TKN Analogikan Pilpres dengan 'Comeback' Dramatis Liverpool Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. (Foto: merahputih.com/Fadli)

Merahputih.com - Kubu Prabowo-Sandi diminta berkaca atas Comeback dramatis Liverpool atas Barcelona dalam leg kedua semifinal Piala Champions. Saat itu Liverpool berhasil menghentikan laju Barcelona dengan skor 4-0. Secara agregat, Barcelona kalah 3-4 dan harus merelakan tiket final Piala Champions dipegang oleh Liverpool.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin yang juga Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menganalogikan laga itu sebagai contoh bahan refleksi bagi perpolitikan nasional khusunya Pilpres.

Menurut dia, Liverpool bisa membalik keadaan dengan kerja keras dan determinasi yang tinggi. Cederanya pemain andalan Mohammed Salah tak menyurutkan semangat Liverpool yang harus bisa menang minimal 4 gol tanpa balas.

"Bukan karena Liverpool berbaju merah, tapi kami apresiasi kemenangan 4-0 atas Barcelona karena menunjukkan sebuah semangat juang dan kebersamaan di atas lapangan, kekuatan satu tim," kata Hasto di Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

BACA JUGA: TKN: Lebih Baik Apresiasi KPU Dibandingkan Tuding Curang

Nah, bagusnya, baik Liverpool maupun Barcelona sama-sama menunjukkan sportivitas yang tinggi. Ketika kalah 0-3 di leg pertama, Liverpool tak menyalahkan wasit atau hal lainnya. Yang dilakukan adalah bertanding dengan lebih baik di leg kedua dan akhirnya berhasil.

"Mari belajar dari sportivitas olahraga. Jangan karena kalah, lalu menyalahkan wasit dan panitia. Barcelona tak menghasut penonton hanya karena kalah untuk melakukan perlawanan terbuka. Walau tersingkir, Barcelona bisa menerima dengan baik karena ada nilai sportivitas itu," beber Hasto.

Pernyataannya itu tampaknya merupakan sindiran terhadap kubu Prabowo-Sandi. Sebab walau sejumlah lembaga survei kredibel dan independen menyebut hasil quick count menunjukkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf, namun Prabowo-Sandi terus mengklaim menang.

Bukan itu saja, KPU sebagai 'wasit' juga dituduh curang. KPU pun diminta untuk mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf yang diprediksi sebagai pemenang. Belakangan ada seruan 'people power' menyangkut hasil pemilu.

Gol Georginio Wijnaldum saat Liverpool menang 4-0 atas Barcelona di Anfield (@ChampionsLeague)

Padahal, pihaknya menilai penyelenggaraan pemilu kali ini nilai jauh lebih baik. Berbagai kekurangan tetap ada, namun penyelenggara lebih responsif dalam menanggapi masalah yang ada. Untuk itu, pihaknya bahkan mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, dan seluruh aparat yang terlibat memastikan pemilu Jurdil di tengah sistem pemilihan Indonesia yang dianggap paling kompleks di dunia.

"Kami serukan kontestan pemilu agar hati-hati menyampaikan tuduhan curang termasuk ke penyelenggara pemilu dan siapapun. Tuduhan demikian bisa mengkhianati kesepakatan kita mengedepankan supremasi hukum," ujar Hasto.

Dan yang jelas, pihaknya berharap kubu Prabowo-Sandi mengevaluasi pemilu 2019 secara obyektif. Sangat ironi bila mereka tak bisa menerima hasil pilpres, namun di sisi lain bisa menerima hasil pemilu legislatif yang menunjukkan potensi kenaikan kursi parpol pengusungnya.

Menurut Hasto, hasil rekapitulasi pihaknya, potensi PKS dan Gerindra memperoleh kenaikan kursi di DPR memang kuat.

"Jadi evaluasi pemilu presiden dan pemilu legislatif itu jangan dipisah. Kenaikan kursi PKS dan Gerindra ini menunjukkan bahkan parpol yang oposisi Jokowi saja dapat kursi yang baik. Ini sebagai bukti pemilu ini memang demokratis," tandasnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH