TKN Bongkar Kebohongan BPN soal Perhitungan Suara di Riau dan Babel Lukman Edy. (Foto: Instagram @lukmanedy_hm)

MerahPutih.com - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy kembali membongkar adanya potensi kecurangan yang diduga dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Lukman membongkar dugaan kebohongan di wilayah Riau dan Bangka Belitung. Sebelumnya, mereka membongkar dugaan kebohongan yang sama di Lampung dan DKI Jakarta.

Wakil Direktur Bidang Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy (berjas tengah). (Dok PB PTMSI)
Wakil Direktur Bidang Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf Lukman Edy (berjas tengah). (Dok PB PTMSI)

"Setiap hari kami akan buka, kami akan bongkar setiap data yang masuk hampir 40 persen yang kami anggap sudah stabil progresnya. Maka akan kami umumkan kepada publik," kata Lukman di Media Center TKN, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/4).

Lukman mencontohkan di Riau. Mereka akui memang kalah, tapi tak sebesar yang disebut kubu Prabowo-Sandi.

"Di Real Count kami hingga hari ini tadi sudah masuk sekitar 30’persen dan kami anggap sudah stabil. Kami kalah diangka 39’persen sementara pak Prabowo 61 persen. Ini hampir sama dengan real count di KPU yang sudah masuk suara hampir sama dengan kita yakni 41 persen, beda dua persen. Kemudian 02, 58 persen, dan juga hampir sama dengan lembaga survei lainnya," imbuh Lukman.

Klaim kemenangan sebesar 78 persen disebut Lukman karena sampelnya hanya di 145 TPS.

"Bandingkan dengan keseluruhan TPS yang mencapai 17 ribu. Jadi, ini sebuah kebohongan yang dipublikasikan untuk memframing pemikiran publik bahwa pemilu sekarang ini 02 sudah memenangkan pertarungan di setiap daerah. Apalagi, kemudian menyatakan di Sumatera mereka menang semua," jelas Lukman.

Sementara, di Bangka Belitung, Prabowo-Sandi juga mengklaim menang 60 persen. Sementara, Jokowi-Ma'ruf hanya 39 persen.

"Mari kita lihat, data di Babel sudah masuk di kita 33 persen, dan grafiknya sudah stabil. Dan kami menyatakan di Babel menyatakan menang 64 persen, 02 hanya memperoleh 35 persen. Dan angka ini sama dengan Real Count KPU hari ini yang sudah 21 persen mereka masuk suara, sudah menuju kestabilan juga," imbuh Lukman.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Foto: Twitter/@sandiuno)
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Foto: Twitter/@sandiuno)

"Angka kemenangan kami 66 persen, dan hampir sama dgn RC di SMRC, dan Poltracking. Jadi beda satu persen saja," tambah politikus PKB ini.

Lukman menduga kubu Prabowo-Sandi sengaja memberikan informasi yang salah ke publik.

"Kami sisir ke real count mereka, ternyata mereka hanya di 2 TPS saja, dia menyatakan menang 60 persen, dari 3800 TPS. Jadi bagaimana mungkin 2 TPS mengklaim menang," tutupnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH