Titik Nol, Tapal Mula Pembangunan Jalan Anyer-Panarukan Mercusuar dan monumen Titik Nol di Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. (Foto: Imam Munandar)

Ada sebuah mercusuar dan globe berdiri tegak di kompleks pinggir pantai yang berlokasi di Desa Tambang Ayam, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Sejumlah wisatawan domestik tampak berfoto ataupun sekadar beristirahat menikmati pemandangan pantai menghadap Selat Sunda tersebut.

Lokasi itu disebut dengan Titik Nol, titik yang diyakini sebagai lokasi awal pembangunan Jalan Anyer-Panarukan pada era kolonial, saat Herman Willem Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda. Ketika itu, perjalanan dari Batavia (Jakarta) menuju Anyer ditempuh selama empat hari, karena tidak adanya jalan yang layak dilewati. Lautan telah dikepung Inggris, sehingga Daendels tidak menempuh jalur laut dari Batavia.

Tempat tersebut kini menjadi tempat menarik untuk berkumpul mengenang pembangunan jalan yang kini dikenal sebagai jalur yang berdenyut paling vibran, melintasi Pulau Jawa dari barat ke timur.

Tidak diketahui pasti tanggal pembuatannya, karena di satu sisi, tapal berbentuk segiempat itu bertuliskan "0 KM Anjer-Panarukan 1806 AKL", sementara Bonnie Triyana (sejarawan Banten) menyebut bahwa Daendels baru mendarat di Anyer pada 5 Januari 1808.

"Pembangunan Anyer-Panarukan adalah pembangunan paling monumental yang melekat dari Daendels, yang juga disebut sebagai Jalan Raya Pos dengan panjang mencapai seribu kilometer," kata Bonnie kepada Merahputih.com, Rabu (12/4).

Selain asal-usul Titik Nol, Anda dapat pula membaca artikel mengenai asal-usul lainnya di Mengapa Muncul Istilah 'Belanda Depok'?


Tags Artikel Ini

Dian Sucitra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH