Tips Hadapi Defacement di akun Digital

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 11 September 2023
Tips Hadapi Defacement di akun Digital
Defacemenet merujuk pada tindakan merusak atau meretas penampilan untuk menyampaikan pesan atau mengganggu fungsi normalnya. (Foto: Unsplash/Mika Baumeister)

PERKEMBANGAN teknologi informasi yang pesat turut mendorong beragam ancaman siber. Salah satu kasus yang cukup menghebihkan masyarakat beberapa waktu lalu adalah peretasan terhadap akun Youtube DPR RI yang menampilkan live judi online selama beberapa jam.

Menurut pandangan perusahaan cyber security PT ITSEC Asia, peretasan tersebut dikenal dengan istilah deface atau defacement. Defacemenet merujuk pada tindakan merusak atau meretas penampilan untuk menyampaikan pesan atau mengganggu fungsi normalnya. Dalam dunia digital, defacement kerap terjadi pada akun media sosial, website, bahkan data pribadi. Peretasan ini dapat menyebabkan gangguan aktivitas digital, kerusakan reputasi dan privasi, hingga ancaman keamanan.

Pakar keamanan siber dan Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tb Andri Hutama Putra menanggapi bahwa kita harus waspada, hati-hati, dan paham mengenai kerentanan serangan dalam dunia digital.

"Kejahatan siber seperti ini pun dapat sangat merusak dan berdampak pada citra atau bahkan sampai pada kinerja organisasi. Maka saat ini sebenarnya kemanan siber sudah menjadi aspek krusial untuk berjalannya kegiatan organisasi atau perusahaan,” ungkap Andri, dalam siaran resminya.

PT ITSEC Asia pun membagikan tips utuk menjaga dan mengelola aset digital agar tidak mudah diretas:

Baca juga:

ITSEC Asia Siap IPO

Tips Hadapi Defacement di Akun Digital
Gunakan autentikasi dua faktor. (Foto: Unsplash/Mourizal Zativa)


1. Tetapkan SOP untuk pengelolaan akun digital

Membangun dan menerapkan standard operational procedure (SOP) yang ketat penting dilakukan dalam rangka keamanan siber. Hal ini penting karena sebuah breach atau kebocoran dapat juga terjadi dari karyawan atau anggota organisasi. SOP yang dilakukan meliputi pengelolaan authorization atau pengaturan pengelola akun dan batasan-batasannya, panduan kerja untuk administrator seperti panduan login dan menghindari membuka link sembarangan, pengaturan keamanan perangkat, dan manajemen risiko keamanan.

Bagi administrator, penting agar mengetahui resiko dan pengelolaan keamanan akun digital dan juga bersifat skeptis terhadap hal yang mencurigakan yang dapat menjadi celah keamanan. SOP ini juga penting untuk disosialiasikan ke seluruh karyawan pada konteks peran mereka masing-masing karena celah kemanan dapat masuk dari berbagai macam entry.

2. Gunakan kata sandi yang kuat dan kelola dengan baik

Para penjahat siber menggunakan teknik canggih seperti serangan Brute Force atau Dictionary Attack untuk membobol kata sandi atau password yang lemah. Password kuat yang terdiri dari kombinasi huruf besar dan kecil, angka, serta karakter khusus membuatnya jauh lebih sulit untuk ditebak dan diretas.

Kata sandi sebaiknya diperbarui setiap 3-6 bulan sekali, atau bahkan setiap bulan bagi instansi atau organisasi yang memiliki kredensial penting dalam akun mereka untuk menghindari potensi kebocoran password.

Baca juga:

Cyber Security Summit 2023 Dukung Keamanan Infrastruktur Siber dan Ruang Digital

Tips Hadapi Defacement di Akun Digital
Pastikan bahwa komputer, ponsel, dan perangkat lainnya selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru. (Foto: Unsplash/Milena Trifonova)

3. Two Factor Authentication (2FA)

Autentikasi dua faktor (2FA) sangatlah penting karena proses ini dapat meningkatkan lapisan keamanan tambahan pada sebuah akun. Bahkan jika seseorang mencuri password, mereka tidak bisa mengakses akun tanpa proses faktor kedua, seperti kode sekali pakai. 2FA juga mengurangi risiko serangan Brute Force dan membuat peretas lebih sulit untuk mengakses akun tersebut. Kenali dan gunakan fitur-fitur keamanan pada platform sosial media untuk memberikan perlindungan terhadap akun.

4. Perhatikan penggunana perangkat

Dalam pengelolaan website atau media sosial organisasi, penting juga memperhatikan panduan penggunaan perangkat yang tidak berisiko terhadap peretasan. Pastikan bahwa komputer, ponsel, dan perangkat lainnya selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru dan perangkat lunak antivirus untuk mencegah infeksi malware. Organisasi harus dapat memastikan pengelola akun tertib terhadap penggunaan perangkat saat melakukan login akun digital organisasi. (and)

Baca juga:

Cyber Security Butuh Pekerja Perempuan Supaya Lebih Efektif

#Teknologi #Tips #Digital
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan