Tips Cerdas Agar Caleg yang Kamu Coblos 'Eksis Maksimal'  di Rumah Dewan Surat Suara untuk DPR di Pemilu 2019 (Foto: antaranews)

PENCOBLOSAN 17 April besok bukan cuma memilih Presiden dan Wakil Presiden, tetapi juga para calon legislatif yang bakal mewakili suara rakyat untuk menduduki kursi dewan. Posisi Dewan yang Terhormat itu penting dalam mengontrol kebijakan pemerintah terpilih nanti dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Pemilihan caleg kerap menimbulkan masalah tersendiri dalam menentukan pilihan. Kamu disodori begitu banyak nama calon, dengan program kerja yang hampir serupa, dan informasi yang kurang lengkap selama masa kampanye.

Tak jarang pula, caleg yang terpilih ingkar janji menyuarakan suara rakyat. Bahkan, ada yang ujung-ujungnya hanya makan gaji buta dan kerap bolos sidang. Parahnya lagi, tidak ada wakil rakyat yang akhirnya malah terjerat kasus korupsi membancak uang rakyat.

Agar tak lagi termakan janji pemberi harapan palsu (PHP), ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa tips ini sebelum mencoblos caleg untuk DPRD, DPR ataupun DPD di TPS besok.

1. Kenali Caleg dan Visi-Misinya

Surat suara dpd
Jenis Surat Suara Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) di TPS

Pertama, tentu kenali kenali nama-nama deretan caleg di daerah pemilihanmu yang sesuai dengan aspirasi politik kamu. Caranya, cermati program, gagasan hingga rekam jejak calon, melalui sejumlah situs yang merangkum jejak rekam pada caleg: JariUngu.com, Pintarmemilih.id, RekamJejak.net dan WikiDPR.org.

2. Jangan Pilih Caleg Pembeli Suara

Ilustrasi politik uang. Foto: Net

Tips kedua, jangan pernah memilih caleg yang menawarkan uang. Bawaslu RI menegaskan pihak pemberi dan penerima politik uang dalam Pemilu 2019 sama-sama bisa dipidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan, plus denda paling sedikit Rp 200 juta hingga maksimal Rp 1 miliar. Artinya, jika kamu memilih caleg yang melakukan politik uang dan ikut menerima pemberian bisa-bisa malah berujung dibui.

3. Pelajari Kehidupan Sehari-hari Caleg

kursi kosong
Kursi kosong saat DPR menggelar Rapat Paripurna. (Ant)

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menyatakan kualitas caleg bisa diukur dari kehidupan sehari-harinya di tengah masyarakat, bukan dari citra yang hanya ditampilkan tiap lima tahun sekali. Jika caleg itu sebelumnya aktif di parpol, pelajari sepak terjangnya selama ini, mulai dari sebelum aktif berpolitik sampai sekarang.

"Pelajarilah sejarah hidupnya. Pelajari sepak terjangnya di dunia politik, atau sebelum memasuki dunia politik. Keempat, lihatlah kehidupan kesehariannya," kata Emrus, dikutip dari Antara.

4. Tak Punya Cacat Hukum

OTT ANGGOTA DPR
Barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) Suap Anggota DPR RI 2014-2019 Bowo Sidik Pangarso. MP/Ponco

Emerus menekan syarat terpenting bagi masyarakat dalam memilih caleg harus mereka yang tidak punya cacat hukum. Caranya, kamu bisa menelusuri jejak digital mereka dari internet. "Pertama, masyarakat harus menghindari calon yang memiliki cacat hukum," ujar Akademisi Pasca-Sarjana UPH itu.


5. Pilih Caleg yang Taat Lapor Kekayaan

LHKPN

KPK melansir tingkat kepatuhan anggota DPR RI 2014-2019 dalam menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) hanya 56,32 persen pada 1 April lalu. Artinya, dari 554 anggota DPR RI wajib lapor, hanya 312 wakil rakyat di Senayan yang patuh. Kamu tentu tak mau caleg pilihanmu besok masuk 'daftar hitam' anggota dewan yang mangkir LHKPN seperti periode lalu itu. Untuk itu, pilih caleg yang sudah lapor LHKPN sebelum mendaftar ke KPU. Caranya menelusurinya mudah, tinggal buka link laman LHKPN KPK ini. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH