TNI AD Sebut Video Berisi Suara Serda Ucok Terkait Kasus Brigadir J Hoaks Sejumlah orang dari berbagai elemen masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas menyalakan lilin untuk mengenang Brigadir J di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (8/8). ANTARA FOTO/Reno Esni

MerahPutih.com - TNI Angkatan Darat (AD) menanggapi sebuah video yang berisi pernyataan Serda Ucok yang siap membantu negara dalam mencari pembunuh Brigadir J.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna memastikan video yang beredar di media sosial adalah hoaks dan upaya adu domba antara instansi TNI dan Polri.

Baca Juga

Kapolri Bakal Umumkan Tersangka ke-3 Tewasnya Brigadir J

"Video pernyataan Serda Ucok, yang mengaku siap membantu negara untuk mencari pembunuh Brigadir J, di akun tiktok @mursyid.adam adalah video berisi kebohongan serta upaya adu domba antara TNI dan Polri," ucap Tatang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/8).

Ia mengatakan, saat ini TNI AD telah bekerja sama dengan Polri dan lembaga terkait lainnya untuk menelusuri serta meminta pertanggungjawaban atas beredarnya video di akun tiktok tersebut.

Tatang berharap masyarakat tidak terprovokasi atas video bohong yang beredar di media sosial soal pernyataan "Serda Ucok" itu.

Baca Juga

Brigadir RR Ajudan Istri Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Diketahui, Serda Ucok merupakan anggota Kopassus yang diadili karena membunuh empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, pada tahun 2013.

Dalam video yang beredar, terdengar narasi suara dari pria yang mengaku sebagai Serda Ucok dan menyatakan siap membantu negara untuk mencari pembunuh Brigadir J.

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Tersangka pertama ditetapkan pada hari Rabu (3/8) adalah Bhayangkara Dua Polri Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, disangkakan dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Tersangka kedua, ditahan pada hari Minggu (7/8), Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR, disangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. (*)

Baca Juga

Penembakan Brigadir J, Mahfud MD Sebut Sudah Ada 3 Tersangka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tito Izinkan ASN Kemendagri dan BNPP Laksanakan WFH
Indonesia
Tito Izinkan ASN Kemendagri dan BNPP Laksanakan WFH

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengizinkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Zelenskyy Pecat Jaksa Agung dan Kepala Dinas Keamanan
Indonesia
Zelenskyy Pecat Jaksa Agung dan Kepala Dinas Keamanan

Kedua pejabat tinggi itu dipecat karena banyak pejabat di kantor mereka telah bersekongkol dengan Rusia.

Bebas dari Penjara, Angelina Sondakh: Allah Menampar Saya
Indonesia
Bebas dari Penjara, Angelina Sondakh: Allah Menampar Saya

Mantan anggota DPR RI Angelina Sondakh mengungkapkan penyesalannya atas korupsi yang dia lakukan dulu.

Pemekaran Wilayah di Jawa Barat Terkendala Moratorium Pemerintah Pusat
Indonesia
Pemekaran Wilayah di Jawa Barat Terkendala Moratorium Pemerintah Pusat

Namun, menurut Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat, terwujudnya pemekaran suatu wilayah masih terkendala moratorium yang belum dicabut oleh Pemerintah Pusat.

Psikolog Ungkap Kondisi Terkini Istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo
Indonesia
Psikolog Ungkap Kondisi Terkini Istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo

Istri Irjen Ferdy Sambo dalam kejadian ini berstatus sebagai saksi korban yang mengalami pelecehan, penodongan, serta melihat peristiwa baku tembak.

Jenderal Andika Perkasa dan Letjen Dudung Abdurachman Bakal Dilantik Bareng
Indonesia
Jenderal Andika Perkasa dan Letjen Dudung Abdurachman Bakal Dilantik Bareng

Nama Dudung melambung di publik usai aksinya menentang organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam

[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Pembuat COVID-19 Akhirnya Ditangkap
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Pembuat COVID-19 Akhirnya Ditangkap

Beredar unggahan video di media sosial Facebook yang menampilkan seorang pria yang ditangkap oleh pihak kepolisian dan diliput oleh banyak wartawan.

Polisi yang Ambil CCTV di Rumah Ferdy Sambo Berpotensi Dipidana
Indonesia
Polisi yang Ambil CCTV di Rumah Ferdy Sambo Berpotensi Dipidana

Mabes Polri memeriksa anggotanya yang mengambil CCTV di sekitar rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

PSI Soroti Pembayaran Kekurangan Biaya Commitment Fee Formula E Rp 90,7 Miliar
Indonesia
PSI Soroti Pembayaran Kekurangan Biaya Commitment Fee Formula E Rp 90,7 Miliar

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menemukan kejanggalan terkait pembayaran commitment fee atau biaya komitmen gelaran Formula E.

Demo Berakhir dengan Penangkapan 3 Warga, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Kembali Normal
Indonesia
Demo Berakhir dengan Penangkapan 3 Warga, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Kembali Normal

Demonstrasi pelaku pariwisata sebagai aksi protes kenaikan harga tarif masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar sebesar Rp 3,7 juta per orang.