Tips Atur Keuangan di Tengah Pandemi COVID-19 ada pentingnya untuk memilah mana prioritas dan keinginan agar tidak terjadi pembengkakan keuangan. (Pexels:Artem Beliaikin)

BANYAK orang tidak maksimal mendapat penghasilan akibat penetapan social distancing maupun physical distancing di tengah pandemi COVID-19. Hal itu banyak dirasakan pekerja lepas dan buruh harian juga para pemilik warung makan. Mereka tak bisa beroleh pendapatan seperti sebelumnya karena pelanggan berkurang atau jam kerja menjadi singkat.

Baca juga: Berani Coba Coronaburger Kreasi Koki Asal Vietnam?

Sementara, bagi karyawan tetap meski bisa bekerja dari rumah (work from home), juga tak mampu mendapat gaji maksimal dari uang lembur dan lainnya. Terbatasnya pendapatan di saat harus #dirumahaja memang perlu strategi khusus. Dilansir dari antaranews.com, Prita Hapsari Ghozie seorang perencana keuangan memberikan tips untuk mengatur keuangan di tengah wabah corona.

Hal terpenting, menurut Prita, harus mengevaluasi penghasilan selama kurun masa pandemi corona. Bagi karyawan, usahakan catat besaran penghasilan secara rapi. Sementara pekerja lepas, bisa mengevaluasi aset dalam bentuk uang dan harta lain. Setelah itu, hitung pengeluaran apa saja selama tiga bulan ke depan.

"Ada pengeluaran wajib, ada pengeluaran kebutuhan," kata Prita. Pengeluaran wajib seperti cicilan, uang sekolah anak, atau gaji untuk asisten rumah tangga. Di sisi lain, menurutnya, pengeluaran kebutuhan kemudian bisa disesuaikan, seperti anggaran untuk makan bisa dipangkas untuk alokasi lain.

Money
Mulai simpan dana darurat untuk kebutuhan dadakan di masa depan. (Pexels:Markus Spiske)

"Selama tiga bulan, yang sifatnya keinginan ditunda dulu karena kita tidak punya kemewahan untuk membeli keinginan. Fokusnya kepada kewajiban dan kebutuhan," kata Prita.

Jika dari perhitungan ternyata pengeluaran lebih besar dari pemasukan, lanjutnya, bisa diatasi dari tabungan atau dana darurat.

Baca juga: Tenang, Extrovert Tidak Akan Mati Gaya Kok Saat #DiRumahAja


Ada kalanya, lanjut Prita, dalam situasi seperti sekarang harus mulai menyiapkan dana darurat atau tabungan darurat yang bisa digunakan jika memang sedang mendesak.

Dana darurat ini juga dapat digunakan apabila pengeluaran lebih besar dari penghasilan. (lio)

Baca juga: WHO Segera Hadirkan Aplikasi COVID-19 Untuk iOS dan Android


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH