Tips dan Trik Jitu untuk Menabung Ketika Pendapatanmu Tidak Menentu Dompet kosong di tanggal tua (pixabay/chronomarchie)

JIKA kamu seorang pekerja lepas atau menjalani profesi lain yang mengalami jadwal pembayaran upah tidak menentu, menabung nampaknya memerlukan usaha dan perencanaan yang cukup kompleks. Tidak perlu ahli keuangan untuk mengingatkan kamu bahwa memiliki tabungan yang cukup sangatlah penting, dan bahkan itu terkadang menjadi penyelamatmu.

Tetapi terlepas dari semua manfaatnya, menabung saat penghasilan kamu tidak menentu atau konsisten dapat menjadi tantangan. Jika kamu seorang freelancer, kontraktor independen, pekerja musiman atau bahkan karyawan per-jam dengan bayaran yang terus berubah berkat jadwal yang tidak konsisten, penghematan uang memerlukan lebih banyak perencanaan ke depan daripada pegawai yang memiliki gaji tetap di tanggal tertentu.

Apakah kamu salah satu dari mereka yang merasa kesulitan menabungkan uang karena alasan diatas? Jika ya, berikut tips dan trik jitu untuk menabungkan uang ketika pendapatanmu tidak menentu:

1. Buat Anggaran Pokok Utama

buat anggaran pokok
Mencatat semua pengeluaran pokok penting dilakukan (foto: pixabay/StartupStockPhotos)

Sebelum lebih jauh kedalam seluk-beluk trik dan memulai untuk menabungkan uang, sangatlah penting untuk membuat anggaran pokok untuk dirimu sendiri, meskipun itu adalah sesuatu yang mendasar. Itu perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak kamu dapat menabung secara layak setiap bulan, kamu harus terlebih dahulu menentukan berapa jumlah biaya untuk gaya hidupmu.

Gunakan satu atau dua jam waktu senggangmu untuk mengambil selembar kertas atau notes pada smartphone dan menuliskan semua pengeluaran bulanan yang tidak dapat dinegosiasikan (pokok). Ini termasuk semua yang harus kamu bayar setiap bulan, seperti sewa tempat tinggal, makanan, transportasi, perawatan anak, dsb.

Setelah masing-masing dituliskan dengan jumlah uang yang diperlukan untuk itu, jumlahkan totalnya. Angka tersebutlah anggaran pokok yang harus terbayar untuk kamu bertahan setiap bulannya. Jika kamu ingin lebih aman dan layak secara finansial, gunakan 10 persen tambahan dari jumlah itu ke keseluruhan sebagai biaya penyangga, untuk berjaga-jaga jika kamu membelanjakan sedikit atau sesuatu yang tidak terduga.

Saat kamu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang berapa anggaran pokok dasarmu seharusnya, kamu akan jauh lebih siap untuk memulai peta jalan untuk tujuan menabung, atau tahu apakah suatu tujuan bahkan layak untuk kamu saat ini berdasarkan keadaan keuangan. Setelah kamu menghitung biaya prioritas keuangan bulanan, gunakan metode bermanfaat di bawah ini untuk menghemat dan menabungkan uang meskipun pendapatanmu tidak menentu.

2. Kurangi Pengeluaran dan Berhemat

menghemat pengeluaran
Dengan berhemat kamu bisa memiliki ekstra untuk menabung (pixabay/stevepb)

Perhatikan anggaranmu dengan baik. Mungkinkah untuk mengurangi jumlah yang kamu belanjakan di area tertentu, seperti makanan atau biaya terkait perumahan? Pertimbangkanlah makan di rumah lebih banyak, atau kurangi konsumsi daging yang cenderung lebih mahal. Lagi pula, harga daging biasanya mendongkrak keseluruhan biaya makan.

Selain konsumsi makanan, temukan cara lain untuk mengurangi pengeluaranmu. Tempatkan dirimu pada mode untuk tidak belanja pakaian, atau mulai mengandalkan transportasi umum kapan pun kamu bisa. Pertimbangkan untuk mengurangi tagihan rumah tangga yang kurang terpakai: sambungan telepon rumah, langganan majalah digital, layanan streaming, biaya listrik, dll. Jika memungkinkan, coba dan kurangi pengeluaranmu kapan pun kamu bisa (meskipun hanya sementara), dan gunakan sisa uang dari penghematan yang kamu lakukan untuk ditabung sehingga kamu dapat mencapai tujuan keuanganmu lebih cepat.

3. Siapkan Anggaran Cadangan

anggaran cadangan
Anggaran cadangan terkadang menjadi penyelamat kamu (pixabay/alexas_photos)

Saat kamu sudah tahu berapa banyak yang kamu butuhkan untuk menutupi anggaran pokok dan bertahan setiap bulan, kapan pun kamu menghasilkan lebih dari jumlah itu, cukup simpan semua atau sebagian dari itu di tabungan. Mulailah dengan memindahkan kelebihan uang itu ke rekening tabungan setelah semua pengeluaran yang tidak dapat diganggu terbayar setiap bulan. Tentu saja, kamu ingin benar-benar yakin bahwa kamu memperoleh penghasilan di atas garis dasar sebelum kamu menabung. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir bahwa hidup di luar kemampuanmu, karena kebutuhanmu telah dipertanggungjawabkan. Namun saat semua tidak berjalan sesuai rencana, sangat penting untuk memiliki dana darurat atau cadangan tunai yang sewaktu-waktu dapat kamu ambil, jika dalam satu bulan kamu tidak mendapatkan penghasilan yang cukup untuk menutupi biaya yang diperlukan.

4. Sisihkan Uang yang Dihemat untuk Ditabung

sisihkan uang
Sisihkan uang yang kamu hemat dan tabungkan (pixabay/alexas_fotos)

Jika kamu secara konsisten menghasilkan lebih banyak daripada jumlah pengeluaran pokokmu selama beberapa bulan terakhir dan mengharapkannya tetap seperti itu, langsung memasukkan kelebihan anggaran ke tabungan kamu adalah cara yang tidak menyakitkan dan mudah untuk menghemat sejumlah uang setiap dua minggu atau tiap bulan. Namun, karena penghasilan bulanan kamu mungkin tidak menentu, ambillah stok dari apa yang dapat kamu hemat secara teratur. Setiap bulan atau beberapa bulan, siapkan transfer berulang dari kelebihan tersebut ke rekening tabunganmu, karena bagaimanapun banyak hal akan dapat dilakukan untuk periode berikutnya. Jumlah sebenarnya yang dapat kamu hemat bergantung sepenuhnya pada seberapa banyak yang kamu perkirakan dapat disisihkan, berdasarkan pada tren penghasilanmu sebelumnya.

5. Manfaatkan Aplikasi Perbankan Digital

banking apps
Aplikasi digital akan bantu atur keuanganmu (pixabay/firmBee)

Berkat era digital, kini terdapat banyak aplikasi yang tersedia untuk membantu membuat semua aspek kehidupanmu lebih mudah, termasuk mengelola keuangan. Jika kamu tidak dalam posisi untuk teratur mengisi tabungan kamu atau membatasi pengeluaran bulanan kamu, coba gunakan aplikasi perbankan digital, yang dapat diatur untuk melacak arus uangmu dan secara otomatis memindahkan uang ke rekening tabungan yang aman untuk kamu, selama kamu memiliki uang mengalir masuk dan mampu. Aplikasi seperti ini adalah cara yang tidak merepotkan untuk membuat simpanan darurat tanpa memerlukan upaya apa pun selain mengunduh aplikasi dan menautkan akun bank milikmu.


Mungkin kenyataannya memang tidak semudah teori diatas untuk melakukannya di kehidupan nyata, karena berhemat dan pada gilirannya menabungkan uang memerlukan tekad yang konsisten, terlebih rumit ketika pendapatanmu tidak menentu setiap bulannya. Seperti apapun metodenya dan walaupun pendapatamu tidak konsisten, cobalah untuk tetap menyisihkan uang diluar anggaran pokok utama kamy untuk ditabungkan, meskipun jumlahnya tidak banyak dn bahkan ketika kamu tidak mengindamkan untuk memebeli sesuatu. (ADP)



Ananda Dimas Prasetya