Tips Umrah Tanpa Masalah, Nomor 4 Belajar dari Kasus Rizieq Agar umrah lancar, patuhi larangan yang berlaku di Arab Saudi. (foto: pixabay/GLady)

BAGI umat muslim, selain berhaji, menjalankan ibadah umrah juga merupakan sesuatu yang amat diidamkan. Tak sedikit yang rela menabung bertahun-tahun untuk bisa berkunjung ke Tanah Suci dan memanjatkan doa di hadapan Kakbah.

Berbeda dengan ibadah haji, umrah biasanya dilakukan dalam waktu yang relatif lebih singkat, yakni 7-10 hari. Meskipun singkat, kamu tetap harus melakukan persiapan agar ibadah lancar.

Niat yang lurus merupakan kunci kelancaran ibadah. Amat disarankan untuk benar-benar meniatkan kepergian ke Tanah Suci untuk beribadah.

Oleh karena itu, hilangkan deh pemikiran duniawi, seperti riya atau niat belanja di sana. Bawa uang sesuai kebutuhan. Ikhlaskan hati dan pasrah hanya kepada Allah.

Pada musim panas di Juni-Agustus, temperatur di Mekkah bisa mencapai 45 derajat celsius. Sementara itu, pada musim dingin pada November-Februari, temperatur mencapai 38-42 derajat celsius, sedangkan pada malam hari temperatur mencapai 8 derajat celsius. Selain itu, saat musim liburan dan bulan Ramadhan merupakan saat Tanah Suci dipenuhi jamaah umrah.

Selain hal-hal tersebut, saat berada di Mekkah, ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan agar umrah berjalan lancar.

1. Menjaga kesehatan

mecca
Siapkan fisik dan kesehatan untuk menjalankan ibadah umrah. (foto: pixabay/mobauser)

Yang enggak banyak disadari orang ialah beribadah umrah memerlukan fisik dan kesehatan yang prima. Kamu harus cukup fit untuk melakukan tawaf juga sa'i.

Sebelum berangkat, kamu disarankan berolahraga ringan secara teratur agar tubuh terbiasa. Persiapkan juga dari sisi keagamaan, semisal pelajari doa-doa serta tata cara salat sunnah.

Ketika sudah di Tanah Suci, penting untuk menjaga kesehatan kamu. Pakai selalu masker untuk melindungi diri dari debu dan bakteri. Bila perlu, konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

2. Bawa barang dan uang secukupnya

Travel agent akan memberikan kamu daftar barang-barang yang harus kamu bawa untuk perjalanan umrah. Usahakan untuk membawa kelengkapan sesuai yang ditentukan ya.

Namun, bagi pria, bawalah tas pinggang untuk membawa barang-barangmu ketika prosesi umrah. Bagi perempuan, backpack kecil amat disarankan. Tinggalkan semua perhiasan di rumah. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal kehilangan. Selain itu, membawa barang secukupnya juga membuat kamu lebih fokus beribadah karena kamu enggak akan kepikiran tentang keamanan barang bawaanmu.

3. Manfaat waktu sebaik mungkin

prayer
Manfaatkanlah waktu luang untuk beribadah. (foto: pixabay/konevi)

Karena kamu memang berniat untuk ibadah, gunakanlah waktu seoptimal mungkin untuk ibadah. Jemaah bisa menunaikan ibadah salat wajib lima waktu di Masjidil Haram. Bahkan, tak hanya jamaah umrah, seluruh warga sekitar akan seketika menghentikan aktivitas mereka ketika azan berkumandang. Jadi, enggak ada alasan untuk melewatkan salat wajib.

Selain itu, kamu bisa menunaikan ibadah salat sunnah di luar waktu salat wajib. Jadi saat ada waktu luang, amat disarankan untuk melakukan iktikaf.

4. Patuhi aturan setempat

globe
Arab Saudi punya aturan yang ketat. (foto: pixabay/3dman_eu)

Namanya juga bertamu ke negeri asing, pasti ada beberapa aturan yang berbeda dari di Tanah Air. Di Mekkah, ada beberapa larangan yang diberlakukan di kawasan Masjidil Haram. Salah satunya ialah larangan memotret dan berswafoto. Meskipun ingin sekali untuk berpose dan menggunggahnya ke media sosial, tahan dulu keinginan kamu. Fokuslah beribadah.

Selain itu, kamu juga bisa mengambil pelajaran dari peristiwa penangkapan Rizieq Shihab oleh pihak keamanan Arab Saudi pada Selasa (6/11) waktu setempat. Penangkapan tersebut terkait dengan adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah kepada kaum ektremis. Bendera itu ditemukan terpasang pada rumah yang ditinggali Rizieq di Arab Saudi.

Sesuai dengan keterangan dari Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel yang Merahputih.com, Rabu (7/11), Arab Saudi menyatakan sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apa pun yang berbau terorisme, seperti ISIS, Al-Qaeda, Al-Jama’ah al-Islamiyyah, dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstremisme.

Selain itu, pihak Arab Saudi juga melakukan pemantauan di ranah media sosial oleh keamanan Arab Saudi. Di negara itu, pelanggaran IT merupakan pidana berat terlebih jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Belajar dari hal itu, enggak disarankan untuk membawa apalagi membentangkan atribut ormas, terlebih yang sudah jelas dilarang di Arab Saudi. Intinya sih, patuhi semua larangan agar jangan sampai kamu malah bermasalah ketika berumrah.

Selamat beribadah.(dwi)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH