TKN Dukung Polri Buru Aktor Intelektual Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Ilustrasi kotak suara

MerahPutih.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mendukung langkah Polri memburu aktor intelektual yang memproduksi dan menyebarkan berita bohong atau hoaks soal penemuaan tujuh kontainer surat suara yang dicoblos.

"Mendukung aparat keamanan untuk memburu pelaku kejahatan dan aktor intelektual yang memproduksi dan menyebarkan kabar bohong ini," kata Ace kepada wartawan, Kamis (3/1).

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily

Ace menyebut kejahatan ini tindakan yang berbahaya bagi stabilitas politik. Tak hanya itu, hoaks ini juga meresahkan masyarakat dan mengganggu serta berpretensi medelegitimasi Pemilu.

"Penyebaran berita bohong ini semakin menunjukkan penggunaan skenario: penciptaan kondisi ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara pemilu dengan cara-cara tidak beradab, menghahalkan segala cara untuk mencapai tujuan politik," tegas Ace.

Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar ini menduga ada pihak yang sedang merancang skenario sejak dini untuk mendelegitimasi hasil Pemilu dengan alasan pemilu curang.

"Ini jelas tindakan yang berbahaya. Sudah pasti dilakukan oleh pihak yang tidak siap kalah," imbuhnya.

"Ini paralel dengan rangkaian skenario yang coba dimainkan mulai dari mengangkat soal E-KTP yang dimusnakan, pemilih hantu sampai soal surat suara yang didatangkan dari China. Cara-cara seperti ini harus dihentikan," kata Ace menambahkan.

Menurut Ace pihak Jokowi-Ma'ruf sangat dirugikan dengan permainan skenario ini. Sebab, dituduh berbuat curang. Padahal, kata Ace sejak awal pihaknya ingin gunakan momen Pemilu sebagai adu gagasan, adu prestasi untuk memilih pemimpin yang terbaik.

"Bukan justru sebagai ajang sebar kabar bohong dan menghalalkan segala cara untuk kekuasaan," tandas Ace.

Sebelumnya dikabarkan melalui rekaman yang beredar bahwa ditemukan tujuh kontainer yang berisikan surat suara Pilpres 2019 di Tanjung Priok Jakarta. Masing-masing konteiner berisikan 10 juta surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01. Berdasarkan rekaman, tujuh kontainer itu ditemukan oleh TNI AL dan sudah disita KPU.

KIcauan Andi Arief

Kabar soal tujuh kontainer surat suara Pilpres 2019 yang sudah dicoblos, sempat disampaikan oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter-nya. Namun, cuitan Andi Arief di Twitter ini telah dihapus.

KPU dan Bawaslu pun langsung mengecek kabar tersebut ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Setelah dicek bersama petugas Bea Cukai, ternyata kabar tersebut tidak benar dan KPU sudah memastikan kabar tersebut merupakan hoax. KPU sudah melaporkan pihak-pihak yang diduga terkait dengan hoax ini ke Divisi Cyber Crime Mabes Polri. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH