Tito Sebut Corona Tak Mematikan, Gerindra: Kenapa Banyak yang Meninggal? Mendagri Tito Karnavian tegaskan lockdown iut kewenangan pemerintah pusat (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon mengomentari pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyebut virus corona bukanlah penyakit yang memiliki tingkat kematian tinggi bagi penderitanya ketimbang virus lain.

"Kalau tidak mematikan kenapa banyak yang meninggal (19 korban)," kata Fadli dalam keterangannya, Kamis (19/3).

Baca Juga:

Gubernur Jateng Tunjuk 7 Rumah Sakit Screening Gratis Corona, 2 Rumah Sakit di Solo

Fadli mencontohkan dominasi pemerintah pusat dalam menangani corona. Sehingga semua pemerintah daerah harus berkoordinasi dan menunggu instruksi dari atas. Ia menyebut, jika di negara federal seperti Amerika Serikat, negara bagian bisa memutuskan sendiri soal ini.

"Di kita, pemerintah pusat dominan tapi lamban serta tak punya strategi," imbuh Fadli.

Ia menduga, tak dilakukannya langkah lockdwon karena jumlah penderita corona di Indonesia dianggap 'belum parah'. "Maka tak jadi lockdown mungkin nunggu sampai parah seperti Italia? Jadi kalau keadaan buruk yang salah pemerintah pusat bukan provinsi," sebut Fadli.

Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB Doni Monardo
Mendagri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB Doni Monardo (Foto: antaranews)

Mendagri Tito Karnavian sempat menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik menghadapi wabah virus corona, karena tingkat fatalitas atau kematian akibat virus ini tidak terlalu berbahaya atau tinggi.

"Saya kira masyarakat tidak perlu panik, coronavirus disease itu bukan penyakit yang prevalensi fatalitas atau mematikannya sangat berbahaya sekali. Jadi jangan jadi momok,” ungkap Tito Karnavian usai bertemu Gubernur DKI Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Selasa (17/3).

Baca Juga:

BNPB Sebut Pandemi Corona Masuk Bencana Skala Nasional

Menurut Tito, sejauh ini ada banyak kasus yang membuktikan jika korona tidak menakutkan. Bahkan, pasien positif korona yang sembuh lebih banyak ketimbang meninggal.

"Banyak case menunjukkan bahwa banyak yang sembuh dengan sendirinya ketika daya tahan tubuh memang kuat," ujar mantan Kapolri itu. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH