Tips Sukses Gaet Konsumen Digital Ada strategi khusus (Foto: Pixabay/TheDigitalArtist)

SEIRING berkembangnya zaman, karakter orang dalam berbelanja pun berubah. Jika dulu cenderung datang ke toko dan melihat langsung barang yang ingin dibeli, sekarang tinggal membuka marketplace, semua barang bisa dimiliki. Orang hanya mengandalkan foto dan keterangan produk yang dilampirkan oleh penjual.

Dilansir dari Antaranews.com, Rabu (19/2) data dari Bain & Company menjelaskan konsumen digital naik secara drastis. Tahun 2017 ada 64 juta konsumen digital dan naik menjadi 102 juta di tahun berikutnya, atau setara dengan 53 persen populasi.

Baca juga:

Serial TV Netflix 'Love is Blind', Buktikan Cinta itu Buta

Karakter orang berbelanja merubah (Foto: Pixabay/200degrees)
Karakter orang berbelanja merubah (Foto: Pixabay/200degrees)

Perubahan karakter orang dalam berbelanja ini tentunya membuat para penjual harus mengubah strategi. Jika di toko konfesnional pembeli bisa melihat langsung produknya, maka di toko online, penjual harus membuat deskripsi lengkap serta foto yang memikat.

"Rating dan ulasan juga harus bagus, bukan cuma 'barang sudah diterima dengan baik' tapi soal kualitas barang," kata Kepala Pemasaran untuk Facebook di Indonesia Hilda Kitti.

Bukan hanya itu, sebuah merek juga harus memiliki ekssistensi di media sosial. Hal itu karena 57 persen konsumen Indonesia mengenal sebuah produk baru lewat media sosial.

Baca juga:

Kerjasama dengan Volocopter, Grab Akan Hadirkan Taksi Udara di Indonesia

Butuh strategi untuk menjaring konsumen (Foto: Pixabay/200degrees)
Butuh strategi untuk menjaring konsumen (Foto: Pixabay/mohamed_hassan)

Meski demikian, bukan berarti penjual offline dikesampingkan. Karena masih ada pembeli yang harus melihat langsung barang secara fisik sebelum memutuskan berbelanja lewat online.

Membeli diskon juga bisa menarik konsumen baru. Tapi, bukan jaminan membuat konsumen loyal. Karena berdasarkan studi, 61 persen konsumen Indonesia tak menunggu promosi untuk membeli sebuah produk.

Selain itu, merek yang biasa harganya mahal dijual dengan harga terjangkau juga bisa menarik konsumen. Biasanya hal tersebut sukses untuk generasi milenial dan generasi Z. Ada juga merek dengan tujuan baik seperti ramah lingkungan. (yNI)

Baca juga:

Cara Samsung Tetap Kokoh di Tengah Dampak Virus Corona


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH