspirasi terkait UU tersebut tanpa ada niat untuk membuat rusuh.

Dudung mengungkapkan kelompok tersebut digerakan untuk membenturkan antara aparat dengan masyarakat. Mereka sengaja membuat kekacauan dan kerusakan yang bisa merugikan.

"Di sisi lain kelompok yang memang membuat dan mencoba agar terjadinya kerusakan-kerusakan atau terjadinya bentrok antara masyarakat dengan aparat. Ini yang nanti akan kita cari ya," ucapnya.

Ia juga meminta kepada TNI dan Polri yang melakukan penindakan terhadap terduga perusuh agar profesional, proposional dan tetap mengedepankan persuasif namun tegas.

"Lalu cari dan temukan tokoh di lapangan yang menggerakkan. Karena itu yang penting," kata Dudung.

Diketahui, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa dari buruh hingga mahasiswa dilakukan buntut disahkannya Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap merugikan masyarakat kecil.

Puncaknya, aksi tersebut terjadi pada Kamis (8/10). Hingga malam hari, massa semakin anarkis dengan melakukan perusakan hingga pembakaran sarana dan prasarana umum.

Dari data yang ada, sebanyak 18 pos polisi dirusak dan dibakar oleh para perusuh demo. Selain itu, terdapat 16 halte yang juga dirusak dan dibakar, salah satunya adalah halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah menahan 14 orang yang diduga melakukan kerusuhan dan penganiayaan dalam aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca Juga

Sahkan UU Cipta Kerja, Fahri Hamzah: DPR Masuk Perangkap 'Lingkaran Setan' Parpol

Awalnya, polisi menetapkan 87 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun, kini hanya 43 orang yang dilakukan gelar perkara. Sementara sisa massa yang tidak dilakukan penahanan hanya wajib lapor. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lari Dikejar Polisi, Seorang Pedemo Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter
Indonesia
Lari Dikejar Polisi, Seorang Pedemo Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter

Seorang peserta aksi Solo Raya Menggugat menolak RUU Cipta Kerja di Tugu Kartasura jatuh ke dalam sumur tua sedalam 10 meter, Kamis (8/10) malam.

LBH Minta Pemerintah tak Bebankan Biaya Warga Periksa Tes COVID-19
Indonesia
LBH Minta Pemerintah tak Bebankan Biaya Warga Periksa Tes COVID-19

Ricky khawatir, jika dipatok harga, tak bisa semua masyarakat memeriksakan dirinya terutama warga berpengahasilan rendah.

ICW Minta Firli Cs Setop Gusur Pegawai KPK Berintegritas
Indonesia
ICW Minta Firli Cs Setop Gusur Pegawai KPK Berintegritas

Salah satu pegawai yang dinilai berintegritas tersebut adalah penyidik Kompol Rosa

 Saluran Air Tersumbat, Sejumlah Titik di Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Saluran Air Tersumbat, Sejumlah Titik di Jakarta Terendam Banjir

Saat hujan turun para petugas sudah siap-siap di lokasi yang dianggap genangan. Air mengantre karena intensitas hujan tinggi, dan juga ada bagian yang tersumbat

Sembuh, Pasien Corona 01 dan 03 di RSPI Pulang Hari Ini
Indonesia
Sembuh, Pasien Corona 01 dan 03 di RSPI Pulang Hari Ini

Meskipun pasien dinyatakan sembuh, dia menjelaskan bahwa pasien tersebut akan menjalani pengawasan diri secara mandiri.

Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Terjadi, DPR Bakal Tegur Kapolri
Indonesia
Kekerasan Terhadap Jurnalis Masih Terjadi, DPR Bakal Tegur Kapolri

Ia memastikan, tindakan penangkapan terhadap Jurnalis itu akan menjadi bahan dirinya dalam rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. Ia akan mempersoalkannya.

DPRD DKI Minta Anies dan Jokowi Gandengan Tangan Selesaikan COVID-19
Indonesia
DPRD DKI Minta Anies dan Jokowi Gandengan Tangan Selesaikan COVID-19

Pemda DKI harus menaikan kembali perekonomian di ibu kota

[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Maju Jadi Wali Kota karena Jokowi sebut Jadi Pemimpin tak Harus Pintar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Maju Jadi Wali Kota karena Jokowi sebut Jadi Pemimpin tak Harus Pintar

ungkapan ini disampikan Jokowi kepada sang anak, Gibran Rakabuming Raka yang tengah maju di Pilwakot Solo.

Otak Pesta Gay di Jakarta Terinspirasi dari Negara Ini
Indonesia
Jokowi Marah, Ini Penilaian Ombudsman
Indonesia
Jokowi Marah, Ini Penilaian Ombudsman

Para menteri diduga tidak bisa inovatif-produktif dalam menjalankan tugas yang dimandatkan Presiden di masa COVID-19