Tito Karnavian Tegaskan Tak Ada yang Salah Merayakan Tahun Baru Mendagru Tito Karnavian usai menghadiri peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-20 di Gedung Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Senin (23/12/2019). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Merahputih.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan sejumlah arahan terkait perayaan Tahun Baru 2020.

Perayaan tahun baru merupakan agenda internasional dan telah menjadi patokan untuk pergantian tahun di dunia.

Baca Juga

DPR Lepas Tangan Kalau Mendagri Tito Perpanjang Izin FPI

"Silakan untuk dilaksanakan kegiatan masing-masing menurut pendapat saya ya. Kalau pergantian tahun Masehi, ini sudah diakui. Maka saya kira tidak ada salahnya merayakan itu," ujar Tito, di Gedung Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Kamis (26/12).

Arahan eks Kapolri itu menjelang momen perayaan tahun baru ada tiga hal. Pertama, ia meminta kepala daerah untuk membentuk posko pemantauan terpadu Tahun Baru 2020.

Mendagri Tito ditantang pecat kepala daerah yang intoleran
Mendagri Tito Karnavian dalam lawatannya ke Papua didampingi Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar di Papua, Jumat (25/10). ANTARA/HO Puspen Kemendagri

Kedua, Tito meminta peningkatan kualitas pelayanan publik tetap terpenuhi kepada masyarakat. Ketiga, Tito meminta pemerintah daerah bersiap menyambut tahun baru yang tertib dan aman.

Menurut Tito, masyarakat harus memahami apabila Indonesia adalah negara yang plural dan mengakui perbedaan seperti yang tertera dalam Pancasila sebagai dasar negara.

"Kalau kita cinta Indonesia, berarti kita juga harus cinta dan paham dengan sifatnya yang plural, berbeda suku, agama, ras. Kita harus menghargai saudara kita yang berbeda," ucap Tito.

Baca Juga

Mendagri Tito Pertanyakan Relevansi Pilkada Langsung

Dia paham alasan kenapa pergantian Tahun Baru Masehi tidak dirayakan sebagian kalangan. Kendati begitu, jika mau merayakan pergantian tahun baru agama lain seperti agama Islam (Tahun Baru Hijriah) juga tidak ada masalah.

"Why not. Kita merayakan juga. Itu saya kira letaknya kita bertoleransi," tutup dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
YLKI Sebut Mahalnya Tes COVID-19 Akibat Pemerintah Belum Tetapkan HET
Indonesia
Penyerangan Polsek Ciracas Bikin Pedagang Trauma
Indonesia
Penyerangan Polsek Ciracas Bikin Pedagang Trauma

Para PKL tersebut, sehari-harinya menjajakan dagangan mereka di sekitar Arundina, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Hari Pertama Dibuka, Donasi Sembako Mulai Mengalir Ke Posko Garda NTT
Indonesia
Hari Pertama Dibuka, Donasi Sembako Mulai Mengalir Ke Posko Garda NTT

Posko donasi Garda NTT sendiri berada di Gedung Margasiswa I PMKRI, Jalan Sam Ratulangie No. 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Polemik Presiden Prancis Soal Islam, DPR Minta Pemerintah Tak Tutup Mata
Indonesia
Polemik Presiden Prancis Soal Islam, DPR Minta Pemerintah Tak Tutup Mata

Pernyataan Presiden Emannuel Macron soal agama Islam memicu kontroversi di kalangan umat beragama.

Dirut PT PAL Budiman Saleh Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Indonesia
Dirut PT PAL Budiman Saleh Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Budiman sedianya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso.

Punya Segudang Aib, Ahok Dinilai Tak Layak Bongkar Kebobrokan Pertamina
Indonesia
Punya Segudang Aib, Ahok Dinilai Tak Layak Bongkar Kebobrokan Pertamina

Seharusnya yang membuka kebobrokan Pertamina bukan Ahok tapi pejabat lain yang bersih dari permasalahan.

1.194 Anggota TNI di Secapa AD Berhasil Sembuh dari COVID-19
Indonesia
1.194 Anggota TNI di Secapa AD Berhasil Sembuh dari COVID-19

Pasien berkurang menjadi 1.194 orang atau 91,3 persen dinyatakan negatif.

LG Electronic Indonesia Terpukul 242 Karyawan Terpapar COVID-19
Indonesia
LG Electronic Indonesia Terpukul 242 Karyawan Terpapar COVID-19

Mereka pun harus menghentikan operasional pabrik dan mengalihkan fokus perusahaan ke penanganan COVID-19.