TKN Pertanyakan Akhlak Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily

MerahPUtih.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, meminta polisi menindak tegas HS (25) pria yang mengancam memenggal Jokowi di video saat demonstrasi di Kantor Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu).

Ace mengatakan polisi perlu bertindak tegas agar tak ada lagi pihak yang mengumbar kebencian secara berlebihan.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily

"Di mana letak akhlak mereka sebagai orang yang mengaku beragama tetapi berkata kebencian dan menghalalkan untuk membunuh. Apalagi menggunakan istilah “memenggal kepala” dan disandingkan dengan kata “demi Allah”. Nyata dan jelas sekali bahwa itu kata-kata kebencian," kata Ace kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/5).

Dia mengimbau berbagai pihak, termasuk oposisi agar tak memanasi pendukung untuk bersikap berlebihan.

"Kami yakin perilaku seperti ini karena ada pihak-pihak yang selalu memprovokasi dan memanas-manasi pendukungnya untuk tetap bersikap anti-Pak Jokowi secara berlebihan," kata Ace

Ace mengimbau agar kasus ini diserahkan ke pihak berwenang. Dia meminta tidak ada pihak yang memanas-manasi, apalagi sedang masuk bulan Ramadhan.

"Kita jaga tutur kata kita agar jangan menghasut rakyat dengan opini-opini yang memanaskan situasi. Soal hasil pemilu, kita tunggu hingga tanggal 22 Mei ini. Walaupun kami yakin tidak akan jauh berbeda dengan hasil hitung cepat dan real count yang kami punya, yaitu pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf yang menang," paparnya.

Ace yakin Jokowi akan memaafkan pelaku.

"Saya kira penegak hukum harus bertindak untuk memberikan efek jera kepada orang seperti ini. Harus diberikan hukuman yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Langkah ini dilakukan agar siapapun kita tidak boleh mengumbar kebencian yang berlebihan," ujarnya.

HS
HS, pelaku pengancaman penggal Jokowi, Foto: Net

Ace berharap, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi siapapun menyampaikan kata-kata seperti bukanlah tindakan terpuji, apalagi dilakukan di bulan Ramadhan seperti ini dan diucapkan oleh orang yang mengaku beragama.

HS ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor. HS diduga mengancam Jokowi dengan kalimat 'Dari Poso nih. Siap penggal kepala Jokowi. Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya. Demi Allah'. Dia ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal makar. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH