Tito Karnavian Bisa Jadi Pesaing Ketat Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019 Presiden Jokowi (ketiga kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) berjalan kaki (ANTARA FOTO/Setpres/Agus Suparto)

MerahPutih.Com - Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo layak ikut berlaga dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurutnya, jika jenderal bintang empat itu menjadi calon wakil presiden mendampingi calon petahana Presiden Joko Widodo, maka pasangan tersebut berpeluang besar memenangi pesta demokrasi elektoral.

Meski demikian, Ujang menyatakan tak mudah bagi Jenderal Gatot untuk maju berlaga. Pasalnya, menurut dia, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga punya kans besar digandeng Jokowi pada Pilpres 2019.

"Ada, kan Pak Tito juga mau," kata Ujang saat dihubungi melalui pesan singkat kepada merahputih.com, Minggu (8/10).

Diketahui, rencana pensiun dini Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga disebut-sebut terkait Pilpres 2019, padahal baru purnatugas pada 2022.

Untuk itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menyarankan Jenderal Gatot menjaga performanya. Sehingga, masuk bursa Pilpres 2019.

"Gatot harus dekat dengan pimpinan partai dan juga harus sering turun menyapa rakyat," pungkasnya.

Nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo belakangan menjadi perbincangan publik terkait pernyataan dan aktivitasnya. Bahkan, ada yang mengaitkan dengan Pilpres 2019. Misalnya, menggunakan peci putih sela Aksi Bela Islam 212, Desember 2016, seruan nonton bareng film "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI", hingga isu pembelian 5.000 pucuk senjata ilegal oleh institusi non-militer.

Namanya juga masuk dalam survei yang dilakukan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Namanya bersanding dengan sejumlah nama beken seperti Joko Widodo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian.(Pon)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH